Aktual.co.id – Pekan Glaukoma Sedunia diperingati pada minggu kedua bulan Maret dan berlangsung dari tanggal 8 hingga 14 Maret 2026.
Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran tentang kondisi medis yang memengaruhi banyak orang di seluruh dunia. Peringatan ini bertujuan memprioritaskan deteksi dan pengobatan dini karena glaukoma tetap menjadi salah satu penyebab utama kebutaan di seluruh dunia.
Pekan Glaukoma Sedunia diluncurkan pada tahun 2010 oleh Asosiasi Pasien Glaukoma Sedunia dan Asosiasi Glaukoma Sedunia untuk menyediakan forum bagi siapa pun yang ingin meningkatkan kesehatan mata agar lebih memahami implikasi serius dari glaukoma.
Glaukoma adalah istilah yang merujuk pada serangkaian penyakit mata yang ditandai dengan kerusakan saraf optik (saraf di mata yang mengontrol penglihatan) secara bertahap dan permanen, dan dapat menyebabkan kebutaan jika tidak diobati.
Peningkatan tekanan intraokular adalah salah satu penyebab terpenting, namun yang memiliki tekanan intraokular normal pun masih dapat menderita glaukoma.
Dua jenis glaukoma yang paling umum, menurut WHO, adalah Glaukoma Sudut Terbuka Primer (POAG), yang dimulai secara bertahap dan Glaukoma Sudut Tertutup (ACG), yang tidak umum, tetapi lebih parah.
Meskipun rata-rata orang memiliki peluang 2,3% untuk terkena glaukoma, kerabat tingkat pertama (FDR) dari pasien yang terkena penyakit ini menghadapi peningkatan risiko hingga 10 kali lipat.
Akibatnya, mengedukasi FDR tentang pentingnya deteksi glaukoma, yang mencakup evaluasi saraf optik, dapat membantu mencegah banyak kasus baru.
Menurut WHO, glaukoma diyakini sebagai penyebab kebutaan pada 4,5 juta orang. Glaukoma merupakan penyebab utama kebutaan permanen di India, yang memengaruhi sekitar 12 juta orang dan menyebabkan 1,2 juta orang buta.
Di tingkat komunitas, lebih dari 90% kasus glaukoma tidak terdiagnosis. Meskipun sedikit yang diketahui tentang pencegahan glaukoma, deteksi dan pengobatan dini adalah metode ideal untuk menghindari kebutaan akibat glaukoma. (ndi/national today)
