• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Gencatan Senjata Berlangsung Selama Tiga Hari Perang Rusia dan Ukraina
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Politik

Gencatan Senjata Berlangsung Selama Tiga Hari Perang Rusia dan Ukraina

Redaktur III Sabtu, 9 Mei 2026
Share
4 Min Read
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kiri), Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin/ Foto: Aljazeera
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kiri), Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin/ Foto: Aljazeera

Aktual.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan ada gencatan senjata selama tiga hari dalam perang antara Rusia dan Ukraina.

Melalui unggahan di Truth Social pada hari Jumat, pemimpin AS tersebut mengatakan gencatan senjata akan berlangsung dari hari Sabtu hingga Senin.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa akan ada GENCATAN SENJATA TIGA HARI (9, 10, dan 11 Mei) dalam Perang antara Rusia dan Ukraina,” tulis Trump.

Tak lama kemudian, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengkonfirmasi di X bahwa gencatan senjata selama tiga hari telah disepakati sebagai bagian dari upaya AS untuk menegosiasikan pengakhiran perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Asisten presiden Rusia, Yuri Ushakov, mengatakan kesepakatan ini tercapai selama kontak teleponnya dengan pemerintahan AS. Sebagai balasannya, perwakilan AS telah menghubungi Kyiv.

Baca Juga:  Uya Kuta, Nafa Urbach, Eko Patrio, Ahmad Sahroni dan Adies Kadir Masih Terima Gaji Sebagai Legislatif

Ia mengatakan kesepakatan itu menyusul percakapan telepon baru-baru ini antara Presiden Vladimir Putin dan Trump, di mana kedua presiden menekankan negaranya adalah sekutu selama Perang Dunia II dan juga membahas kemungkinan gencatan senjata selama perayaan Hari Kemenangan.

Sebelumnya, Rusia mengumumkan gencatan senjata sepihak selama dua hari untuk memperingati Hari Kemenangan Perang Dunia II pada 9 Mei, Sabtu lalu.

Ukraina menyatakan bahwa mereka juga telah menawarkan gencatan senjata, tetapi hal itu diabaikan oleh Moskow.

“Permintaan ini diajukan langsung oleh saya,” kata Trump pada hari Jumat, seraya berterima kasih kepada rekan-rekan Rusia dan Ukraina karena telah menyetujuinya.

“Perayaan di Rusia adalah untuk Hari Kemenangan, juga di Ukraina, karena mereka juga merupakan bagian besar dan faktor penting dalam Perang Dunia II. Gencatan senjata ini akan mencakup penghentian semua aktivitas militer, dan juga pertukaran tahanan sebanyak 1.000 orang dari masing-masing negara,” kata Trump.

Baca Juga:  MK Menolak Pembiyaan Pendidikan Dasar Hingga Kuliah oleh Negara

Zelenskyy juga mengkonfirmasi bahwa pertukaran tahanan akan dilakukan. Pembicaraan terus berlanjut mengenai pengakhiran perang, tambah Trump, seraya mengatakan bahwa kita semakin dekat setiap harinya.

Trump menjadikan pengakhiran perang di Ukraina sebagai pilar utama kampanye presidennya tahun 2024, bahkan sesumbar bahwa ia dapat mengakhiri konflik tersebut dalam waktu 24 jam setelah kembali menjabat.

Namun, hampir satu setengah tahun, Washington kesulitan mencapai terobosan, dengan Putin menunjukkan sedikit kemauan untuk mengakhiri apa yang telah menjadi perang gesekan yakni perang yang tampaknya ia yakini dimenangkan Rusia pada akhirnya karena ukuran militernya yang sangat besar.

Kendala terbaru dalam perundingan perdamaian yang terhenti adalah wilayah Donetsk di Ukraina timur, yang sekitar tiga perempatnya dikendalikan oleh Rusia.

