Aktual.co.id – Setidaknya tujuh ledakan dan pesawat terbang rendah terdengar sekitar pukul 2 dini hari waktu setempat pada hari Sabtu di ibu kota Venezuela, Caracas.
Pemerintah menuduh Amerika Serikat menyerang instalasi sipil dan militer di beberapa negara bagian. Terkait hal ini pihak Pentagon mengarahkan agar mengkonfirmasi ke Gedung Putih.
Warganet pun ramai-ramai membicarakan serangan ke Venezuela ini di media sosial.
“Sikap Amerika Serikat terhadap Venezuela, terutama dalam retorika Donald Trump, sesuai dengan pola yang sudah dikenal luas dari sheriff dunia, yakni sebuah negara yang menganggap dirinya berhak untuk campur tangan di mana pun ia anggap sesuai dengan kepentingan sendiri,” ungkap @any***
“Diktator narsis dan imperialis memerintahkan untuk melakukan pengeboman sebuah negara guna menyerang pemerintahan yang tidak diinginkan dan mempersiapkan pencurian sumber daya alam,” ketik @bern**
“Mayoritas rakyat Venezuela merasa senang dengan sebuah intervensi. Serangan-serangan ini ditujukan terhadap pemerintah dan para pengedar narkoba. Mereka direncanakan dan dihitung dengan teliti, bukan bom acak. Jangan beri pendapat jika kalian tidak tahu lebih dari konflik ini,” jelas @blanco***
“Caracas, fasilitas negara kunci sedang dibom oleh Amerika Serikat. Operasi untuk menggulingkan tiran Nicolás Maduro telah dimulai dan ini bisa menjadi awal dari akhir narcochavismo,” ketik @issac***
Ledakan di Caracas terjadi dalam waktu kurang dari 30 menit. Warga di berbagai lingkungan bergegas ke jalan, sementara yang lain menggunakan media sosial untuk melaporkan ledakan tersebut.
Dua jam kemudian, berbagai wilayah kota masih mengalami pemadaman listrik, tetapi kendaraan tetap bergerak bebas.
Asap terlihat mengepul dari hanggar pangkalan militer di Caracas. Instalasi militer lain di ibu kota juga mengalami pemadaman listrik. (ndi/X)
