Aktual.co.id – Meskipun asal-usul Hari Strudel Apel Nasional masih belum jelas, namun asal dari hidangan itu sendiri juga agak tidak jelas.
Banyak yang percaya strudel apel adalah hidangan Jerman, tetapi banyak yang menganggapnya hidangan Austria bahkan ada yang mengatakan strudel apel hidangan nasional negara tersebut.
Dikutip dari National today, catatan tertulis tentang makanan penutup ini terdapat di ‘Wienbibliothek im Rathaus,’ yaitu Perpustakaan Balai Kota Wina, dari tahun 1697.
Pada masa pemerintahan Austro-Hungaria di Austria pada abad ke-18, makanan penutup ini sangat populer di kalangan masyarakat. Namun, menurut banyak ahli, strudel apel yang terkenal berasal dari Yunani atau Turki.
Melalui catatan sejarah, popularitas strudel apel di Eropa merupakan hasil dari globalisasi yang berkembang. Jalur perdagangan dan perjalanan internasional menelusuri catatan paling awal tentang strudel hingga manuskrip Asyur dari abad ke-8 SM.
Dalam dokumen-dokumen yang ada, hidangan tersebut digambarkan makanan lengkap yang terbuat dari lapisan kue puff dengan madu dan kacang-kacangan.
Kerajaan Mesopotamia dan penggunaan Jalur Sutra yang luas memastikan kedatangan strudel manis ke Yunani dan Turki. Bagi Yunani, inspirasi tersebut mengarah pada penciptaan ‘güllaç,’ yaitu kue tepung jagung dengan kebaikan delima, air mawar, susu, dan kacang-kacangan.
Di sisi lain, Turki menciptakan ‘baklava,’ yaitu kue manis berlapis-lapis dari berbagai jenis kacang seperti pistachio dan kacang tanah yang telah dipanggang dan dimasak dalam sirup gula.
Kedua hidangan ini dinikmati di bulan Ramadan. Kembali ke strudel, adonan kudapan ini dibuat dengan berulang kali memukul-mukul adonan di atas meja.
Saat lapisan mulai terbentuk, setiap lapisan diisi dengan irisan apel berbumbu dan kacang-kacangan. Dalam resep tradisional, strudel dibentuk menjadi spiral ke dalam wadah pemanggang. Dipanggang hingga adonan benar-benar matang dan berwarna keemasan. (ndi/national today)
