Aktual.co.id – Meski sudah memasuki musim kemarau, namun hujan masih mengguyur di berbagai kota di Indonesia. Dampaknya beberapa kota besar seperti Jakarta tidak mampu menampung debit air hingga menyebabkan banjir.

Banjir di Jakarta
Di Jakarta sendiri menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sebanyak 109 rukun tetangga (RT) di Jakarta Barat, Timur, Pusat, dan Selatan masih terendam banjir karena meluapnya sungai dan juga hujan intensitas tinggi.
Hal ini dipertegas oleh Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji yang terus memantau keadaan banjir yang ada di daerahnya.
Menurutnya, banjir di Jakarta terjadi sejak Minggu (6/7) dini hari dan hingga Senin pagi di kawasan Jakarta Timur, Pusat, Barat dan Selatan masih banjir.
Sejumlah pos pantau pintu air seperti di Bendung Katulampa menjadi siaga tiga atau waspada pada Sabtu (5/7). Lalu, di hari yang sama, Pos Depok siaga tiga atau waspada pada pukul 21.00 WIB, begitu juga pos pantau di Jakarta.

Longsor dan Banjir Bogor
Sementara di tempat terpisah Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan sebanyak 18 kecamatan di Kabupaten Bogor terdampak bencana banjir, longsor, dan angin kencang akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak Sabtu (5/7) malam.
Ke-18 kecamatan yang terdampak bencana itu adalah Kecamatan Megamendung, Leuwisadeng, Tamansari, Cisarua, Dramaga, Kemang, Tenjolaya, Cijeruk, Caringin, Cibungbulang, Ciomas, Ciampea, Ciawi, Kecamatan Cigombong, Sukamakmur, Rancabungur, Cigudeg dan Kecamatan Babakan Madang.
“Data sementara dari BPBD, total 18 kecamatan dan 33 desa terdampak. Longsor terjadi di 21 titik, sementara banjir dilaporkan di tujuh titik. Kami terus bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan,” kata Rudy dalam keterangan resminya di Bogor, Minggu (6/7) seperti dikutip ANTARA.
Bencana tersebut juga mengakibatkan tiga warga dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah infrastruktur dan rumah warga mengalami kerusakan. Adapun tiga korban jiwa masing-masing berasal dari Kecamatan Megamendung dan Kecamatan Cisarua.

Banjir di Tangerang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Banten mengatakan hingga Senin, pukul 07.30 WIB, sebagian besar titik pemukiman dan jalan umum yang terdampak banjir pada Minggu malam sudah berangsur surut.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar di Tangerang, mengatakan lokasi titik genangan dan banjir terjadi di Cipondoh yakni Kelurahan Petir dengan lokasi terdampak Jalan KH Ahmad Dahlan ketinggian air 20 sentimeter.
Kemudian di pemukiman warga RW06 dengan ketinggian air mulai dari 10 – 80 sentimeter. di RW07 dengan ketinggian air pagi ini 40 sentimeter. Untuk di RW02, sekitar asrama haji dan Jalan H. Sadar RW02 yang kemarin banjir, pagi ini sudah surut semuanya.
“Tadi malam, titik banjir sudah sebagian besar surut. Warga juga sudah kembali ke rumahnya masing – masing,” kata Mahdiar saat dihubungi.
Sedangkan untuk Kecamatan Pinang, banjir di Kelurahan Neroktog seperti Griya Pinang Asri sudah surut. Lalu di Jalan Gempol Raya Kelurahan Kunciran saat ini ketinggian air 40 sentimeter. Di Perumahan Fortune Sudimara Pinang dan Kunciran Mas Permai juga sudah surut.
Kemudian Kecamatan Cibodas, banjir yang terjadi di Jalan Darma Wangsa, bawah flyover Taman Cibodas, Jalan Kalingga, Jalan Raden Patah, Jalan Dipati Unus, Jalan Prabu Siliwangi dan Jalan Hayam Wuruk sudah surut.
Begitu juga banjir di Perumahan Poris Indah Batuceper yang sudah surut. Sementara titik banjir di Jalan KH Hasyim Ashari dan Ciledug Indah Karang Tengah sudah surut sejak tadi malam.
Meski sebagian besar sudah surut, pihaknya tetap melakukan siaga mengantisipasi adanya peningkatan debit air di kali maupun sungai yang bisa berdampak.
Pantauan titik muka air (TMA) untuk sebagian besar pintu air dalam kondisi normal. Pintu air di PS Angke Hulu (baru), perum karang tengah dan pinang griya permai berstatus siaga tiga.
Lalu pintu air Duren Villa dan Puri Kartika siaga dua. Untuk di jembatan Polor dan Bulukan Hulu ditetapkan siaga satu. “Kita terus siaga dan koordinasi dengan berbagai pihak,” katanya.
Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan, Dinas PUPR Kota Tangerang Iwan Nursyamsu mengatakan dalam mengatasi banjir di pemukiman dan jalan, sebanyak 300 pompa air telah dikerahkan.
“Kami telah mengerahkan ratusan pompa air portabel yang sudah dioperasikan untuk mengurangi debit air di sejumlah titik terdampak genangan banjir sejak sore tadi,” ujar Iwan
Ia melanjutkan, Dinas PUPR Kota Tangerang juga menerjunkan 135 petugas untuk memastikan proses pompanisasi berjalan lancar.
“Dinas PUPR Kota Tangerang juga terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan penanganan evakuasi lanjutan,” ujarnya.

Banjir Mataram NTB
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, membolehkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi untuk tidak masuk kantor sementara, Senin (7/7) esok untuk fokus membantu menangani banjir yang menerjang Kota Mataram, Minggu malam (6/7).
“Sesuai arahan dari Pak Gubernur (Lalu Muhamad Iqbal). ASN lingkup Pemprov NTB boleh tidak masuk kantor sementara agar fokus pada penanganan banjir,” kata Pelaksana Haruan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Lalu Mohammad Faozal seperti dikutip ANTARA.
Faozal menjelaskan, saat ini Gubernur NTB tengah menyusuri titik-titik terjadinya banjir di Kota Mataram.
Selain itu, Pemprov NTB juga telah mengerahkan semua kekuatan untuk melakukan evakuasi terhadap seluruh korban.
“Barusan Pak Gubernur habis dari BTN River Side depan Vihara Avalokotesvara lingkaran Mayura, Kota Mataram, selanjutnya akan ke Pantai Jompo, dan ke Kekalik tempat titik banjir,” ujarnya.
Saat ini seluruh kota yang dilanda banjir sedang fokus untuk penanaganan terhadap korban banjir seperti penyediaan tempat mengungsi serta obat – obatan untuk antisipasi kesehatan korban selama di pengungsian. (ndi/ANTARA)
