Aktual.co.id – Bagi banyak orang yang tumbuh besar di rumah di mana kasih sayang sangat langka. Orang tua yang dingin dan tidak responsif adalah hal yang biasa, bukan pengecualian.
Pola asuh yang dingin ini sering kali tercermin dalam perilaku tertentu yang ditunjukkan di masa dewasa. Akibat pola asuh tersebut berdampak pada kepribadian ketika dewasa.
Kesulitan Menerima Cinta dan Kasih Sayangg
Bila tidak terbiasa menerima kehangatan dari orang tua, di masa dewasa bisa kesulitan menerima dari orang lain. Kepribadian menjadi merasa tidak berharga atau bahkan curiga terhadap kebaikan dan kasih sayang yang tulus.
Penting dipahami bahwa setiap orang berhak mendapatkan cinta dan kasih sayang. Tidak apa-apa untuk menerima orang lain. Tidak apa-apa untuk dicintai. Dan yang terpenting, tidak apa-apa untuk mencintai diri sendiri.
Berpikir Berlebihan dalam Setiap Interaksi
Manusia memiliki hingga 60.000 pikiran setiap hari. Bayangkan jika sebagian besar pikiran tersebut dihabiskan untuk menganalisis setiap interaksi yang dilakukan.
Berpikir berlebihan tidak akan melindungi hasil yang negatif. Sebaliknya, hal itu membuat terjebak dalam lingkaran kekhawatiran dan kecemasan. Hal itu mencegah menikmati momen saat ini dan menikmati hubungan yang tulus dengan orang lain.
Takut ditolak
Tumbuh besar dengan orang tua yang tidak penyayang dapat menanamkan rasa takut ini dalam diri. Penolakan dari orang-orang yang seharusnya mencintai tanpa syarat dapat membuat sangat sensitif terhadap penolakan di masa mendatang.
Penolakan adalah bagian dari kehidupan. Penolakan hanyalah tanda sesuatu tidak dimaksudkan untuk pada saat itu. Belajar menghadapi dan menerima penolakan merupakan langkah penting dalam perjalanan menuju pertumbuhan emosional.
Perfeksionisme yang Berlebihan
Tumbuh dengan orang tua yang dingin sering kali menimbulkan kebutuhan yang mengakar untuk mencapai kesempurnaan. Keinginan terus-menerus untuk mendapatkan persetujuan yang jarang diberikan selama masa kanak-kanak.
Menurut para psikolog, yang terpenting adalah meraih nilai tertinggi, mendapatkan pekerjaan terbaik, dan mempertahankan citra yang baik.
Kesulitan Menjalin Hubungan Dekat
Orang yang dalam didikan orang tua yang dingin membuat anak kesulitan menjalin hubungan dekat. Hal ini dikarenakan kurangnya mendapatkan kasih saying serta ungkapan emosional dari orang tua.
Dampak yang dirasakan selalu menjaga jarak aman terhadap hubungan. Sehingga setiap ada orang lain yang mencoba masuk maka yang terjadi adalah penolakan karena tidak dibiaskan menerima apa adanya secra jujur.
Berjuang Mengekspresikan Emosi
Tumbuh dalam lingkungan yang tidak penuh kasih sayang dapat membuat seseorang secara naluriah menjaga emosi. Karena terbiasa dengan sikap dingin orang tua, membuat tanpa sadar mencerminkan kehidupan keseharian.
Mengekspresikan perasaan menjadi tugas berat karena tidak pernah belajar cara melakukannya. Mengenali kebiasaan ini adalah langkah pertama menuju perubahan. Begitu memahami keraguan emosional maka secara sadar menjadi lebih terbuka. (ndi)
