Aktual.co.id – Sebuah situs Change.org menggelar poling untuk menjaring kesiapan siswa dalam mengikuti Tes Kemampuan Akademik tahun 2025 yang akan digelar bulan November 2025 nanti.
Situs ini pun mencatat sebanyak 157.643 telah menandatangani petisi tolak Tes Kompetensi Akademik. “Saya sangat terganggu dengan diadakannya Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diumumkan secara mendadak. Tes ini seharusnya diadakan untuk siswa kelas 10 dan 11, bukan kami yang sudah di tahun akhir dan memiliki fokus pada persiapan ujian akhir dan masuk universitas,” ketik seorang yang mengikuti petisi.
Disampaikan salah satu pengisi petisi, tidak adanya pemberitahuan yang jelas mengenai TKA ini menambah beban mental dan stres yang sudah mereka rasakan.
Sebagai siswa kelas akhir, mereka mengatakan telah merencanakan jadwal belajar dan persiapan yang matang untuk menghadapi ujian yang lebih penting yang akan menentukan masa depan mereka. “Dengan adanya TKA yang tiba-tiba ini, kami merasa terganggu secara emosional dan mental,” tulis dalam petisi tersebut.
Sudah seharusnya pihak sekolah kembali mempertimbangkan keberlanjutan program ini dan mengutamakan kesejahteraan siswa.
Dikatakan bahwa mereka membutuhkan perhatian yang lebih besar terhadap apa yang dialami saat ini dan berharap pihak yang berwenang dapat bijaksana dalam pengambilan keputusan.
Sementara di laman Kemendikdasmen menjelaskan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dilatarbelakangi oleh kebutuhan adanya pelaporan capaian akademik individu murid dari penilaian yang terstandar.
Tidak tersedianya laporan capaian akademik individu dari penilaian terstandar pada beberapa tahun terakhir menimbulkan beberapa permasalahan.
Permasalahan muncul terutama pada situasi ketika perbandingan capaian akademik murid yang berasal satuan pendidikan dilakukan, seperti pada proses seleksi.
Pada situasi seleksi yang didasarkan pada data dari hasil penilaian masing-masing satuan pendidikan misalnya data rapor, menimbulkan masalah dalam hal objektivitas dan keadilan.
Maka tujuan dari Tes Kemampuan Akademik adalah memperoleh informasi capaian akademik Murid yang terstandar untuk keperluan seleksi akademik.
Menjamin pemenuhan akses Murid Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal terhadap penyetaraan hasil belajar
Mendorong peningkatan kapasitas pendidik dalam mengembangkan penilaian yang berkualitas Memberikan informasi kepada Murid tentang kekuatan dan kelemahan dalam bidang akademik. (ndi)
