Aktual.co.id – Tewasnya dua orang yang diduga mata elang atau penagih hutang di Kalibata Jakarta Selatan menjadi sorotan warganet di media sosial.
Banyak yang menyindir jika wilayah Kalibata bukan wiayah aman terutama untuk dept collector bermain kasar.
“Kalibata ini dekat BAIS dan BIN di Seno Raya. Kok bisa ada gerombolan matel buat onar bakar-bakar warung. Ini sangat memalukan. Sudah saatnya gerombolan Dept Collector itu disikat sampai akar-akarnya. Jikapun ada teman dia yang mati dikeroyok, maka tempuh jalur hukum,” ketik @domsum***
“Jakarta bener bener yaaa habis kebakaran, mobil mbg nabrak murid, terus ini lagi di kalibata ada yang ribut sampe meninggal,” ungkap @tinker
“Lagi liat live yang di Kalibata kasian banget bapak penjual durennya kebakar terus akhirnya bapaknya ngasih ke orang2 disitu. Jahat banget ya Allah dan dia bilang itu durennya baru belanja ya Allah. Kesel banget,” ujar @sebuah***
Sementara kepolisian memastikan pelaku pengeroyokan serta perusakan yang menewaskan penagih hutang atau mata elang di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan Kamis (11/12) dipastikan tidak menggunakan senjata tajam.
Ditegaskan oleh Kapolsek Pancoran Kompol Mansur bahwa pelaku yang diburu itu hanya memakai tangan kosong saat melawan, bukan memakai senjata tajam ataupun pistol.
“Nihil untuk bawa penembakan, senjata tajam dan sebagainya, gak ada,” ujar Mansur. Kepolisian telah periksa enam saksi terkait kasus pengeroyokan serta perusakan yang menewaskan penagih hutang atau mata elang (matel) di seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.
Mengutip ANTARA, Kejadian ini disebabkan karena hutang sepeda motor. Pemilik kendaraan, sampai dengan saat ini, belum menerima uang sepeserpun sehingga mengerahkan temannya untuk menagih.
Diketahui dua orang berinisial MET dan NAT yang bertugas menagih utang itu dikeroyok hingga meninggal dunia. Tak hanya pengeroyokan, sekelompok massa juga melakukan perusakan dengan membakar kios, warung serta kendaraan bermotor. (ndi)
