Aktual.co.id – Warganet ramai ramai mengunggak kata kunci Soeharto dan Marsinah di platform media sosial X. Mereka mengkritisi antara korban kekuasaan orde baru Marsinah dengan penguasa rezim Soeharto yang sama sama mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.
Tidak sedikit yang mengatakan jika gelar tersebut tidak sebanding antara Marsinah dan Soeharto, karena keduanya saling berlawanan antara penguasa dan buruh.
“Ini trik wowok untuk meminimalisir gelombang protes Soeharto jadi pahlawan, maka digunakanlah Marsinah sebagai penyeimbang,” ketik @ndakpayu***
“Gak dari dulu , malah baru sekarang bahkan barengan mendapat gelar yang sama dengan pelaku yang punya andil atas pelanggaran HAM masa lalu,” ungkap @kurniawan***
“Marsinah diberi gelar pahlawan dibarengin sama pemberian gelar pahlawan ke penjahat HAM yang melanggengkan tindakan represif ke aktivis dan buruh, bukan bentuk penghormatan, tapi bentuk penghinaan dari rezim ke Marsinah,” ungkap @Raden***
“Marsinah, korban dari mesin kekerasan bernama Orde Baru, diberikan gelar pahlawan bersamaan dengan Soeharto. Pedih dan marah rasanya,” ketik @nabiy***
Presiden Prabowo akhirnya memberikan anugerah gelar Pahlawan Nasional pada Presiden ke-2 Soeharto melalui Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116.TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional ditetapkan di Jakarta 6 November 2025.
Ada 10 tokoh yang dinobatkan sebagai pahlawan nasional salah satunya Presiden ke-2 Soeharto, Marsinah, Presiden ke 4:KH Abdurrahman Wahid. Acara yang digelar di Istana Negara ini dihadiri oleh keluarga serta ahli waris dari penerima gelar Pahlawan Nasional. (ndi)
