• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Lebih Memilih Kegiatan Bersantai, Menjadi Ciri Orang yang Hidup Penuh Kekacauan
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Lebih Memilih Kegiatan Bersantai, Menjadi Ciri Orang yang Hidup Penuh Kekacauan

Redaktur III Sabtu, 17 Mei 2025
Share
6 Min Read
Kebiasaan santai adalah cara sehat saah satu ciri lingkungan penuh keributan / Foto : freepik
Kebiasaan santai adalah cara sehat saah satu ciri lingkungan penuh keributan / Foto : freepik

Aktual.co.id – Bagi orang-orang yang tumbuh dalam lingkungan yang kacau, baik secara fisik maupun emosional, sering mencari kedamaian dengan cara-cara yang tidak disadari oleh orang lain.

Karena tumbuh di tempat yang penuh keributan, maka menurut peniliti psikologi Megan Quinn memberikan beberapa gejala yang tidak disadari oleh banyak orang terhadap orang ini.

Mengamankan Jam Tidur

Tidur merupakan hal yang jarang didapatkan bagi orang-orang yang hidup di tengah kekacauan. Orang seperti ini akan melakukan apa saja untuk mendapatkan jam tidur.

Orang seperti ini akan mengabaikan pesan teks dan permintaan dari teman untuk keluar jika hal itu mengganggu jadwal tidurnya.

Orang-orang yang tidak pernah mendapatkan waktu tidur yang cukup mungkin akan mendedikasikan sisa hidupnya untuk menebusnya dengan memilih tidur dengan durasi panjang.

Mengambil Waktu Tenang untuk Diri Sendiri Sebelum Melakukan Interaksi Sosial

Setelah tumbuh dalam lingkungan yang kacau waktu senggang jarang dimiliki. Maka orang ini akan memilih untuk menenangkan diri sebelum bersosialisasi.

Penelitian menunjukkan bahwa waktu bersantai dapat membantu mengurangi gejala masalah kesehatan yang disebabkan oleh stres karena tidak memberi waktu istirahat kepada diri sendiri.  Seperti insomnia, hipertensi, penyakit jantung, kecemasan, depresi, sakit kepala, dan nyeri kronis.

Menetapkan Rutinitas yang Stabil

Orang yang menetapkan batasan biasanya tumbuh dalam kekacauan. Akirnya di saat dewasa lebih memilih membangun rutinitas yang stabil.

Baca Juga:  Cara Orang Cerdas Menghadapi Pertemuan dengan Kerabat yang Beracun

Memiliki rutinitas yang ketat dapat mengurangi stres karena memberikan rasa kepastian. Sebuah  studi yang diterbitkan dalam Journal of Abnormal Child Psychology menemukan rutinitas membantu mengurangi sifat impulsif dan pembangkang pada anak.

Ketika seseorang tumbuh tanpa rutinitas, untuk mengamankan gejolak emosionalnya maka orang ini akan menolak ajakan untuk keluar rumah karena dianggap mengganggu jadwal rutinitasnya.

Memilih Tinggal di Lingkungan Minimalis

Orang-orang yang tumbuh di rumah yang selalu berantakan dan penuh tumpukan barang, maka kelak dewasa akan memilih tinggal di tempat yang minimalis.

Orang seperti ini akan memilih hidup dengan barang-barang yang minimal untuk menghindari kekacauan yang tidak teratur. Ruang kosong dan terbuka memungkinkan merasakan ketenangan yang tidak didapatkan saat tumbuh dewasa.

Menghindari Berbagi Berlebihan

Orang-orang yang tumbuh dalam lingkungan yang kacau tidak pernah diajarkan tentang batasan pribadi.  Ketika dewasa orang ini memilih untuk merahasiakan detail pribadi daripada menceritakan kepada orang lain.

Upaya ini untuk memberikan rasa kendali pada diri sendiri sehingga ruang privasinya menjadi lebih terjaga. Dia pun juga tidak akan mengorek rahasia pribadi orang lain karena merasa membongkar kebiasaan privasi bisa membuat terganggu.

Menolak Terlibat Dalam Teriakan

Orang-orang yang tumbuh dalam lingkungan yang kacau sering menjadi sasaran teriakan dan makian. Sementara di dalam dirinya memiliki pandangan, suara yang tinggi dapat memicu sistem ancaman diri. “Hal ini dapat berdampak buruk pada diri sendiri,” ketik psikolog Bernard Golden, Ph.D.

Baca Juga:  Kalimat yang Dilontarkan Pasangan Manipulatif untuk Mengontrol Pasangan

Orang-orang yang  tumbuh besar di lingkungan yang penuh teriakan tahu teriakan tersebut dapat merusak komunikasi yang efektif. Orang ini sangat menyadari bahwa peningkatan volume suara akan memperburuk keadaan.

Menutup Pintu di Ruang Bersama

Orang-orang yang menetapkan batasan dengan menutup pintu di ruang bersama biasanya tumbuh dalam kekacauan yang bising. Orang ini memiliki sedikit akses privasi dan selalu ada orang di ruang pribadinya, jadi tidak ada konsep batasan.

Memberikan waktu untuk memiliki ruang tanpa kehadiran orang lain sangat penting bagi harga diri dan otonomi. “Pentingnya memiliki waktu untuk merenungkan diri dan mengolah pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang tanpa harus tunduk pada pandangan dan pendapat orang lain adalah hal yang penting,”  kata profesor psikologi Shoba Sreenivasan, PhD dan Linda E. Weinberger, PhD .

