Aktual.co.id – Sony mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka akan berhenti merilis game PlayStation baru dalam bentuk cakram fisik mulai Januari 2028, menandai pergeseran menuju masa depan serba digital untuk bisnis game.
Dalam sebuah unggahan blog, yang dilaporkan oleh Anadolu, perusahaan tersebut mengatakan judul PlayStation baru akan terus dijual melalui pengecer, tetapi salinan fisik akan berisi kode unduhan digital, bukan cakram gim.
Sony mengatakan keputusan tersebut mencerminkan perubahan kebiasaan konsumen dan tren yang lebih luas di seluruh industri hiburan.
“Seiring pergeseran preferensi konsumen dan industri hiburan secara luas dari cakram fisik ke digital, ini adalah arah yang wajar bagi Sony Interactive Entertainment untuk beradaptasi dengan tren konsumen,” kata perusahaan tersebut.
Pengumuman ini datang beberapa hari setelah Rockstar Games mengatakan bahwa Grand Theft Auto VI yang sangat dinantikan akan diluncurkan tanpa cakram fisik, yang menyoroti percepatan pergerakan industri menuju distribusi digital.
Keputusan tersebut menuai kritik dari beberapa tokoh industri game dan pengecer, yang berpendapat bahwa hal itu dapat membatasi hak konsumen dan membuat game menjadi kurang mudah diakses.
Jurnalis game Vikki Blake menggambarkan langkah tersebut sebagai “pukulan telak bagi hak-hak konsumen,” dengan mengatakan bahwa hal itu akan mempersulit pemain untuk meminjamkan, menukar, atau menjual kembali game, sekaligus menimbulkan tantangan bagi pelestarian game.
Christopher Dring, editor dari The Game Business, mengatakan pengumuman itu mengejutkan meskipun unduhan digital telah menjadi cara dominan pengguna PlayStation membeli game.
“Kami masih melihat jutaan dan jutaan game PlayStation terjual sebagai barang fisik,” katanya, menambahkan bahwa keputusan tersebut akan sulit bagi pengecer yang terus bergantung pada penjualan fisik.
Peritel independen AS, Lootbox Gaming, juga mengkritik langkah tersebut, menyebutnya sebagai “serangan” terhadap para gamer, kolektor, dan industri ritel game secara lebih luas.
Sony mengatakan perubahan ini tidak akan memengaruhi judul-judul yang dirilis sebelum Januari 2028. Pengumuman ini juga muncul di tengah kritik yang dihadapi perusahaan terkait kebijakan konten digitalnya setelah mengkonfirmasi bahwa lebih dari 500 film dan acara televisi yang dibeli melalui PlayStation Store akan dihapus dari perpustakaan pengguna menyusul berakhirnya perjanjian lisensi dengan StudioCanal.
Sony belum menyatakan apakah mereka berencana memperkenalkan sistem yang memungkinkan pengguna untuk mentransfer kepemilikan game yang dibeli secara digital. (ndi/Anadolu)