• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Peringatan Glaukoma untuk Meningkatkan Kesadaran Kondisi Medis Pasien
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Viral

Peringatan Glaukoma untuk Meningkatkan Kesadaran Kondisi Medis Pasien

Redaktur III Minggu, 8 Maret 2026
Share
2 Min Read
Pemeriksaan mata / Foto: national hospital
Pemeriksaan mata / Foto: national hospital

Aktual.co.id – Pekan Glaukoma Sedunia diperingati pada minggu kedua bulan Maret dan berlangsung dari tanggal 8 hingga 14 Maret 2026.

Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran tentang kondisi medis yang memengaruhi banyak orang di seluruh dunia. Peringatan ini bertujuan memprioritaskan deteksi dan pengobatan dini karena glaukoma tetap menjadi salah satu penyebab utama kebutaan di seluruh dunia.

Pekan Glaukoma Sedunia diluncurkan pada tahun 2010 oleh Asosiasi Pasien Glaukoma Sedunia dan Asosiasi Glaukoma Sedunia untuk menyediakan forum bagi siapa pun yang ingin meningkatkan kesehatan mata agar lebih memahami implikasi serius dari glaukoma.

Baca Juga:  Bintang Harry Potter Dikeluarkan dari Konvensi Penggemar Film Tersebut

Glaukoma adalah istilah yang merujuk pada serangkaian penyakit mata yang ditandai dengan kerusakan saraf optik (saraf di mata yang mengontrol penglihatan) secara bertahap dan permanen, dan dapat menyebabkan kebutaan jika tidak diobati.

Peningkatan tekanan intraokular adalah salah satu penyebab terpenting, namun yang memiliki tekanan intraokular normal pun masih dapat menderita glaukoma.

Dua jenis glaukoma yang paling umum, menurut WHO, adalah Glaukoma Sudut Terbuka Primer (POAG), yang dimulai secara bertahap dan Glaukoma Sudut Tertutup (ACG), yang tidak umum, tetapi lebih parah.

Meskipun rata-rata orang memiliki peluang 2,3% untuk terkena glaukoma, kerabat tingkat pertama (FDR) dari pasien yang terkena penyakit ini menghadapi peningkatan risiko hingga 10 kali lipat.

Baca Juga:  TNI AD Selidiki Masuknya Warga ke Area Pemusnahan Amunisi

Akibatnya, mengedukasi FDR tentang pentingnya deteksi glaukoma, yang mencakup evaluasi saraf optik, dapat membantu mencegah banyak kasus baru.

Menurut WHO, glaukoma diyakini sebagai penyebab kebutaan pada 4,5 juta orang. Glaukoma merupakan penyebab utama kebutaan permanen di India, yang memengaruhi sekitar 12 juta orang dan menyebabkan 1,2 juta orang buta.

Di tingkat komunitas, lebih dari 90% kasus glaukoma tidak terdiagnosis. Meskipun sedikit yang diketahui tentang pencegahan glaukoma, deteksi dan pengobatan dini adalah metode ideal untuk menghindari kebutaan akibat glaukoma. (ndi/national today)

SHARE
Tag :GlaukomaKebutaan Glaukoma
Ad imageAd image

Berita Aktual

Choi Seung-ho, kepala serikat pekerja Samsung Electronics/ Foto: reuters
Dialog Terus Berlanjut Antara Pekerja dan Manajemen Samsung Terkait Mogok Kerja
Selasa, 19 Mei 2026
Salah satu rumah sakit di Kongo/ Foto: APNews
Kongo Membuka Tiga Pusat Perawatan Khusus untuk Kasus Virus Ebola
Selasa, 19 Mei 2026
Malcolm X/ Foto: national Today
Hari Malcolm X Mengenang Perjuangan Hak – Hak Sipil
Selasa, 19 Mei 2026
Kapal pesiar MV Hondius di pelabuhan Rotterdam / Foto: CNA
KM Hondius Pembawa Hantavirus Berlabuh di Rotterdam untuk Menjalani Disinfektan
Selasa, 19 Mei 2026
Tangkapan layar pengepungan Global Sumud Flotilla oleh militer Israel/ Foto: Anadolu
Misi Global Sumud Flotilla Dicegat Militer Israel di Perairan International Siprus
Senin, 18 Mei 2026

Mental Health

Ilustrasi introvert / Foto : freepik

Banyak Tidak Sadar Kelemahan Justru Kekuatan di Dalam Diri

Makanan bernutrisi/ Foto: Freepik

Studi Menyebutkan Konsumsi Makanan Bernutrisi Menekan Risiko Depresi

Tanda wanita tidak bahagia adalah kecemasan / Foto : Freepik

Studi Menemukan Intervensi Kesehatan Mental Lewat Medsos Mampu Mengurangi Kecemasan

Ilustrasi pria dan ponsel/ foto: freepik

Peneliti Menyebutkan Berhenti dari Medsos Tidak Signifikan Menghentikan Stres

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Bocoran Ponsel Huawei Nova 16 Akan Segera Diluncurkan

Lisa BLACKPINK Pamerkan Gelas Seharga Rp23 Ribu di Media Sosial

Harga Emas Antam Turun Rp5.000 Menjadi Rp2,764 juta/gr

Ella Langley Menyapu Bersih Semua Kategori di ACM Awards 2026

WNI Peserta Global Sumud Flotilla Ikut Dicegat oleh Pasukan Israel

More News

Presiden Prabowo Subianto/istimewa

Survei Litbang Kompas: Kepuasan Publik kepada Gerindra Capai 83 Persen

Kamis, 30 Januari 2025
Foto yang dipasang Ganjar memunculkan banyak persepsi./ Foto : X

Ganjar Posting Foto Banteng Vs Beruang Membuat Multipersepsi di Medsos

Sabtu, 22 Maret 2025
Jisung NCT Dream/ Foto: Allkpop

Merayakan Ultah, Jisung NCT Dream Donasi Rp2 Miliar untuk Penelitian Kanker Pankreas

Kamis, 5 Februari 2026
Paus Orca / Foto : Hindustan Times

Kematian Jessica Radcliffe Dimangsa Paus Orca Masih Misteri

Senin, 11 Agustus 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id