Aktual.co.id – Di tengah persaingan ketat di dunia K-pop, band-band pendatang baru hampir tak pernah mendapat kesempatan untuk penampilan terbaiknya.
Termasuk LUN8, boyband di bawah label KPop Fantagio yang mengalami nasib sulit berkembang setelah melakukan debutnya di industri musik sejak tahun 2023.
Untuk mendobrak ketatnya persaingan bisnis industri hiburan, LUN8 kembali meluncurkan ‘LOST’ album baru berisi tiga lagu yang menegaskan grup ini tidak sekadar bertahan, tetapi juga melakukan kalibrasi ulang.
Pada bulan Januari 2025, anggota LUN8, Dohyun dan Ji Eunho sementara waktu mengundurkan diri dari grup dengan alasan masalah kesehatan, sementara anggota lainnya, Eunseop, mengumumkan kepergian resminya.
Unit yang awalnya beranggotakan delapan orang itu menyusut menjadi lima orang, sehingga mengancam memperpendek ambisi Fantagio kembali ke pasar boy band setelah ASTRO.
Namun, alih-alih bubar, grup tersebut justru menambahkan Yuma, seorang penampil Jepang yang tampil di acara audisi MBC “Fantasy Boys”, saat LUN8 menggelar comeback dengan enam anggota.
Dalam sebuah acara media yang diguyur hujan di Distrik Gwangjin, Seoul, pada hari Rabu, para anggota yang terdiri dari, Jinsu, Chael, Takuma, Junwoo, Ian, dan Yuma bertekad melupakan kekacauan formasi mereka.
“Saya sudah mempersiapkan diri begitu lama untuk akhirnya bisa berdiri di atas panggung, dan saya ingin menunjukkan sisi terbaik saya kepada penggemar,” ujar anggota baru Yuma seperti dikutip Korean TImes
Junwoo menambahkan bahwa komunikasi yang konstan telah membantu grup ini cepat akrab. Leader Jinsu menambahkan bahwa perubahan tersebut justru mempercepat kemajuan grup.
“Dengan delapan anggota, formasi koreografi kami lebih fleksibel. Dengan jumlah anggota yang lebih sedikit, kami mengimbanginya dengan keterampilan. Hal itu mendorong perkembangan kami lebih cepat, dan melihat hasilnya memuaskan. Perubahan itu tidak sesulit kelihatannya,” ujarnya.
Menurut Fantagio, album baru yang dijadwalkan rilis pukul meyakinkan tekat grup untuk bersinar lebih terang di tengah ketatnya industri KPop di Korea Selatan.
Lagu utama yang menyandang namanya sendiri merupakan lagu pop-dance yang menekankan sensualitas gelap dan dreamy, diiringi motif siulan yang mudah diingat.
Khususnya, penyanyi-penulis lagu Amerika Stephen Puth, adik dari bintang pop Charlie Puth, turut andil dalam penulisannya, dengan menambahkan sentuhan pop minimalis yang halus dan cocok untuk telinga global.
Takuma menyebutnya suatu kehormatan untuk membawakan lagu dari penulis lagu tersebut, sementara Ian memanfaatkan daya tarik komersialnya.
“Suara siulannya bikin ketagihan. Kami yakin pendengar akan terpikat seperti kami,” ujarnya. Sisa album diakhiri dengan dua lagu lagi ‘Bad Girl,’ yang diiringi drum hip-hop dan riff gitar, dan “Nauty,” yang menggabungkan alur moombahton.
Momentum ini telah membawa LUN8 ke luar Korea. Memasuki tahun ketiga, grup ini baru saja menggelar tur Eropa pertamanya di lima kota dan merilis album penuh Jepang pertama mereka, “Elevation.”
“Berkomunikasi dengan penggemar di luar negeri dalam bahasa lain membuat saya berpikir keras tentang cara terhubung dengan mereka dengan lebih baik. Itu membuat saya ingin tampil di setiap panggung yang kami bisa,” ujarnya Chael.
Sementara itu, Takuma berjanji bahwa comeback ini lebih berbobot. “Sudah tujuh bulan sejak penampilan terakhir membuat panggung ini semakin berharga. Saya ingin setiap penampilan menunjukkan yang terbaik,” ucap Takuma. (ndi)