Baca Juga:  Trump dan Zohram Mamdani Terjalin Saling Memahami Tentang New York

Moskow menuntut agar Kyiv menarik pasukannya dari sebagian wilayah yang gagal direbut oleh pasukan Rusia, tetapi Ukraina menolak, dan bersikeras tidak akan menyerahkan wilayah yang masih berada di bawah kendalinya.

Zelenskyy telah berulang kali menolak gagasan menyerahkan wilayah Ukraina sebagai bagian dari perjanjian perdamaian apa pun.

Namun, Trump dan Walikota Kyiv Vitali Klitschko mengisyaratkan Ukraina pada akhirnya tidak punya banyak pilihan jika ingin mencapai kesepakatan mengakhiri perang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Para pejabat mengatakan bahwa negosiator utama Ukraina, Rustem Umerov, telah tiba di Miami untuk serangkaian pertemuan dengan perwakilan AS karena pembicaraan perdamaian untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina telah terhenti dalam beberapa bulan terakhir. (ndi/Aljazeera)

SHARE
Tag :Amerika SerikatRusiaUkraina
Ad imageAd image

Berita Aktual

Dedi Mulyadi / Foto : Dok
Dedi Mulyadi Menilai Kasus Penganiayaan Dampak Ketidakpedulian Sosial di Lingkungan
Rabu, 24 Juni 2026
Grup Boyband BTS/ Foto: allkpop
Album Arirang BTS Mendapat Pujian dari Media Internasional
Rabu, 24 Juni 2026
Ilustrasi recycle/ Foto: freepik
Berikut Asal Mula Hari Daur Ulang dari Limbah yang Dibuang
Rabu, 24 Juni 2026
Ilustrasi hujan/ foto: freepik
Sebagian Wilayah di Indonesia Berpotensi Hujan Ringan
Rabu, 24 Juni 2026
Beruang Tag ketika menguji keamanan Ford F-150/ Foto: carscoops
Ford Menyewa Beruang untuk Tes Keamanan Mobil F-150 Platinum
Rabu, 24 Juni 2026

Mental Health

Ayah dan putra-putranya/ foto: freepik

Pekan Ayah untuk Mengenang Perjuangan Ayah Buat Keluarga

Ilustrasi pria tersenyum/ Foto: freepik

Berikut Kebiasaan Kecil yang Dilakukan Orang dengan Mental Sehat

Ilustrasi bekerja di depan komputer/ Foto: gemini

Kebiasaan yang Bisa Menghancurkan Kesehatan Seseorang

Ilustrasi mengelola keuangan/ Foto: freepik

Kemampuan Mengelola Keuangan untuk Kehidupan Lebih Tenang

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Bocoran iPhone 18 Akan Mendapatkan Kamera Utama Ukuran Lebih Besar

Nilai Tukar Rupiah Melemah Menjadi Rp17.859 Per Dollar AS

Penguntit Jungkook Asal Brasil Dihukum Penjara dan Dideportasi oleh Pengadilan Korea

AS KLaim Iran Akan Menerima Inspeksi Senjata untuk Kejujuran Nuklir

Mantan Anggota NCT Mark Meminta Maaf Setelah Memicu Kontroversi

More News

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres / Foto : capture ANTARA

PBB Mengkhawatirkan Kondisi Invasi AS ke Venezuela

Minggu, 4 Januari 2026
Kebakaran terjadi di depot minyak Shahran setelah serangan AS dan Israel di Teheran/ Foto: capture Aljazeera

Harga Minyak Melampaui 100 Dollar Per Barel Dampak Perang AS dan Israel Terhadap Iran

Senin, 9 Maret 2026

Pengumuman Sidang Isbat Terlalu Malam Diprotes Warga Indonesia Timur di Medsos

Jumat, 28 Februari 2025
Rantis yang terekam CCTV berada di depan kampus UNISBA / Foto: Capture X

Polda Jabar Menanggapi Tindakan yang Terjadi di Kampus UNISBA

Selasa, 2 September 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id