Aktual.co.id – Lapisan ozon adalah bagian stratosfer bumi yang menyerap sebagian besar radiasi ultraviolet Matahari. Lapisan ini mengandung konsentrasi ozon yang lebih tinggi daripada bagian atmosfer lainnya, meskipun dibandingkan dengan gas-gas lain di stratosfer, konsentrasinya relatif kecil.
Lapisan ozon terutama ditemukan di bagian bawah stratosfer, sekitar 16 hingga 38 kilometer di atas permukaan bumi, bervariasi tergantung kondisi geografis dan musim.
Fisikawan Prancis Charles Fabry dan Henri Buisson menemukan lapisan ozon pada tahun 1913. Pengukuran matahari menunjukkan bahwa radiasi yang dilepaskan dari permukaannya ke permukaan bumi biasanya konsisten dengan spektrum benda hitam yang bersuhu sangat tinggi.
Tetapi tidak ada radiasi di bawah panjang gelombang sekitar 310 nanometer pada ujung spektrum ultraviolet. Hal ini mendorong ilmuwan menyimpulkan radiasi yang hilang pada ujung spektrum ultraviolet diserap oleh sesuatu di atmosfer.
Berdasarkan kutipan National Today, setelah beberapa uji ilmiah, spektrum radiasi yang hilang tersebut akhirnya dicocokkan dengan hanya satu zat kimia yang diketahui, yaitu ozon.
Sifat-sifat zat kimia ini dieksplorasi secara ekstensif oleh ahli meteorologi Inggris GMB Dobson, yang mengembangkan spektrofotometer sederhana yang digunakan mengukur ozon stratosfer dari permukaan tanah.
Mekanisme fotokimia yang membentuk lapisan ozon ditemukan oleh fisikawan Inggris Sydney Chapman pada tahun 1930.
Ozon di stratosfer bumi terbentuk sebagai hasil dari sinar ultraviolet yang menabrak molekul oksigen biasa dengan dua atom oksigen, sehingga memecahnya menjadi atom-atom oksigen individual, yang kemudian atom oksigen tersebut bergabung dengan oksigen utuh.
Dan setiap tanggal 16 September ditetapkan sebagai Hari Ozon Sedunia. Tanggal ini ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1994 berdasarkan penandatanganan Protokol Montreal tentang Zat-Zat yang Merusak Lapisan Ozon pada tahun 1987.
Kebutuhan untuk mendeklarasikan aksi pelestarian lapisan ozon muncul sebagai akibat dari penipisan lapisan tersebut. Pada tahun 2017 penutupan lubang pada lapisan ozon yang diamati akan berdampak hingga 100 tahun berikutnya. (ndi)
