• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: AI Masuk Ruang Redaksi, Pakar Tiga Negara Bahas Dampaknya di CommXperience 2026
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pakar Menulis

AI Masuk Ruang Redaksi, Pakar Tiga Negara Bahas Dampaknya di CommXperience 2026

redaksi Rabu, 17 Juni 2026
Share
5 Min Read
Para pakar dari 3 negara saat membahas masa depan jurnalistik di tengah gempuran AI/dok.aktual.co.id
Para pakar dari 3 negara saat membahas masa depan jurnalistik di tengah gempuran AI/dok.aktual.co.id

Aktual.co.id – Perkembangan artificial intelligence atau kecerdasan buatan menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam konferensi internasional CommXperience 2026 yang digelar Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur. Mengusung tema “SEAnergy: Communication, Culture and Collaboration in Digital South East Asia”, forum ini menghadirkan tiga pemateri dari Malaysia, Indonesia, dan Thailand untuk membahas perubahan besar industri komunikasi khususnya Jurnalistik di tengah masifnya penggunaan AI.

Tiga pemateri tersebut yakni Dr. Nur Izzati Binti Aziz dari Universiti Malaya, Malaysia; Dr. Irfan Wahyudi dari Universitas Airlangga, Indonesia; serta Assist. Prof. Dr. Pariya Ahluwalia dari Thailand. Ketiganya menyoroti AI dari sudut pandang berbeda, mulai dari pendidikan, pekerja migran, hingga industri periklanan. Namun, benang merah dari seluruh paparan tersebut menunjukkan bahwa AI kini menjadi kekuatan baru yang turut membentuk masa depan dunia jurnalistik dan industri media.

Dalam paparannya, Dr. Nur Izzati Binti Aziz menekankan bahwa tantangan era digital tidak lagi sebatas akses terhadap internet dan perangkat teknologi. Menurutnya, kesenjangan digital saat ini juga berkaitan dengan literasi digital, kemampuan ekonomi, serta penguasaan terhadap teknologi maju seperti AI.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN Dorong UMKM Go Digital Lewat Pelatihan Media Sosial dan AI

“Karena itu, dunia pendidikan, termasuk pendidikan jurnalistik, perlu menyiapkan peserta didik agar tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga memahami etika, tanggung jawab, dan dampak sosial dari teknologi tersebut,” kata dia.

Dalam konteks jurnalistik, pandangan tersebut menjadi penting karena AI kini mulai digunakan dalam berbagai proses kerja media, mulai dari pencarian data, penyusunan naskah awal, pengolahan informasi, hingga distribusi konten. Namun, penggunaan AI tetap membutuhkan kemampuan berpikir kritis, verifikasi, dan kepekaan etis. “Tanpa literasi yang memadai, teknologi justru berisiko melahirkan informasi yang keliru, bias, atau tidak akurat,” ujarnya.

Ketua panitia Sigit Andrianto saat menyampaikan sambutannya/dok.aktual.co.id
Ketua panitia Sigit Andrianto saat menyampaikan sambutannya/dok.aktual.co.id

Sementara itu, Dr. Irfan Wahyudi mengangkat isu “AI and Indonesian Migrant Workers”. Ia menjelaskan bahwa pekerja migran Indonesia memiliki kontribusi besar, tetapi masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan akses informasi, kendala bahasa, dan perlindungan hukum di negara tujuan.

“Dalam hal ini, AI dapat membantu menyediakan informasi yang lebih cepat, mudah, dan personal bagi pekerja migran, termasuk mengenai hak-hak ketenagakerjaan, regulasi negara tujuan, hingga layanan darurat,” kata dia.

Isu tersebut juga relevan dengan kerja jurnalistik, terutama dalam penguatan jurnalisme berbasis data dan jurnalisme layanan publik. Melalui AI, media dapat mengolah data mengenai mobilitas, risiko, dan persoalan pekerja migran secara lebih cepat. “Teknologi penerjemahan berbasis AI juga membuka peluang bagi jurnalis untuk menjangkau narasumber lintas bahasa dan memperluas liputan kemanusiaan di tingkat regional maupun global,” tegasnya.

Baca Juga:  Awas, Bau Mulut Menjadi Pertanda Ada Gangguan Paru-Paru

Dr. Irfan menegaskan bahwa AI harus dipandang sebagai alat bantu, bukan pengganti manusia. Teknologi dapat mempercepat akses informasi dan analisis data, tetapi keputusan, empati, dan pemaknaan tetap berada di tangan manusia. Prinsip ini sejalan dengan etika jurnalistik yang menempatkan akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab sosial sebagai hal utama dalam produksi berita.

