Aktual.co.id – Nama Abdul Wahid bukanlah sosok asing bagi masyarakat Riau. Pasalnya dia dikenal sebagai figur sederhana yang meniti karier politik dari bawah.
Dikutip dari ANTARA Abdul Wahid lahir di Dusun Anak Peria, Kabupaten Indragiri Hilir, pada 21 November 1980 dari keluarga sederhana. Lahir dari anak ketiga dari enam bersaudara. Sejak kecil, kehidupannya ditempa oleh kerasnya perjuangan ekonomi keluarga.
Untuk melanjutkan pendidikan, Wahid kecil tak segan membantu ibunya bekerja di sawah dan kebun warga. Ketika menempuh pendidikan di UIN Suska Riau, Fakultas Tarbiyah jurusan Pendidikan Agama Islam, ia tetap berjuang keras agar tidak menjadi beban keluarga.
Sambil kuliah, Abdul Wahid bekerja sebagai cleaning service di kampusnya. Ia juga pernah menjadi kuli bangunan hanya agar bisa membayar biaya kuliah dan kebutuhan hidup sehari-hari. “Yang penting bisa lanjut sekolah dan tidak merepotkan ibu,” katanya dalam sebuah wawancara beberapa tahun lalu.
Dari lingkungan santri dan kehidupan kampus yang keras itulah karakter gigih Abdul Wahid terbentuk. Ia tumbuh menjadi sosok yang dikenal rendah hati dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial serta organisasi kemahasiswaan.
Pergaulannya yang luas di kampus dan dunia aktivis membuka jalan bagi Wahid mengenal dunia politik. Ia aktif di organisasi kepemudaan dan sosial keagamaan, hingga akhirnya tertarik bergabung dengan partai politik.
Abdul Wahid memilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai kendaraan politiknya. Latar belakangnya sebagai santri membuatnya merasa memiliki kesamaan nilai perjuangan dengan partai yang didirikan oleh para ulama Nahdlatul Ulama tersebut. Dari sinilah karier politik Wahid melesat. Kali pertama terjun ke dunia legislatif dan berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2019.
Dari kursi Senayan, dia menjadi salah satu dari 13 wakil rakyat asal Riau yang duduk di parlemen. Selama di DPR RI, Wahid dikenal vokal memperjuangkan aspirasi masyarakat Riau, terutama sektor pembangunan infrastruktur dan pendidikan.
Dia dipercaya memegang peran strategis sebagai pimpinan di Badan Legislasi DPR RI, sebuah posisi yang memperlihatkan pengakuan atas kapasitas politiknya.
Pada Pemilu 2024, Abdul Wahid kembali maju dari PKB dan berhasil mempertahankan kursinya. Tak hanya itu, ia memperoleh suara terbanyak di antara seluruh calon anggota DPR RI di daerah pemilihan Riau.
Dukungan kuat masyarakat membuat namanya kemudian menguat sebagai calon Gubernur Riau. Dengan latar belakang perjuangan hidup yang inspiratif, ia dianggap sebagai simbol “anak daerah yang berhasil” dan menjadi harapan baru bagi masyarakat Riau.
Akhirnya, pada awal 2025, Wahid resmi dilantik menjadi Gubernur Riau periode 2025–2030. Pelantikan itu dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Penangkapan Abdul Wahid dalam OTT KPK menjadi pukulan berat bagi masyarakat Riau. Sosok yang dulu dielu-elukan karena kerja keras dan kesederhanaannya kini harus berhadapan dengan tudingan korupsi, sebuah ironi yang kerap menghantui pejabat publik di negeri ini. (ndi/ANTARA)
