Aktual.co.id – Penelitian menekankan bahwa mengenali tanda-tanda mentalitas seolah menjadi korban, mempraktikkan belas kasih terhadap diri sendiri, dan diri sendiri perlu dikenali langkahnya untuk membentengi mental diri sendiri.
Dengan mengenali kepribadian manipulasi ini setidaknya bisa meredam agar tidak menjadi bagian dari lingkaran manipulasi.
Polanya utamanya adalah memancing kesedihan, depresi dan trauma bagi yang terlibat dengan orang manipulative tersebut. Berikut ciri – ciri orang yang berperilaku sebagai korban di rangkum dari berbagai sumber tulisan para terapis psikologi.
Mencari Simpati Sebelum Pertemanan
Bila bertemu seseorang secara daring dan tidak sabar untuk menceritakan kisah sedih tentang dirinya, hati hati bisa jadi orang ini melakukan manipulasi untuk menarik perhatian sebagai korban.
Orang ini ingin mendapatkan simpati sebelum mengendal dirinya. Sering kali, ada motif tersembunyi untuk mempengaruhi seseorang agar masuk dalam lingkaran manipulasinya.
Posting di Media Sosial untuk Menarik Perhatian
Perilaku ini akan membagikan pesan yang samar dan ambigu untuk menunjukkan betapa dirinya butuh perhatian.
Pesan yang disampaikan pun samar yang intinya memberikan kesan seolah dia adalah orang yang paling dikasihani. Cara ini dilakukan untuk menebarkan pengaruh agar semua orang memperhatikan dirinya.
Terus Menerus Mencari Validasi
Secara konsisten orang ini memposting tentang keadaan emosionalnya dan secara eksplisit meminta suka, komentar , atau pesan dukungan.
Pencarian validasi adalah cara paling utama bagi orang yang ingin posisinya diakui. Bagi yang tidak mengenali, tentu akan dianggap sebagai sosok yang harus dikasihani.
Menanggapi Komentar Secara Emosional
Karena kategori personal yang rapuh orang ini menanggapi komentar secara emosional untuk memberikan perhatian kepada lingkungan sosial.
Komentarnya pun bisa memicu belas kasihan atau sebaliknya membuat orag yang membacanya terpengaruh emosi yang dilancarkannya.
Secara Konsisten Menunjukkan Perilaku Kontradiktif
Perilaku kontradiktif di sini adalah antara yang diposting di media sosial tidak sama dengan perilaku yang sesugguhnya.
Ini adalah manipulasi agar orang yang mengenalnya sebagai sosok yang baik dan perlu mendapatkan perhatian penuh. (ndi)