Adapun Assist. Prof. Dr. Pariya Ahluwalia membahas perkembangan AI dalam industri periklanan di Thailand. Ia menjelaskan bahwa pembahasan AI tidak boleh hanya berhenti pada penggunaan alat teknologi, tetapi perlu dilihat dari perubahan struktur industri, perilaku organisasi, dan transformasi tenaga kerja.

“Industri periklanan telah bergeser dari model yang sepenuhnya berpusat pada manusia menuju pola kerja kolaboratif antara manusia dan AI,” kata dia.

Perubahan tersebut juga terjadi dalam ekosistem media dan jurnalistik. AI kini dapat membantu penulisan naskah, pembuatan visual, produksi video, analisis audiens, personalisasi konten, hingga optimasi distribusi berita. Di satu sisi, teknologi ini membuat proses produksi konten menjadi lebih cepat dan efisien.

Baca Juga:  Mengapa RUU TNI Harus Ditolak?

“Namun di sisi lain, membanjirnya konten berbasis AI juga menimbulkan tantangan baru berupa kejenuhan informasi, penurunan kualitas konten, serta kaburnya batas antara karya manusia dan mesin,” ujarnya.

Dr. Pariya menekankan bahwa AI tidak menggantikan kreativitas manusia, melainkan menjadi mitra kognitif yang dapat memperkuat kemampuan profesional di industri kreatif. Dalam dunia jurnalistik, hal ini berarti jurnalis masa depan tidak cukup hanya menguasai teknik menulis berita, wawancara, dan peliputan lapangan. “Mereka juga perlu memiliki keterampilan analisis data, pemahaman algoritma, literasi AI, etika digital, serta kemampuan mengelola risiko informasi,” imbuhnya.

Melalui tiga paparan tersebut, CommXperience 2026 memperlihatkan bahwa AI telah menjadi bagian penting dari perubahan industri jurnalistik dan komunikasi digital di Asia Tenggara. AI tidak hanya mengubah cara berita diproduksi, tetapi juga cara informasi dikurasi, disebarkan, diterjemahkan, dan diterima oleh publik.

SHARE

Berita Aktual

LSP alias Jenderal Listyo Sigit Prabowo/ Foto: Ist
Tersangka LSP Dikenakan Pasal Berlapis Terkait Penyadapan Ilegal
Selasa, 3 November 2026
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (tengah) menyampaikan keterangan pers di Jakarta/ Foto: capture ANTARA
Yusril Mengajak Masyarakat Percaya Kepada Polri dalam Kasus Penyadapan Ilegal
Selasa, 3 November 2026
Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo / Foto: capture ANTARA
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Tersangka Penyadapan Ilegal Nomor Telepon Presiden
Selasa, 3 November 2026
Kantor Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia/ Foto: Tribun
Polri Memutasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah di Mabes Maupun Kewilayahan
Selasa, 3 November 2026
Petugas berjuang memadamkan Karhutla/ Foto: Kemenhut
Karhutla Berulang, di Mana Tanggung Jawab Presiden?
Selasa, 3 November 2026

Mental Health

Ilustrasi bermain gim bersama teman/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Bermain Bersama Teman Mengurangi Kecanduan Gim Video

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu

Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Bentuk Bumi Berubah Akibat Perubahan Iklim dan Ulah Manusia

WhatsApp Mengumumkan Fitur Baru Termasuk Status Grup

Menikmati Malam Minggu di Inna Tretes Hotel & Resort, Atraksi Api Sengkala Geni Pukau Ratusan Pengunjung

Kostum Potongan Tangan Heidi Klum Memecah Pesta Helloween

Mentan Andi Amran Memastikan Stok Pangan Aman di Saat Kondisi Darurat

More News

Serah terima cinderamata di akhir acara/dok.aktual.co.id

Kolaborasi Riset UPNVJT dan Praktisi Humas Jatim Bahas Optimalisasi AI untuk Penguatan Layanan Publik

Jumat, 28 November 2025
Ilustrasi pemimpin visioner/dok.aktual.co.id

Pemimpin Visioner, Berhati Nurani, dan Masyarakat Disiplin: Duet Maut Menuju Indonesia Maju

Kamis, 7 Mei 2026
Orasi Ilmiah Prof Catur dalam pengukuhan guru besarnya/dok.aktual.co.id

Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Prof. Catur Bongkar Kekuatan Perempuan di Politik Digital

Sabtu, 25 April 2026
Ilustrasi gejolak di Pati/dok.Aktual.co.id

Gagalnya Manajemen Isu dan Krisis Komunikasi Politik: Pelajaran dari Gejolak Pati

Kamis, 14 Agustus 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id