Aktual.co.id – Seorang pakar tsunami mengatakan bahwa gelombang tertinggi yang diamati setelah gempa kuat pada pekan ini di lepas pantai Jepang utara mencapai pelabuhan sekitar 90 menit setelah gelombang pertama tiba di lokasi tersebut.
Suppasri Anawat adalah lektor kepala di Institut Penelitian Internasional Ilmu Kebencanaan Universitas Tohoku dan seorang pakar di bidang mekanisme tsunami.
Ia menyimulasikan gelombang tsunami menyebar setelah gempa bermagnitudo 7,5 melanda lepas pantai timur Prefektur Aomori pada Senin (08/12/2025).
Anawat mengatakan, hasil menunjukkan energi tsunami terkonsentrasi di sepanjang pantai Hokkaido selatan, Prefektur Aomori, dan Prefektur Iwate utara karena faktor-faktor seperti arah pergeseran patahan.
Dijelaskan bahwa ketinggian tsunami meningkat setelah gelombang yang memantul dari garis lepas pantai bertabrakan dengan gelombang yang menuju ke daratan.
Ilmuwan itu juga menyebutkan bahwa Pelabuhan Kuji di Prefektur Iwate mengamati gelombang pertama pada Senin pukul 23.35 atau 20 menit setelah gempa.
Disampaikan jika gelombang setinggi 70 sentimeter, tertinggi yang tercatat setelah gempa itu, tiba di pelabuhan gelombang kelima tak lama setelah pukul 01.00 pada Selasa (09/12/2025), kira-kira satu setengah jam setelah gelombang pertama mencapai lokasi tersebut.
Mengapa gelombang tsunami yang dihasilkan gempa hanya menimbulkan dampak terbatas, Anawat mengatakan bahwa gelombang tersebut mencapai pantai ketika air surut.
Namun, ia memperingatkan gelombang itu dapat membanjiri daratan dan menyebabkan kerusakan jika mencapai pantai saat air pasang.
Anawat mengatakan masyarakat tidak boleh lengah atau kembali ke rumah meskipun gelombang tsunami pertama rendah.
Ia menambahkan sebaiknya terus berlindung di tempat yang aman sampai peringatan tsunami dan pemberitahuan lainnya dicabut. (ndi/NHK)
