Aktual.co.id – Sebanyak 20 orang prajurit TNI AD diperiksa guna mengusut kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere, Nagekeo, NTT. Menurut Waka Pendam IX/Udayana Letkol Inf. Amir Syarifudin, yang diterima informasi sekitar 20 orang diperiksa terkait kasus ini.
“Yang kita terima itu informasi sekitar 20 orang, tetapi dalam kapasitas dimintai keterangan dan itu pun cuma dimintai keterangan. Nanti keputusan akhirnya tetap kita lari kepada proses yang berlaku dari tim investigasi,” kata Waka Pendam IX/Udayana Letkol Inf. Amir Syarifudin seperti dikutip ANTARA.

Menurutnya 20 orang tersebut diperiksa sebagai saksi dalam satu satuan Prada Lucky bertugas. Dari 20 orang yang diperiksa, ada empat orang yang diamankan oleh Sudenpom Kupang.
Namun, menurut Letkol. Amir, status keempat orang tersebut belum diketahui secara pasti apakah diamankan sebagai terduga pelaku atau dalam kapasitas lain sebab proses investigasi sedang berjalan.
“Empat orang itu kapasitas dia, apakah dalam tahanan sifatnya untuk mengamankan ataukah memang dia yang terduga. Kita menghormati proses investigasi sedang berjalan,” katanya.
Tim investigasi terdiri dari unsur Sub Detasemen Polisi Militer (Sudenpom) Kupang dan Intelejen yang diturunkan ke TKP. Dipastikan, kata Letkol. Amir, pengusutan dugaan penganiayaan ini akan dilaksanakan secara transparan dan profesional.
“Kita lakukan secara transparan, terbuka, artinya kita tetap memegang teguh hukum. Kita tetap menjunjung tinggi hukum termasuk yang empat orang itu kita menggunakan azas praduga tak bersalah,” pungkas Amir.
Sebelumnya, Prada Lucky dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (6/8) pada 10.30 Wita setelah mendapatkan perawatan intensif selama empat hari di Rumah Sakit Umum Aeramo, Nagekeo. (ndi/ANTARA)
