• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Kepribadian Orang yang Tumbuh Dalam Pola Asuh Orang Tua yang Dingin
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Kepribadian Orang yang Tumbuh Dalam Pola Asuh Orang Tua yang Dingin

Redaktur III Kamis, 22 Mei 2025
Share
3 Min Read
Perfeksionis dan takut ditolak diakibatkan didikan masa anak - anak / Foto : freepik
Perfeksionis dan takut ditolak diakibatkan didikan masa anak - anak / Foto : freepik

Aktual.co.id –  Bagi banyak orang yang tumbuh besar di rumah di mana kasih sayang sangat langka. Orang tua yang dingin dan tidak responsif adalah hal yang biasa, bukan pengecualian.

Pola asuh yang dingin ini sering kali tercermin dalam perilaku tertentu yang ditunjukkan di masa dewasa. Akibat pola asuh tersebut berdampak pada kepribadian ketika dewasa.

Kesulitan Menerima Cinta dan Kasih Sayangg

Bila tidak terbiasa menerima kehangatan dari orang tua, di masa dewasa bisa kesulitan menerima dari orang lain. Kepribadian menjadi merasa tidak berharga atau bahkan curiga terhadap kebaikan dan kasih sayang yang tulus.

Penting dipahami bahwa setiap orang berhak mendapatkan cinta dan kasih sayang. Tidak apa-apa untuk menerima orang lain. Tidak apa-apa untuk dicintai. Dan yang terpenting, tidak apa-apa untuk mencintai diri sendiri.

Baca Juga:  Ciri Ciri Orang Tidak Jujur dan Tidak Berintegritas

Berpikir Berlebihan dalam Setiap Interaksi

Manusia memiliki hingga 60.000 pikiran setiap hari. Bayangkan jika sebagian besar pikiran tersebut dihabiskan untuk menganalisis setiap interaksi yang dilakukan.

Berpikir berlebihan tidak akan melindungi hasil yang negatif. Sebaliknya, hal itu membuat terjebak dalam lingkaran kekhawatiran dan kecemasan. Hal itu mencegah menikmati momen saat ini dan menikmati hubungan yang tulus dengan orang lain.

Takut ditolak

Tumbuh besar dengan orang tua yang tidak penyayang dapat menanamkan rasa takut ini dalam diri. Penolakan dari orang-orang yang seharusnya mencintai tanpa syarat dapat membuat sangat sensitif terhadap penolakan di masa mendatang.

Baca Juga:  Tips Meredam Kecemasan Tentang Nasib Masa Depan

Penolakan adalah bagian dari kehidupan. Penolakan hanyalah tanda sesuatu tidak dimaksudkan untuk pada saat itu. Belajar menghadapi dan menerima penolakan merupakan langkah penting dalam perjalanan menuju pertumbuhan emosional.

Perfeksionisme yang Berlebihan

Tumbuh dengan orang tua yang dingin sering kali menimbulkan kebutuhan yang mengakar untuk mencapai kesempurnaan. Keinginan terus-menerus untuk mendapatkan persetujuan yang jarang diberikan selama masa kanak-kanak.

Menurut para psikolog, yang terpenting adalah meraih nilai tertinggi, mendapatkan pekerjaan terbaik, dan mempertahankan citra yang baik.

Kesulitan Menjalin Hubungan Dekat

Orang yang dalam didikan orang tua yang dingin membuat anak kesulitan menjalin hubungan dekat. Hal ini dikarenakan kurangnya mendapatkan kasih saying serta ungkapan emosional dari orang tua.

Baca Juga:  Tanda Seseorang Memikul Beban Hidupnya Sendiri, Menurut Psikologi

Dampak yang dirasakan selalu menjaga jarak aman terhadap hubungan. Sehingga setiap ada orang lain yang mencoba masuk maka yang terjadi adalah penolakan karena tidak dibiaskan menerima apa adanya secra jujur.

Berjuang Mengekspresikan Emosi

Tumbuh dalam lingkungan yang tidak penuh kasih sayang dapat membuat seseorang secara naluriah menjaga emosi. Karena terbiasa dengan sikap dingin orang tua, membuat tanpa sadar mencerminkan kehidupan keseharian.

Mengekspresikan perasaan menjadi tugas berat karena tidak pernah belajar cara melakukannya. Mengenali kebiasaan ini adalah langkah pertama menuju perubahan. Begitu memahami keraguan emosional maka secara sadar menjadi lebih terbuka. (ndi)

SHARE
Tag :fear of rejectionkesehatan jiwaMental healthPsikolog
Ad imageAd image

Berita Aktual

Kapal tangker di Selat Hormuz/ Foto: Aljazeera
Iran Dilaporkan Menolak Usulan Gencatan Senjata dengan Amerika Serikat
Jumat, 24 Juli 2026
Kim Soo Hyun / Foto: Allkpop
Penggemar Kim Soo Hyun Menyumbangkan Pakaian Anak Tidak Mampu di Korea
Jumat, 24 Juli 2026
Gambaran iPhone Ultra/ Foto: GSM Arena
Beredar Rumor iPhone Ultra Akan Ditunda Tanggal Perilisannya
Jumat, 24 Juli 2026
Sebuah kapal tanker yang diserang di Laut Merah/ Foto: Anadolu
Kemenlu RI Kecam Penyerangan Kapal di Perairan Laut Merah
Jumat, 24 Juli 2026
Dampak gempa di Peru/ Foto: Ist
Pemerintah Peru Mengumumkan Keadaan Darurat Bencana Pasca Gempa Magnitude 5,1
Jumat, 24 Juli 2026

Mental Health

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ilustrasi depresi/ Foto: freepik

Peristiwa Negatif Memicu Gejala Depresi pada Remaja Putri dan Putra.

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Nanik Berkomitmen Tetap Mengawal Program Makan Bergizi Gratis

Kemenkes Venezuela Umumkan Tiga Kematian Akibat Hantavirus

Harga Emas Antam Terbaru Rp2,635 Juta Per Gram

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN dengan Alasan Kesehatan

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono Menggantikan Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN

More News

Tampilan mewah hanya sekedar topeng menutupi kerapuhannya / Foto : Freepik

Pamer Barang Mewah Menunjukkan Topeng dari Orang yang Rapuh

Minggu, 13 April 2025
Introvert menikmati kesendirian dan imajinasi / foto ; Freepik

Aktivitas Kaum Introvert yang Hanya Mereka yang Mengerti

Minggu, 9 Maret 2025
Butuh strategi bagi introvert keluar dari dekapan sosial

Berikut Kalimat Introvert Agar Bisa Keluar dari Situasi Sosial

Jumat, 21 Februari 2025
Ilustrasi menangis karena bahagia / Foto : freepik

Neurosains Menjawab Mengapa Menangis Saat Bahagia

Sabtu, 21 Juni 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id