Aktual.co.id – Ada banyak orang yang menguras energy ketika berada didekatnya. Kepribadian yang racun membuat orang tersebut menjadi sulit untuk diajak berkomunikasi secara nyaman.
Meskipun tidak ada seorang pun yang sempurna, mengenali sifat-sifat ini dapat membantu menetapkan batasan dan melindungi kesejahteraan diri.
Berikut delapan sifat yang membuat wanita melelahkan untuk diajak bergaul, menurut kajian dari penulis kepribadian Tara Whitmore, psikolog yang tinggal di Australia.
Menguras Energi Tanpa Memberikan Hasil
Wanita ini melampiaskan masalahnya kepada orang terdekatnya. Dia mengharapkan untuk didengarkan, menghiburnya, dan berada di sana kapan pun saat dibutuhkan
Menurut Tara Whitmore, jika mendapati teman atau sahabat yang memiliki karakter seperti ini harap segera mengambil jarak.
“Persahabatan, cinta, dan hubungan seharusnya terjadi dua arah. Jika seseorang terus-menerus mengambil lebih banyak daripada memberi, dalam waktu panjang akan terkuras emosional diri sendiri,” ungkapnya.
Selalu Ingin Menjadi Benar
Ketika seseorang selalu ingin benar dan mendominasi setiap permbicaraan bisa jadi orang tersebut memiliki mental yang melelahkan.
“Berbicara dengan orang seperti ini melelahkan karena setiap percakapan terasa seperti pertarungan. Tidak ada ruang untuk diskusi terbuka atau pendapat yang berbeda,” kata Tara Whitmore.
Menginginkan Drama
Wanita yang melelahkan tidak menyukai kestabilan. Dia cenderung mencari konflik untuk dijadikan obyek persoalan.
“Wanita ini senang sekali menyebarkan gosip atau mengubah masalah kecil menjadi krisis besar. Berada di sekitar orang seperti ini seperti berjalan di atas kulit telur karena tidak pernah tahu kapan ledakan akan terjadi,” paparnya.
Orang sering kali menghindari yang ada pada dirinya perlu diwaspadai karena mengatasi emosinya sendiri wanita ini kesulitan mengendalikan.
Terlalu Baik
Kedengarannya memang aneh, namun orang yang memiliki sikap menyenangkan menyembunyikan sikap manipulasi.
“Saya telah belajar bahwa ketika seseorang terlalu menyenangkan , tidak pernah menetapkan batasan, dan selalu mendahulukan orang lain daripada dirinya sendiri, sebenarnya akan melelahkan berada di dekat nya,” katanya.
Hubungan yang sehat memerlukan kejujuran, batasan, dan rasa saling menghormati. Menurutnya, ketika seseorang menolak untuk menegaskan diri, hal itu tidak hanya menyakitinya namun menghancurkan kepercayaan yang telah terjalin.
Tidak Pernah Minta Maaf
Permintaan maaf yang sesungguhnya menunjukkan kedewasaan emosi, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap orang lain.
Namun, jika seseorang menolak untuk meminta maaf, hal itu menciptakan dinamika yang beracun. Hal itu memaksa seseorang menanggung beban ketegangan yang belum terselesaikan.
Tidak ada yang sempurna semua pernah melakukan kesalahan. Namun, jika seseorang tidak mengakui kesalahannya, membuat setiap hubungan menjadi lebih sulit dari yang seharusnya.
Bermain Sebagai Korban
Ada perbedaan antara menghadapi kesulitan dan menempatkan diri sebagai korban. Orang yang tidak pernah bertanggung jawab akan menimpakan kesalahan orang lain.
“Banyak orang bersimpati dengan kepribadia ini, namun setelah bersama maka akan menyadari pola yang dibangun selama ini,” ungkap Tara.
Ada kepribadian racun yang dimiliki wanita tersebut karena mencitrakan dirinya sebagai korban, padahal cara ini untuk meutupi sifat manipulasi yang ada pada dirinya.
Menceritakan Tentang Dirinya
Di awal pembicaraan terasa menyenangkan, namun lambat laun terasa ada yang tidak nyaman. Wanita ini cenderung menceritakan dirinya dan mengusai setiap pembicaraan.
“Tidak peduli apa yang sedang dibicarakan, dia selalu menemukan cara untuk mengalihkan fokus kembali ke pengalamannya sendiri,” katanya.
Hubungan akan tumbuh subur jika ada saling mendukung dan memahami. Jika satu selalu mendominasi pembicaraan maka akan hilang rasa ketulusan dari orang yang menjadi lawan bicara.
Negatifitas yang Konstan
Semua punya hari buruk, tetapi sebagian orang lebih suka hidup dalam suasana negatif . Orang ini selalu menemukan sesuatu untuk dikeluhkan, dikritik, atau dikhawatirkan.
“Sikap negatif yang terus-menerus tidak hanya membuat frustrasi tetapi juga menguras emosi. Berada di dekat seseorang yang selalu berfokus pada hal terburuk dapat membuat merasa terkuras,” ungkapnya. Masalah dengan kebiasaan negatif adalah bahwa hal itu tidak hanya menjatuhkan orang yang mengalaminya, tetapi juga menarik semua orang di sekitarnya ke dalam badai itu. (ndi)
