• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Berikut Alasan Orang Tidak Tahan Diperintah Saat Bertambahnya Usia
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Berikut Alasan Orang Tidak Tahan Diperintah Saat Bertambahnya Usia

Redaktur III Minggu, 22 Juni 2025
Share
6 Min Read
Ilustrasi pria tua / Foto : Freepik
Ilustrasi pria tua / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Seiring bertambahnya usia, tidak sedikit orang melakukan penolakan terhadap perintah untuk melakukan sesuatu.

Kekuatan kebijaksanaan, pengetahuan dan kepercayaan diri membuat orang ini sulit untuk ditekan atau mendapat perintah dari pihak lain.

Orang-orang yang sulit dikendalikan karena memiliki pengalaman psikologis, emosional, dan sosial, yang terwujud dalam berbagai cara.

Orang seperti ini memiliki berbagai kepribadian dan pengalaman berikut ini.

Memiliki Hubungan yang Penuh Pengendalian

Banyak orang yang tidak tahan diberi tahu apa yang harus dilakukan karena pernah  berurusan dengan pasangan atau keluarga yang suka mengontrol. Sehingga perilaku tersebut dapat memicu perilaku yang tidak suka diberi tahu tersebut

Diperintah dapat memicu rasa kesal, frustrasi, dan kecemasan, dan sering kali terasa seperti serangan pribadi, bahkan ketika tidak ada niat jahat sekalipun.

Protektif Terhadap Kemandirian

Banyak orang berjuang menghadapi kesulitan sendirian dan menghadapi banyak pengalaman hidup. Kenyataan ini membuatnya semakin protektif serta membutuhkan dukungan mental, psikologis maupun fisik.

Memiliki otonomi dan kebebasan menentukan pilihan menjadi dasar identitasnya, meski pilihannya kadang membahayakan dirinya seniri. Itulah sebabnya ketika diberi tahu dapat menyinggung dan membebani orang seperti ini.

Yakin dengan Pengalaman Pribadi

Orang yang bertambah usia memiliki pengalaman hidup menghadapi kesulitan. Kenyataan ini membentuk identitas terhadap diri sendiri dan pola memandang sebuah realitas kehidupan.

Baca Juga:  Orang Manipulatif Lebih Meyakinkan Karena Memiliki Daya Tarik di Wajah

Pola hidup inilah yang membuat orang dengan usia senior merasa yakin dengan kemampuannya menangani masalah dengan berbagai hal. Itulah sebabnya, ketika mendapatkan perintah akan dibalas dengan penolakan yang menjengkelkan.

Berjuang dengan Figur Otoritas

Ketika orang dewasa, atau orang yang memegang kendali atas kekuasaannya akan menjadi sumber ketakutan dan kecemasan bagi anak. Dampaknya ketika dewasa akan membenci dan takut pada siapa pun yang memiliki otoritas.

Orang yang tidak tahan diberi tahu apa yang harus dilakukan mungkin takut atas figur otoritas tersebut.  Akhirnya orang ini mengatasi kecemasan menjadi lebih sensitif terhadap pesan atau perbincangan. Sikap defensifnya menjadi menguat ketika ada orang yang mengajak berbicara tentang dirinya, namun direspon menutup diri.

Merasa Perlu Dihormati

Menurut  survei yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia , lebih dari 60% responden melaporkan orang lanjut usia kurang dihormati. Inilah yang menyebabkan orang yang bertambah usia sulit mendapatkan pesan baik untuk dirinya.

Setiap kali mendapatkan pesan, seolah menerima serangan sehingga harus melakukan defensif. Orang seperti ini harus mendapatkan dukungan mental dan fisik agar lebih tenang dan menjauhi kecemasan.

Keras Kepala

Keras kepala ini menyebabkan kendala menghadapi orang yang bertambah usia sulit diberi masukan positif.  Ada banyak yang melatarbelakangi menjadi keras kepala, bisa jadi karena tekanan kontrol yang selama ini dihadapi.

Baca Juga:  Kebiasaan yang Harus Dihentikan Jika Ingin Sukses Berdasarkan Analisa Psikologi

Bersikap keras kepala terkadang merupakan mekanisme melindungi energi dan kedamaian orang tersebut. Bagi orang yang ingin mengendalikan rutinitas dan kenyamanan, hal itu dapat terasa membingungkan dan menyinggung.

Tahu Apa yang Dibutuhkan

Orang yang lebih tua umumnya memiliki nilai-nilai yang kuat karena tahu apa yang diinginkan dan butuhkan.

Perjalanan hidup telah melalui kesulitan, bereksperimen, dan memperoleh banyak pengalaman hidup yang memengaruhi keputusannya.

Yang ini didengar atau hadapi adalah seseorang yang menawarkan nasihat yang tidak diminta atau memberi tahu apa yang harus dilakukan. Jika ini didengar maka akan merasa seperti ada serangan pribadi.

