Aktual.co.id – Tanggal 1 Rajab 1447 Hijriah berdasarkan penanggalan hijriah jatuh tanggal 21 Desember 2025 masehi.
Kedatangan bulan Rajab ini menjadi penanda memasuki fase persiapan menuju bulan Sya’ban dan Ramadhan. Rajab berada di antara bulan Jumada al-Akhirah dan Sya’ban dipandang sebagai masa yang baik menyiapkan diri secara spiritual sebelum puasa wajib Ramadhan tiba.
Keistimewaan bulan ini umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, taubat, serta menghindari tindakan yang merusak hubungan sosial dan spiritual.
Bulan Rajab sering dikaitkan peristiwa Isra Mi’raj, perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang menjadi dasar kewajiban shalat lima waktu. Momen ini menambah nuansa reflektif di bulan Rajab.
Memasuki bulan Rajab, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan zikir sebagai tanda rasa syukur dan harapan besar kepada Allah.
Salah satu ibadah yang sering dilakukan di bulan Rajab adalah puasa sunnah. Meski tidak ada puasa khusus yang diwajibkan, ulama umumnya mempersiapkan puasa sunnah yang berlaku umum seperti puasa Senin Kamis atau puasa Ayyamul Bidh.
Dalam pandangan ulama, puasa di bulan Rajab menjadi latihan spiritual jelang Ramadhan. Puasa sunnah dapat meningkatkan kesabaran, kepekaan sosial, dan menjauhkan diri dari hawa nafsu serta kebiasaan buruk.
Puasa juga menjadi bentuk pembersihan jiwa sehingga ibadah lain seperti shalat dan sedekah dapat dilakukan dengan hati yang lebih bersih.
Selain doa dan puasa, terdapat amalan sunnah lain yang dianjurkan selama Rajab. Umat Islam didorong memperbanyak dzikir, membaca Al Qur’an, memperbanyak istighfar di pagi dan sore hari, serta memperbanyak sedekah.
Amalan-amalan ini tidak hanya meningkatkan derajat spiritual, tetapi juga memperkuat rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.
Bacaan dzikir khusus seperti tasbih dan tahmid bisa dilakukan di berbagai waktu di siang dan malam. Sholat sunnah, termasuk sholat malam dan sholat dhuha, juga menjadi bagian dari rangkaian ibadah sunnah yang mengisi bulan Rajab dengan nilai nilai kebaikan. (ndi/berbagai sumber)
