• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Cara Orang Cerdas Menghadapi Pertemuan dengan Kerabat yang Beracun
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Cara Orang Cerdas Menghadapi Pertemuan dengan Kerabat yang Beracun

Redaktur III Senin, 15 September 2025
Share
4 Min Read
Ilustrari family gathering / Foto: freepik
Ilustrari family gathering / Foto: freepik

Aktual.co.id –  Berkumpul bersama merupakan moment yang membahagiakan. Namun bagaimana jika keluarga tersebut dipenuhi orang yang memiliki sifat racun.

Berikut cara menghadapi keluarga yang mempunyai sifat racun seperti yang ditulis oleh Isabella Case berdasarkan pengalaman serta literatur psikologi.

Bersandar Pada Kesadaran Diri dan Perawatan Diri

Artinya mengenali kapan sudah merasa cukup dan kapan memerlukan rutinitas perawatan diri yang lebih mendalam pasca-pertemuan.

Perawatan diri bisa berbagai cara seperti menulis jurnal, ikut yoga, berolah raga ringan, atau kegiatan yang bersifat rekreasi. Tidak lupa sambal instropeksi diri apakah pertemuan dengan saudara cukup membuat mental membaik.

Fokus pada Hal Positif

Sangat mudah untuk terpaku pada hal-hal yang negatif. Saat salah satu keluarga menekan tombol emosi negative, maka segera perkuat kesadaran awal tujuan untuk pertemuan kali ini.

Tetap fokus pada hal positif agar bisa menekan untuk tidak terlibat dalam perbincangan yang bernada negatif. Menurut Isabella Case, agar tidak terlepas kontrol kepercakapan negatif, catat lebih dahulu bahwa kegiatan nanti adalah hal positif.

Baca Juga:  Kepribadian Wanita yang Tidak Pernah Terlupakan Menurut Psikolog

Gunakan Strategi Keluar yang Penuh Perhatian

Semua akrab dengan ungkapan ‘lawan atau lari.’ Dalam situasi keluarga yang tegang, kecerdasan emosional mencakup mengenali kapan melarikan diri. Namun dilakukan secara wajar dan tidak harus dramatis.

Cara paling nyaman adalah keluar untuk mencari udara yang segar. Seperti pergi keluar rumah, atau penghindaran ke tempat yang tidak jauh dari pertemuan tersebut.

Bersantai beberapa menit dapat memberikan keajaiban saat ketegangan meningkat. Keluar dengan penuh kesadaran bukanlah penghindaran, melainkan istirahat sejenak menyusun kembali pikiran.

Batasi Paparan Negatif Bila Perlu

Terkadang pilihan yang paling penuh kasih adalah menjauh. Jika komentar kerabat yang beracun berulang  tanpa henti, maka pola membatasi interaksi dapat menjadi tindakan perawatan diri.

Ini bukan berarti pemutusan hubungan secara total, namun meminimalkan situasi tidak terpapar pembicaraan negative. Sebab jika terpapar perkataan negative maka menurut Harvard Health , stres kronis berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik, menyebabkan masalah seperti kecemasan dan tekanan darah tinggi.

Baca Juga:  Topeng Kemapaman yang Dianggap Keberhasilan Oleh Sebagian Orang

Beralih dari Reaksi ke Rasa Ingin Tahu

Ketika saudara yang beracun mulai memuntahkan kenegatifan, salah satu hal tersulit adalah menahan keinginan untuk membalasnya. Maka gunakan cara rasa ingin tahu kenapa dia mengatakan hal tersebut.

Cobalah mengajukan pertanyaan, “Mengapa Anda merasa seperti itu?” atau “Apa yang paling Anda khawatirkan tentang hal itu?”

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak dimaksudkan membenarkan pernyataan-pernyataan yang kejam namun mengalihkan pembicaraan dari konfrontasi mentah ke ruang yang lebih reflektif. Sehingga dengan pertanyaan tersebut bisa membelokkan pikiran mereka.

Latihan Kehadiran Tanpa Kesempurnaan

Orang-orang yang memiliki kecerdasan emosional tidak menjadi tamu yang sempurna. Mereka hadir begitu saja dengan kesadaran apa adanya yang dimiliknya.

Jika seseorang mengkritik atau mencemooh pilihan hidup, maka bisa dilakukan pengalihan pembicaraan atau diam tanpa interaksi.