Berjuang dengan Perubahan Sosial

Seiring bertambahnya usia, seseorang berjuang mempertahankan posisi sebagai figur otoritas dalam masyarakat atau dalam rumah tangga.

Berjuang melawan rasa kesal karena pembalikan peran atau frustrasi karena kurangnya status atau martabat, yang sering diakibatkan stigma masyarakat yang salah seputar penuaan.

Mereka kurang tertarik menjalin hubungan baru atau terlibat generasi berbeda yang dianggap menyinggung atau berkuasa dalam menegakkan asumsi dan stigma yang salah tentang penuaan.

Dinamika sosial yang berubah ini mendorong orang-orang yang tidak tahan diberi tahu lebih memilih berpegang teguh pada kenyamanan dan keakraban daripada membuka diri terhadap figur otoritas atau nilai-nilai alternatif.

Baca Juga:  Orang yang Lama Membalas Pesan Singkat Memiliki Kecenderungan Psikologis Seperti Ini

Menghargai Waktu

Orang yang tidak tahan diberi tahu apa yang harus dilakukan biasanya punya alasan ini waktu yang tersisa dalam hidup harus dimaksimalka.

Orang ini punya otonomi dan kekuatan membuat keputusan, meskipun kecil dan cepat berlalu, yang bersifat pribadi dan memuaskannya.

Sadar Diri

Seiring bertambahnya usia, orang-orang sering kali mengembangkan rasa percaya diri dan kesadaran diri melalui pengambilan keputusan yang mandiri dan pengalaman pribadi.

Orang seperti ini memiliki pemahaman yang jelas tentang identitasnya dan apa yang diinginkan. Sehingga mendengar orang memberi tahu dia dapat terasa membingungkan dan menjengkelkannya.

Rentan Secara Emosional

Orang yang sedang berjuang melawan gejolak emosi atau ketidakstabilan sering kali merasa perlu untuk mengendalikan kehidupan sehari-harinya.

Berjuang melawan pengendalian diri, seperti membuat keputusan sederhana atau memprioritaskan kebiasaan tertentu dapat terasa menenangkan di tengah kekacauan.

Bila ada seseorang mencoba memberi tahu apa yang harus dilakukan, hal itu akan membuatnya tidak nyaman dan cemas. Sehingga mendorong menggunakan mekanisme pertahanan seperti menghindar atau menjelaskan diri sendiri secara berlebihan. (ndi)

SHARE
Tag :Gangguan Kejiwaankesehatan mentalMental healthpsikologiPsikologi Kepribadian

Berita Aktual

LSP alias Jenderal Listyo Sigit Prabowo/ Foto: Ist
Tersangka LSP Dikenakan Pasal Berlapis Terkait Penyadapan Ilegal
Selasa, 3 November 2026
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (tengah) menyampaikan keterangan pers di Jakarta/ Foto: capture ANTARA
Yusril Mengajak Masyarakat Percaya Kepada Polri dalam Kasus Penyadapan Ilegal
Selasa, 3 November 2026
Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo / Foto: capture ANTARA
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Tersangka Penyadapan Ilegal Nomor Telepon Presiden
Selasa, 3 November 2026
Kantor Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia/ Foto: Tribun
Polri Memutasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah di Mabes Maupun Kewilayahan
Selasa, 3 November 2026
Petugas berjuang memadamkan Karhutla/ Foto: Kemenhut
Karhutla Berulang, di Mana Tanggung Jawab Presiden?
Selasa, 3 November 2026

Mental Health

Ilustrasi bermain gim bersama teman/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Bermain Bersama Teman Mengurangi Kecanduan Gim Video

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu

Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Pesawat Jet Pribadi Jatuh Menyebabkan Semua Penumpang Meninggal Dunia di Florida

Seorang Mantan Juru Bicara Israel Mengaku Memanipuasi Data Operasi di Gaza

Getaran Banjir Lahar Berlangsung 6 Jam Usai Hujan di Gunung Semeru

Harga Minyak Mentah Turun 6% Usai Iran dan AS Berniat Mengakhiri Konflik

Karhutla Berulang, di Mana Tanggung Jawab Presiden?

More News

Ilustrasi ngobrol bersama teman / Foto: freepik

Berikut Cerita yang Harus Dihindari Meski Kepada Teman Dekat

Selasa, 16 September 2025
Menunjukkan ketertarikan bagian magnetik untuk berkenalan dengan orang/ Foto : Freepik

Trik Psikologis Menjadi Magnetis Ketika Bertemu Orang Baru

Sabtu, 22 Maret 2025
Ilustrasi perundungan / Foto: freepik

Menghadapi Perundungan untuk Menyelamatkan Kesehatan Mental

Sabtu, 18 Oktober 2025
Ilustrasi fokus pada pekerjaan/ Foto: freepik

Kendali Diri untuk Tidak Mudah Dimanipulasi dan Tidak Menguras Energi

Senin, 9 Februari 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id