• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Laos Menyebar Nyamuk Terinfesi Wolbachia Guna Menekan Aedes Aegypti
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pemerintahan

Laos Menyebar Nyamuk Terinfesi Wolbachia Guna Menekan Aedes Aegypti

Redaktur III Minggu, 24 Agustus 2025
Share
3 Min Read
Nyamuk / foto: Alodokter
Nyamuk / foto: Alodokter

Aktual.co.id – Pemerintah Laos tengah disibukkan memberantas nyamuk Aedes aegypti untuk peningkatan demam berdarah. Guna menekan perkembangan nyamuk Aedes aegypti, pemerintah Laos menyebar nyamuk yang terinfeksi Wolbachia untuk dilepaskan di tujuh distrik ibu kota Laos, Vientiane.

Langkah ini didasarkan pada kesuksesan proyek percontohan pada 2022, yang melibatkan pelepasan nyamuk Wolbachia di sejumlah wilayah kota, melindungi 32 desa dan hampir 86.000 orang.

Wolbachia merupakan bakteri alami dan aman yang mengurangi kemampuan nyamuk Aedes aegypti pembawa demam berdarah untuk menularkan virus antarmanusia.

Nyamuk yang membawa bakteri ini bereproduksi dengan nyamuk Aedes aegypti liar di daerah tersebut, sehingga Wolbachia diturunkan kepada keturunannya.

Pha That Luang yang ikonik di Laos / Foto: Net
Pha That Luang yang ikonik di Laos / Foto: Net

Banyak warga telah menyatakan dukungan kuat terhadap upaya yang sedang berlangsung itu, terutama di kalangan mereka yang mengutamakan perlindungan lingkungan.

Baca Juga:  Pemkab Banyuwangi Siapkan Logistik dan RSUD Blambangan untuk Penanganan Kapal Tenggelam

Khonesavanh, seorang warga ibu kota itu, memandang metode tersebut sebagai solusi ramah lingkungan dan cerdas yang melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga lingkungan alam.

Dia yakin pendekatan tersebut menawarkan bentuk perlindungan yang berkelanjutan dan jangka panjang, dan mengatakan metode itu meminimalkan dampak negatif bagi manusia dan alam.

“Saya merasa puas bahwa pemerintah kita telah memilih metode yang tidak hanya membantu mencegah dan mengurangi penyebaran penyakit, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap perlindungan lingkungan dan efektivitas secara keseluruhan,” katanya pada Sabtu (23/8).

Menurut laporan Kementerian Kesehatan Laos, Laos melaporkan 2.614 kasus demam berdarah pada paruh pertama 2025, menandai penurunan yang signifikan dibandingkan dengan 5.192 kasus yang tercatat pada periode yang sama di 2024.

Baca Juga:  Hasan Nasbi Sebut Diperintahkan Lanjut Pimpin PCO

Sementara itu, tidak ada laporan kematian akibat demam berdarah di negara tersebut dari Januari hingga Juni, dibandingkan dengan tiga kematian pada periode yang sama di 2024.

Molakod, seorang mahasiswa kedokteran, mengatakan demam berdarah memerlukan perhatian serius, karena sulit didiagnosis pada tahap awalnya tetapi dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa jika tidak diobati tepat waktu.

Molakod mengatakan dirinya mengapresiasi langkah-langkah proaktif pemerintah dalam memerangi demam berdarah, seraya menambahkan bahwa perjuangan ini jauh dari kata selesai.

“Pemerintah telah melakukan bagiannya, kini giliran kita untuk melakukan bagian kita. Kita semua perlu merawat rumah dan halaman kita, serta memastikan bahwa kita tidak memberikan tempat bagi nyamuk untuk berkembang biak, terutama selama musim hujan,” kata Nilamon (35), seorang warga Provinsi Vientiane.

Baca Juga:  Kemenag RI Menilai Gus Elha Cium Anak Kecil Tidak Pantas

Nilamon meyakini bahwa kekuatan sesungguhnya terletak pada aksi masyarakat. Dia mendesak warga di seluruh negara itu untuk memikul tanggung jawab pribadi dengan menjaga kebersihan dan keamanan rumah serta lingkungan sekitar mereka.

Hingga 16 Agustus, Laos telah melaporkan 6.746 kasus demam berdarah, termasuk satu kematian. Jumlah kasus tertinggi tercatat di Vientiane yang melaporkan 3.405 infeksi. (ndi/ANTARA)

SHARE
Tag :Aedes aegyptiDemam BerdarahLaosNyamuk Wolbachia
Ad imageAd image

Berita Aktual

Tangkapan layar instagram wargajakarta.id/ Foto: instagram
Awas Video Statement Wanita Jadi Tentara AS Diduga AI
Rabu, 21 Januari 2026
Presiden Emmanuel Macron / Foto: The Guardian
Presiden Macron Kecam Kolonialisme Baru Ala Trump
Rabu, 21 Januari 2026
ilustrasi Chat GPT/ Foto: technocrunch
OpenAI Akan Menambah Fitur Melindungi Pengguna Anak Muda
Rabu, 21 Januari 2026
Boy band BTS / Foto : Doc
Pertunjukan BTS di Lokasi Warisan Budaya Akan Disiarkan Secara Global
Rabu, 21 Januari 2026
Boy Band BTS/ Foto: capture koreanstyle
Layanan Warisan Budaya Menyetujui Gelar BTS di Istana Gyeongbok
Rabu, 21 Januari 2026

Mental Health

ILustrasi mendegar dan empaty/ Foto: freepik

Empati Menjadi Petunjuk Seseorang Memiliki Ketulusan dan Kekuatan

ilustrasi depresi dengan ponsel/ Foto: freepik

Chat Tidak Berbalas Bisa Memicu Diam yang Berarah pada Negatif

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Cara Melatih Ketenangan untuk Mengendalikan Kecemasan

Ilustrasi mengeluh / Foto; Freepik

Cara Mengenali dan Meredam Mengeluh pada Diri Sendiri

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Pendakwah Ning Umi Laila Menikah dengan Gus Anas

Bupati Pati Sudewo Diringkus KPK dalam Operasi Tangkap Tangan

Gerhana Matahari Cincin Api Terjadi pada Tanggal 17 Februari 2026

Pilkada Langsung Vs Pilkada Oleh DPRD

Sebanyak 11 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Dampak Banjir di Pekalongan

More News

Presiden Prabowo Subianto / Foto : Sekretaris Presiden

Prabowo Bersama Pemimpin Negara ASEAN Atur Strategi Hadapi Tarif Trump

Sabtu, 5 April 2025
Pengawasan pelaksanaan TKA di Kemendikdasmen / Foto: Kemendikdasmen

Tes Kemampuan Akademik Hari Pertama Diklaim Berjalan Lancar

Selasa, 4 November 2025
Tangkapan layar siaran Sekretariat Presiden kunjungan Presiden Prabowo di banjir Denpasar / Foto : youtube

Presiden Prabowo Menemui Korban Banjir di Denpasar Bali

Sabtu, 13 September 2025
Korban keracunan MBG/ Foto: courtesy ANTARA

BGN Akan Menanggung Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis

Jumat, 26 September 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id