Baca Juga:  Berikut Tanda Seseorang Berada di Lingkungan Racun

Hadir dalam pertemuan dibutuhkan kesadaran tinggi serta latihan agar tidak memicu emosi saat bersama keluarga yang penuh racun.

Siapkan Batasan Mental

Kecerdasan emosional sering kali topik apa yang tidak boleh dibicarakan dan bagaimana menjauh jika keadaan menjadi panas. Jika berkomitmen menghindari perdebatan tentang karier, hubungan, atau keuangan, cobalah berlatih secara mental memberikan tanggapan yang sopan namun tegas. Di sinilah batasan bisa menjadi tidak kentara.

Batasan pribadi membuat merasa aman apa pun yang dikatakan orang lain. Cara ini bukan tentang mengucilkan melainkan untuk melindungi kedamaian diri.

Tetap dalam Ketenangan

Latihan kesadaran dapat  menurunkan respons stres dengan mengalihkan perhatian saat ini. Terapi ketenangan bisa dalam bentuk mengambil napas dalam-dalam beberapa kali atau melakukan meditasi pemindaian tubuh cepat.

Ritual kecil ini berfungsi sebagai pengingat punya pilihan menanggapi konflik. Saat komentar beracun itu muncul maka bisa dideteksi lebih awal sehingga tidak memunculkan respon negatif. (ndi)

SHARE
Tag :gangguan jiwagangguan kepribadianGangguan PsikologiMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ha Jung Woo dan Cha Jung Won / Foto: soompi
Ha Jung Woo dan Cha Jung Won Umumkan Pernikahan
Rabu, 14 Oktober 2026
Antrian pembeli BBM di SPBU Denpasar, Bali/ Foto: ANTARA BALI
Bahlil: Kendaraan Antrian BBM Diduga Karena Isu Distribusi di Bali
Rabu, 14 Oktober 2026
Kepulan asap rudal yang dicegat di Riyadh/ Foto: anadolu
Empat Orang Terluka dan 15 Rumah Rusak Setelah Rudal Houthi Dicegat Jatuh di Riyadh
Rabu, 14 Oktober 2026
Tahanan KPK dalam kasus operasi tangkap tangan di linglungam BNPB keluar dari Gedung Merah Putih KPK/ Foto: courtesy ANTARA
KPK Menahan Lima Orang Tersangka Hasil OTT di Lingkungan BNPB
Rabu, 14 Oktober 2026
Petugas berjuang memadamkan Karhutla/ Foto: Kemenhut
Dampak Polusi Udara Karhutla Terhadap Kesehatan Respirasi
Rabu, 14 Oktober 2026

Mental Health

Ilustrasi Ghosting/ Foto: Psypost

Penelitian Menunjukkan Orang yang Ghosting Memiliki Perasaan Lebih Buruk daripada yang Dighosting

Ilustrasi kebosanan/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Kebosanan Bisa Memicu Sikap Agresif

Ilustrasi peduli terhadap kasus bunuh diri/ Foto: Freepik

Pencegahan Bunuh Diri Menekan Angka Kematian Akibat Bunuh Diri di Dunia

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Penelitian Menyebutkan Kebosanan Bisa Memicu Sikap Agresif

KPK Menangkap 14 Orang dalam OTT di Lingkungan BNPB

Pemerintah Thailand Mendorong Pensiun Dini Bagi Pegawai Negeri Sipil

Tiga Negara Mengeluarkan Bersama Mengutuk Serangan Houthi

Arab Saudi Menangguhkan Penerbangan Setelah Serangan Houthi di Bandara.

More News

Cara Mengatakan Tidak dengan Baik

Senin, 3 Februari 2025
Sifat asli seseorang terlihat ketika dalam tekanan / Foto : freepik

Situasi dalam Hidup yang Bisa Membuka Sifat Asli Seseorang Terungkap

Selasa, 20 Mei 2025
Pembicaraan perlu dua arah sehingga bisa saling memahami isi pembicaraan / Foto : geediting

Orang yang Berbicara Tentang Dirinya Sendiri Dalam Percakapan Menampilkan Perilaku Ini

Jumat, 18 April 2025
Ilustrasi ngobrol dengan pasangan / Foto : freepik

Kalimat yang Dilontarkan Pasangan Manipulatif untuk Mengontrol Pasangan

Senin, 15 September 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id