Aktual.co.id – Rekonstruksi Pondok Pesantren Al Khoziny mulai dibangun dan diharapkan selesai pada waktunya, tidak dikorupsi dan hasilnya berkualitas, demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar saat hadir peletakan baru pertama di Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
“Semoga pembangunan membawa keberkahan buat semua yang terlibat, berkah buat semua yang membantu,” katanya seperti dikutip oleh ANTARA.
Disampaikan bahwa pemerintah telah menganggarkan biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp125 miliar untuk pembangunan Ponpes Al Khoziny.
“Semua aspek pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny sudah ditangani langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU),” katanya.
Rekonstruksi gedung Ponpes Al Khoziny dengan lahan seluas 4.157 m² itu akan terdiri dari sebuah gedung utama lima lantai yang akan berfungsi sebagai asrama serta ruang-ruang pendidikan, sementara satu gedung lainnya akan difungsikan sebagai masjid dengan empat lantai.
“Kita semua harus menjadikan momentum hari ini sebagai pengingat, wake up call, penyadar sebagai tempat untuk bangkit melihat dan menata masa depan yang lebih baik,” kata Muhaimin Iskandar.
Kegiatan ini juga dihadiri Bupati Sidoarjo Subandi, perwakian Kementrian/Lembaga yang tergabung Satgas Penataan Pembangunan Pesantren, antara lain Kementerian Agama dan Kementerian PU. (ndi/ANTARA)
