Aktual.co.id – Sebanyak 22 pejabat dari berbagai instansi diresmikan sebagai warga kehormatan sesepuh masyarakat Tengger dalam acara resepsi Yadnya Kasada tahun 2025 di Pendapa Agung Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo, Selasa (10/6/2025).
Mereka yang terpilih untuk menerima penghargaan tersebut berasal dari berbagai sektor pemerintahan, termasuk pejabat tinggi negara, gubernur, bupati, serta tokoh masyarakat lainnya yang hadir di Pendapa Agung Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.
“Pengukuhan ini dilakukan dengan pemasangan selendang kuning oleh Dukun Pandita kepada para pejabat terhormat,” kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto.
Ke-22 pejabat yang mendapat gelar tersebut antara lain Menteri Kebudayaan RI Fadly Zon, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Bupati Probolinggo Mohammad Haris, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, Wali Kota Probolinggo Aminuddin, dan Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari.
Selain itu, terdapat pula Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma, Ketua DPRD Kota Probolinggo Dwi Laksmi Syntha Kusumawardhani, dan Dandim 0820 Probolinggo Letkol Arh Iwan Hermaya Purnawan.
Serta, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Ahmad Nuril Alam, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo Dodik Hermawan, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri. Kemudian Ketua Pengadilan Negeri Kraksaan Putu Agus Wiranata, dan Ketua Pengadilan Negeri Kota Probolinggo Mellina Nawang Wulan.
Di samping itu, Dirjen Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Dirjen KSDAE, Dirjen PJLKK, Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha.
Kemudian Bupati Malang M Sanusi, Bupati Lumajang Indah Amperawati, Bupati Pasuruan M. Rusdi Sutejo, dan Ketua TP2D Kabupaten Probolinggo Khairul Anwar juga turut meraih penghargaan.
“Dalam tradisi masyarakat Tengger, penghargaan sebagai warga kehormatan memiliki makna yang mendalam, bukan hanya sebagai bentuk penghormatan semata, tetapi juga sebagai komitmen untuk melayani dan berkontribusi kepada masyarakat Tengger yang kaya akan budaya dan adat istiadatnya,” ujar Bambang Suprapto.
Acara pengukuhan ini bagian dari perayaan Yadnya Kasada, upacara adat tahunan masyarakat Tengger yang merupakan puncak perayaan. (ndi)