Menonaktifkan Notifikasi

Orang-orang yang tumbuh dalam lingkungan yang bising dan kacau akan menonaktifkan notifikasi ponsel, email, dan media sosial hanya untuk mendapatkan kedamaian dan ketenangan.

Dengan beristirahat dari ponsel, orang ini akan melindungi ruang mental dari rangsangan konstan yang tidak pernah dihindari.

Meluangkan waktu untuk menjauh dari layar dan menonaktifkan notifikasi memungkinkan memiliki waktu tidak terganggu untuk fokus pada pekerjaan, kesehatan, atau memberikan waktu istirahat.

Memilih Menyendiri Daripada Bersosialisasi

Baca Juga:  Pelecehan Verbal Mengubah Cara Perkembangan Otak Anak Menjadi Pencemas dan Depresi.

Acara sosial bisa melelahkan bagi siapa saja yang tumbuh dalam lingkungan yang kacau. Acara sosial bisa berisik dan membutuhkan interaksi sehingga menguras energi bagi orang yang dulunya dalam kehidupan berisik.

Sebagian orang lebih suka  menghabiskan akhir pekan dalam kesendirian, meringkuk di sofa sambil menonton acara favorit. Penelitian yang dipublikasikan di PLOS One menemukan bahwa menyendiri dalam jumlah yang cukup, sangat bermanfaat bagi yang mendambakan kehidupan yang tenang.

Membatasi Waktu dengan Orang Tertentu

Orang yang tumbuh dalam lingkungan yang kacau dapat membatasi jumlah waktu yang dihabiskan dengan orang lain. Jika seseorang berbicara dengan keras dan dramatis, orang ini  memilih untuk menghindarinya.

Intensitas emosi dapat membebani bagi orang-orang yang tumbuh dalam suasana yang bising dan penuh emosi. Sebagai orang dewasa, mungkin lebih baik tidak membiarkan diri berada dalam lingkungan yang sama.

Tidak Menjawab Panggilan Telepon Tanpa Peringatan

Orang-orang yang tumbuh dalam lingkungan yang kacau memiliki sedikit kendali atas lingkungannya.

Hal ini dapat membentuk menjadi orang yang suka diberi tahu sebelum melakukan kegiatan.

Misalnya, jika seorang teman menelepon untuk mengobrol, orang ini akan menolak panggilan tersebut. Karena jika menelepon tanpa memberi informasi lebih dahulu seperti chat online, akan membuatnya terganggu.

Banyak orang lebih suka menerima pesan teks daripada langsung meneleponnya. Sehingga tidak kewalahan melayani telepon yang dianggapnya mengejutkan. (ndi)

SHARE
Tag :introvertkesehatan jiwaMental healthPsikolog
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ha Jung Woo dan Cha Jung Won / Foto: soompi
Ha Jung Woo dan Cha Jung Won Umumkan Pernikahan
Rabu, 14 Oktober 2026
Antrian pembeli BBM di SPBU Denpasar, Bali/ Foto: ANTARA BALI
Bahlil: Kendaraan Antrian BBM Diduga Karena Isu Distribusi di Bali
Rabu, 14 Oktober 2026
Kepulan asap rudal yang dicegat di Riyadh/ Foto: anadolu
Empat Orang Terluka dan 15 Rumah Rusak Setelah Rudal Houthi Dicegat Jatuh di Riyadh
Rabu, 14 Oktober 2026
Tahanan KPK dalam kasus operasi tangkap tangan di linglungam BNPB keluar dari Gedung Merah Putih KPK/ Foto: courtesy ANTARA
KPK Menahan Lima Orang Tersangka Hasil OTT di Lingkungan BNPB
Rabu, 14 Oktober 2026
Petugas berjuang memadamkan Karhutla/ Foto: Kemenhut
Dampak Polusi Udara Karhutla Terhadap Kesehatan Respirasi
Rabu, 14 Oktober 2026

Mental Health

Ilustrasi Ghosting/ Foto: Psypost

Penelitian Menunjukkan Orang yang Ghosting Memiliki Perasaan Lebih Buruk daripada yang Dighosting

Ilustrasi kebosanan/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Kebosanan Bisa Memicu Sikap Agresif

Ilustrasi peduli terhadap kasus bunuh diri/ Foto: Freepik

Pencegahan Bunuh Diri Menekan Angka Kematian Akibat Bunuh Diri di Dunia

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Penelitian Menyebutkan Kebosanan Bisa Memicu Sikap Agresif

KPK Menangkap 14 Orang dalam OTT di Lingkungan BNPB

Pemerintah Thailand Mendorong Pensiun Dini Bagi Pegawai Negeri Sipil

Israel Menolak Penerbangan Ethiopian Airlines Tujuan Tel Aviv Kerena Pilot WNI

Dirut PT Pertamina Meminta Maaf Atas Antrian Konsumen BBM di Bali

More News

Ilustrasi / Foto: freepik

Mengelola Kebisingan untuk Kesehatan Mental Bagi Orang Dewasa

Rabu, 25 Februari 2026
Mendengarkan salah satu kemampuan kepribadian yang sehat/ Foto: freepik

Sikap Seseorang yang Mencerminkan Mental Kepribadian

Jumat, 12 September 2025

Mengenal Bahaya Gaslighting

Senin, 3 Februari 2025
Jenis tipe gangguan obsesif kompulsif / Foto : Ist

Gangguan Obsesif Kompulsif Ditandai Kebersihan dan Kerapihan yang Sangat Ekstrim

Senin, 23 Juni 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id