Aktual.co.id – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Herlina Harsono Njoto menanyakan ijin pendirian PT Suka Jadi Logam yang dikeluhkan warga akibat mengeluarkan bau yang tidak nyaman saat dengar pendapat di Komisi C DPRD Kota Surabaya, Rabu (17/9).
“Menurut dari dinas yang bersangkutan, ijin yang diberikan adalah untuk kerajinan dengan luasan maksimal 340 meter persegi. Namun saat ini luas lahan dari PT Suka Jadi Logam menjadi seribu sekian meter persegi,” katanya.
Menurutnya yang tidak kalah penting adalah apakah PT Suka Jadi Logam masih memproduksi kerajinan atau sudah meningkat menjadi industri pabrik.
Disampaikan oleh politisi dari Partai Demokrat ini, jika industri tersebut berubah menjadi pabrik, maka tidak boleh berdiri di kawasan pemukiman.

“Bila sebuah produksi menjadi Industri pabrik, maka harus berpindah ke kawasan industri yang sudah disediakan oleh pemerintah kota,” ungkapnya.
Terkait uji emisi, Herlina butuh data yang akurat, sebab uji emisi yang dilakukan oleh pemerintah kota dilakukan secara acak. “Apakah pada saat uji emisi dilakukan saat jam-jam produksi atau sedang kondisi berhenti, maka perlu pendalam untuk masalah ini,” katanya.
Tapi semua masih dugaan, namun penegasan yang ditekankan oleh Komisi C DPRD Kota Surabaya, kata Herlina adalah perijinan, apakah sebagai pengrajin atau sebuah industri.
“Temuan saat ini adalah pengakuan dari PT Suka Jadi Logam adalah industri kerajinan, sementara keterangan dari warga ada 4 cerobong asap serta pembuangan limbang yang menggunakan pihak ke tiga,” kata Herlina.
Jika keterangan warga ini benar, tambahnya, maka produksi kerajinan PT Suka Jadi Logam ini sudah skala pabrik, oleh sebab itu perlu dipastikan tentang perbedaan antara warga dengan PT Suka Jadi Logam ini.
Dasar dari perijinan inilah menjadi pegangan untuk Komisi C DPRD Kota Surabaya guna melangkah selanjutnya. “Karena dengan mengacu dari perijinan akan terlihat apakah PT Suka Jadi Logam kategori produksi kerajinan atau pabrik,” ungkapnya.
Sebelumnya warga RT4 / RW6 Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya mengeluh terkait bau menyengat yang dikeluarkan oleh salah satu industri emas di wilayahnya.
Hal tersebut disampaikan Mardi selaku ketua RT4/RW6 Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya saat bertemu dengan Komisi C DPRD Surabaya untuk dengar pendapat terkait keluhan bau dari industri emas PT Suka Jadi Logam di Benowo, Surabaya. (ndi)
