Aktual.co.id – Bagi perokok aktif, menghentikan kecanduan tersebut bukan hal yang mudah. Banyak tantangan yang dihadapi ketika ada keinginan untuk menghentikan rokok.
Untuk menjawab kesulitan bagi yang memiliki niat menghentikan rokok maka digelar seminar Bahaya Rokok dan Upaya Berhenti Merokok di Klinik Widjaja Asthma Center Surabaya, Jumat (15/8)
Dibuka dengan paparan dokter spesialis andrologi, dr. Fong Yohannes, Sp.And yang menjelaskan tentang bahaya rokok dengan disfungsi ereksi pada pria.
“Rokok bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah sehingga mengakibatkan disfungsi ereksi,” kata dr. Fong Yohannes, Sp.And di depan peserta seminar.
Disampaikan bahwa di area Mr P dialiri pembuluh darah yang bisa menjadikan alat vital tersebut menegang atau mengecil. Jika ada penyumbatan penyumbatan pembuluh darah, maka bisa berakibat tidak bisa ereksi dan menyebabkan ketidakharmonisan dalam rumah tangga.
“Salah satu risiko perokok adalah disfungsi ereksi efek penyumbatan pembuluh darah yang mengaliri di area vital. Jika dibiarkan maka bisa merembet ke area jantung,” ungkapnya.

Disampaikan, apabila perokok aktif mulai merasakan gangguan ereksi segera konsultasi ke dokter andrologi untuk mendapatkan pemeriksaan terjadinya disfungsi ereksi tersebut.
Dikatakan oleh dr Fong, rokok bisa membuat perusakan pada dinding pembuluh darah. “Nah pada saat pembuluh darah rusak akan mengalami penyempitan. Seperti diketahui pembuluh darah di Mr P itu kecil dibanding yang lain, maka memiliki risko penyempitan pembuluh darah hingga terjadi disfungsi ereksi,” katanya.
Pemateri berikutnya adalah dokter spesialis paru Dr. dr. Agus Hidayat, Sp.P(K)., FISR yang menyampaikan bahwa di dalam rokok terdapat berbagai macam zat berbahaya salah satunya arsenic.
“Kita semua pernah mendengar kata arsenic adalah racun mematikan jika mengkonsumsinya. Istilah arsenic ini populer ketika kasus Munir yang diduga meninggal karena racun arsenic,” katanya.
Dijelaskan, para perokok tersebut secara langsung mengkonsumsi arsenic ke dalam tubuhnya. “Apabila merokok jangka panjang maka tubuhnya akan rusak akibat arsenic di dalam rokok,” jelasnya.
Menurutnya, yang membuat rokok merasa nyaman adalah munculnya dopamine di dalam otak yang memunculakn rasa nyaman, bahagia dan tenang.
“Namun dopamine yang dimunculkan otak tersebut hanya sementara, nanti akan kembali turun dan membuat perokok menjadi emosional, mudah marah, dan depresi,” ungkapnya.
Pada saat turun dopamine tersebut, katanya, orang memiliki kecenderungan kembali merokok agar pikirannya menjadi tenang, fokus dan bahagia.
Kondisi inilah, menurut dr Agus, menyebabkan seseorang menjadi kecanduan rokok sampai sulit menghentikannya. “Ketika sudah kecanduan maka perlu bantuan tenaga medis maupun terapis agar bisa menghentikan rokok tersebut,” jelasnya.

Di akhir materi seminar juga menghadirkan praktisi hipnoteri Dr. Hanung Prasetyo, A.Md.Akup., S.Kp., S.Psi., M.Si yang menjelaskan hipnoterapi menghentikan kebiasaan merokok.
“Hipnoterapi bukan sihir atau hal gaib, melainkan teknik hipno yang dilakukan secara sadar bagi yang menjalani tanpa efek samping bagi kesehatan,” katanya.
Dijelaskan jika hipnoterapi bisa menangani masalah kecanduan seperti halnya merokok. Salah satu sesi, Hanung mencoba menerapi seorang perokok dengan metode hipnoterapi.

“Dasar hipnoterapi adalah kesadaran dalam diri untuk berhenti merokok. Apabila tidak dimunculkan kesadaran maka hipnoterapi akan sulit merubah kebiasaan seseorang,” katanya sambil menghipnoterapi salah satu peserta.
Dengan pendekatan medis dan hipnoterapi maka para pecandu rokok bisa berhenti secara sadar dan tidak mengalami kecanduan kembali. (ndi)
———–
Klinik Widjaja Asthma Center
Jl Dharmahusada Indah Timur No 7 Surabaya
60115
Melayani : Spesialis Paru, Spesialis Jantung, Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Andrologi, dan Spesialis Dermatologi dan Venerologi.
