Aktual.co.id – Media asing Al Jazeera menyoroti jumlah korban yang terjadi di bencana Sumatera Barat. Berita yang diposting tanggal 29 November 2025 tersebut menuliskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia mengatakan pada hari Sabtu bahwa jumlah korban yang terkonfirmasi mencapai 303, dengan lebih daru 100 orang hilang, di kabupaten Agam, Sumatera Barat.
“Jumlah korban tewas diperkirakan bertambah, karena banyak jenazah yang masih hilang, sementara banyak yang belum ditemukan,” kata Suharyanto, kepala BNPB, yang seperti banyak orang Indonesia, hanya menggunakan satu nama.
Memperbarui jumlah korban tewas awal sebanyak 23 orang di seluruh provinsi Sumatera, juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat Ilham Wahab mengatakan pada Jumat malam bahwa 61 orang meninggal dunia dan 90 orang hilang.
“Sebanyak 75.219 orang mengungsi dan 106.806 orang terdampak di seluruh Sumbar,” kata Ilham.
Sebanyak 116 orang kemudian dikonfirmasi tewas di Sumatera Utara, sementara di provinsi Aceh jumlah korban tewas mencapai sedikitnya 35 orang, demikian angka yang dirilis oleh pihak berwenang.
Meskipun hujan deras akhirnya reda pada Jumat malam, di Indonesia, banyak orang masih hilang dan ribuan keluarga telah mengungsi.
Hujan deras menyebabkan sungai-sungai meluap di provinsi Sumatera Utara, Indonesia, banjir bandang menghancurkan desa-desa di lereng gunung, menyapu penduduk, dan menenggelamkan ribuan rumah dan bangunan.
Daerah yang terkena dampak parah sebagian besar terputus akibat jalan yang rusak dan jalur komunikasi yang putus. Upaya bantuan juga terhambat oleh jembatan yang runtuh, jalan yang banjir, dan kurangnya peralatan berat.
Pesawat bantuan terus bekerja mengirimkan pasokan ke daerah yang terkena dampak paling parah di Tapanuli Tengah di Provinsi Sumatera Utara dan daerah lain di wilayah tersebut. (ndi/Aljazeera)
