Aktual.co.id – Bagi penderita jantung ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dengan memperhatikan beberapa aktifitas berikut ini, maka kesehatan jantung menjadi terjaga.
Memahami pantangan tersebut sangat penting agar kondisi jantung tetap stabil, risiko serangan berulang dapat ditekan, dan komplikasi dapat dicegah.
Melakukan aktivitas fisik berat
Hindari olahraga dengan intensitas tinggi, mengangkat benda berat, atau aktivitas yang membuat tubuh cepat lelah dan napas terengah-engah.
Aktivitas fisik semacam ini memaksa jantung bekerja lebih keras sehingga rentan memicu serangan jantung atau memperburuk kondisi gagal jantung.
Mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh
Mengonsumsi gorengan, burger pizza, makanan bersantan kental, atau kue kering bermargarin, merupakan kegiatan yang tidak boleh dilakukan penderita jantung. Karena makanan tersebut tinggi lemak jenuh dan lemak trans yang dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dalam darah.
Jika dibiarkan, pembuluh darah bisa tersumbat sehingga aliran darah ke jantung terganggu. Untuk menjaga kesehatan jantung, perbanyaklah asupan makanan rendah lemak, seperti ikan, ayam tanpa kulit, buah, dan sayur.
Mengonsumsi makanan tinggi garam
Kegiatan yang dilarang oleh penderita jantung adalah mengonsumsi makanan tinggi garam, seperti makanan olahan, makanan kaleng, mi instan, dan camilan asin.
Asupan natrium yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung bekerja lebih keras. Akibatnya, risiko gagal jantung dan stroke meningkat..
Merokok atau terpapar asap rokok
Merokok atau terpapar asap rokok (perokok pasif) kegiatan yang tidak boleh dilakukan penderita jantung. Kandungan nikotin dan berbagai zat kimia berbahaya dalam rokok dapat mempercepat kerusakan dinding pembuluh darah, memicu peradangan, dan memperberat kerja jantung.
Kurang tidur atau sering begadang
Sering begadang merupakan kegiatan yang dilarang oleh penderita jantung. Tidur cukup bagian dari gaya hidup sehat untuk menjaga fungsi jantung tetap optimal. Kebiasaan kurang tidur atau begadang dapat meningkatkan kadar hormon stres, menaikkan tekanan darah, dan memicu gangguan irama jantung (aritmia).
Mengalami stres berlebihan
Stres yang tidak dikelola dengan baik merupakan kegiatan yang tidak boleh dilakukan penderita jantung. Stres berat memicu pelepasan hormon adrenalin dan kortisol secara berlebihan, sehingga menyebabkan tekanan darah dan detak jantung meningkat tajam.
Dalam jangka panjang, stres berkepanjangan dapat memperburuk masalah jantung. Atur stres dengan teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau melakukan hobi yang menenangkan.
Mengonsumsi minuman beralkohol atau berkafein tinggi
Alkohol dan kafein yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, menyebabkan dehidrasi, serta memicu gangguan irama jantung. Jika ingin mengonsumsi minuman berkafein, batasi jumlahnya dan konsultasikan terlebih dengan dokter.
Mengonsumsi obat tanpa konsultasi dokter
Mengonsumsi obat-obatan, suplemen, atau jamu secara sembarangan tanpa arahan dokter dapat membahayakan kesehatan. Beberapa obat flu, pereda nyeri, dan suplemen tertentu bisa berinteraksi dengan obat jantung yang sedang dikonsumsi, sehingga berisiko menyebabkan efek samping serius, seperti tekanan darah meningkat mendadak atau gangguan irama jantung.
Oleh karena itu, selalu konsultasikan setiap penggunaan obat baru dengan dokter yang merawat Anda agar kesehatan jantung tetap terjaga. (ndi/alodokter)
