Aktual.co.id – Sebuah studi yang dilakukan di Serbia menemukan bahwa individu dengan tingkat narsisme yang lebih tinggi cenderung memiliki sedikit anak.
Individu-individu ini melaporkan motivasi negatif yang lebih kuat untuk tidak memiliki anak. Pola ini terlihat jelas yang memiliki tingkat narsisme rentan. Studi ini dipublikasikan dalam Evolutionary Psychological Science .
Narsisme adalah sifat kepribadian yang ditandai dengan keegoisan, rasa penting, dan kesulitan berempati. Narsisme umumnya dibagi menjadi dua bentuk utama: narsisme muluk dan narsisme rentan.
Narsisme muluk melibatkan rasa percaya diri yang berlebihan, dominasi, hak istimewa, dan keinginan untuk dikagumi dan berkuasa.
Orang yang memiliki narsisme muluk sering kali berani dan karismatik dalam bersosialisasi, tetapi juga bisa eksploitatif dan meremehkan orang lain.
Sebaliknya, narsisme rentan ditandai oleh rasa tidak aman, kepekaan terhadap kritik, penarikan diri dari pergaulan, dan harga diri yang rapuh. Individu ini tampak rendah hati atau pemalu tetapi sering kali memendam perasaan superioritas dan kebencian internal.
Sementara narsisis yang muluk menyalahkan orang lain dan mencari perhatian, narsisis yang rentan lebih rentan terhadap kecemasan dan depresi.
Kedua bentuk tersebut memiliki inti yang sama yaitu mementingkan diri sendiri tetapi berbeda dalam cara mempertahankan harga diri dan cara terhubung dengan orang lain.
Penulis studi Janko Međedović dan Nikoleta Jovanov bertujuan mengeksplorasi bagaimana narsisme berhubungan dengan kesuburan, yang didefinisikan jumlah anak biologis yang dimiliki orang dengan narisisisme.
Individu dengan tingkat narsisme yang lebih tinggi memiliki lebih sedikit anak secara rata-rata. Individu ini juga melaporkan motivasi negatif yang lebih kuat untuk menghindari peran sebagai orang tua. Hubungan ini khususnya kuat di antara yang memiliki tingkat narsisme yang rentan.
Tingkat narsisme yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan ikatan romantis yang kurang aman. Individu dengan tingkat narsisme yang lebih tinggi cenderung memiliki hubungan romantis yang lebih pendek.
Studi ini menyoroti hubungan antara narsisme dan kesuburan. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa mayoritas peserta studi tidak memiliki anak, yang berarti variabilitas indikator ini sangat terbatas. Selain itu, desain studi tidak memungkinkan kesimpulan kausal apa pun diambil dari hasil tersebut. (ndi)
