Aktual.co.id – Mengendalikan gelombang emosi orang lain bisa jadi tugas yang sulit. Terutama saat suasana hati orang lain sedang buruk. Karena bisa terbawa suasana hati orang tersebut.
Psikolog Isabella Chase memiliki cara untuk menangani situasi buruk ini yang didukung oleh psikologi. Strategi ini bisa menjadikan rambu untuk semua orang ketika berhadapa dengan kerabat atau teman yang sedang dalam suasana hati yang buruk.
Berlatih Kesabaran
Maksud nya adalah suasana hati yang buruk tidak akan langsung hilang kemudian dalam proses kembali menjadi baik.
Jika dipaksakan, justru akan menjadi boomerang terhadap orang tersebut. Artinya suasana akan semakin buruk dan bisa saling menyalahkan.
Dengan kesabaran bisa membantu atau membimbing orang lain untuk berpikir lebih positif ke depannya. Melalui kesabaran, individu yang cerdas emosional memastikan dapat memberikan dukungan yang tepat kepada orang yang mengalami beban emosional.
Mengakui Suasana Hati
Orang yang cerdas emosional tidak menghindari suasana hati yang buruk. Dirinya akan mengakui suasana hati yang buruk tersebut..
Mengabaikan atau menghindari suasana hati yang buruk tidak akan membuatnya hilang. Malah, sering kali justru memperburuknya.
Dengan mengakui suasana hati yang buruk, orang yang cerdas secara emosional menghindari mengubur emosi dan sebaliknya menciptakan ruang untuk percakapan yang terbuka dan konstruktif .
Menetapkan Batasan
Orang yang memiliki kecerdasan emosional memahami bahwa hadir bagi orang lain, sama pentingnya melindungi kesejahteraan emosional diri sendiri.
Dengan menetapkan batasan yang jelas , individu yang cerdas secara emosional memastikan dapat memberikan dukungan tanpa terseret ke dalam kekacauan emosional.
Saya menemukan bahwa menjadi jelas mengenai batasan-batasan emosional saya sendiri tidak hanya membantu saya menjaga suasana hati saya tetap stabil, tetapi juga membuat saya lebih efektif dalam mendukung orang lain.
Menggunakan Humor Meringankan Suasana Hati
Orang yang cerdas secara emosional memahami kekuatan humor. Dirinya tahu bahwa lelucon yang tepat waktu atau anekdot yang lucu cukup meredakan ketegangan dan meringankan suasana hati.
Sebuah studi yang dilakukan dari Universitas Kansas menemukan bahwa humor dapat secara signifikan mengurangi stres dan meningkatkan persepsi seseorang terhadap dirinya sendiri dalam situasi sulit.
Menggunakan Pendengaran Secara Empatik
Orang yang memiliki kecerdasan emosional memahami kekuatan mendengarkan secara empatik – benar-benar mendengar dan memahami apa yang dikatakan orang lain tanpa menghakimi atau menyela.
Ini bukan tentang memperbaiki suasana hati orang lain, tetapi menawarkan ruang aman di mana seseorang dapat mengekspresikan perasaannya.
Dengan mempraktikkan mendengarkan secara empatik, orang-orang yang cerdas secara emosional memberikan anugerah kepada orang lain berupa perasaan dilihat dan didengar, yang seringkali cukup membantu seseorang keluar dari suasana hati yang buruk.
Mempertahankan Pandangan Positif
Orang yang cerdas emosional tahu kekuatan dari sikap positif. Sebuah kutipan dari psikolog terkenal Albert Bandura , “Orang-orang yang percaya memiliki kekuatan melakukan sejumlah kontrol atas hidupnya akan lebih sehat, lebih efektif, dan lebih sukses daripada yang kurang yakin pada kemampuannya melakukan perubahan dalam dirinya.”
Dengan mempertahankan pandangan positif, individu yang cerdas secara emosional dapat membantu mengubah lingkungan emosional, memberi ruang bagi interaksi yang lebih baik dan sedikit konflik
Tidak Menganggapnya Hal yang Pribadi
Ketika orang lain sedang dalam suasana hati yang buruk, mudah untuk merasa menuduh orang lain dengan penilaian buruk. Individu yang cerdas secara emosional memahami suasana hati orang lain tidak bergantung dirinya.
Emosi itu seperti gelombang, datang dan pergi. Dan suasana hati seseorang yang buruk dapat berasal dari berbagai sumber yakni stres, kurang tidur, masalah pribadi, dan lain-lain.
Mengenali hal ini adalah kunci untuk menjaga keseimbangan emosional diri. Ini dapat membantu tidak menanggapi segala sesuatu secara pribadi dan hanyut dalam pusaran emosi. (ndi)
