Aktual.co.id – Perwakilan penerima beasiswa dari Pemerintah Kota Surabaya yang tergabung dalam Pemuda Tangguh Surabaya mengadu terkait pencairan beasiswa ke Komisi D DPRD Kota Surabaya.
Disampaikan jika bulan Januari dan Februari 2026 ini waktunya membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda transfer dari Pemkot Surabaya dalam hal ini Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Surabaya.
“Kami sudah menghadap ke kampus, menemuai kemahasiswaan, namun hingga saat ini belum ada tanda beasiswa terbayarkan dari Pemkot Surabaya,” kata Gilang Ardi Pradana, mahasiswa penerima beasiswa yang berkuliah di Universitas Negeri Surabaya.
Kekhawatiran para mahasiswa ini ikut memuncak ketika mendengar ada potongan beasiswa sehingga mereka harus menutup kekurangan pembayaran.
Alasan ini dikaitkan kabar jika ada penambahan kuota penerima beasiswa sehingga berdampak pada penerima beasiswa yang lama menjadi terpotong.
“Kami mendengar informasi jika beasiswa ini ada penambahan jumlah penerima sehingga terdapat pemotongan beasiswa,” katanya.
Beberapa temannya mengaku frustasi bahkan memaksa meminjam dari aplikasi online. Namun, kata Gilang, rencana tersebut ditunda dulu sebelum ada keputusan Pemkot Surabaya terkait pencairan beasiswa.
Sementara itu dr. Zuhrotul Mar’ah, anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya akan mempertemukan mahasiswa dengan pihak Pemkot Surabaya.
“Pertemuan akan kembali digelar pada minggu depan guna mendengarkan penjelasan dari pemerintah Kota Surabaya terkait persoalan ini,” katanya.
dr.Zuhrotul meminta agar Pemkot Surabaya tetap membayarkan UKT kepada universitas tanpa harus pemotongan yang selama ini didengar oleh mahasiswa.
Terkait seleksi penerima beasiswa Mahasiswa Tangguh Surabaya, dr.Zuhro juga meminta kepada Pemkot Surabaya agar menyeleksi calon penerima bea siswa dari kalangan yang benar – benar miskin.
“Kalau kemarin masih bisa lolos warga yang mampu dengan dasar prestasi dari penerima beasiswa, tapi untuk tahun 2026 didahulukan untuk keluarga miskin,” katanya saat ditemui di kantor DPRD Kota Surabaya.
Pihak dewan sudah menganggarkan sebanyak Rp191,8 miliar yang dikhususkan untuk beasiswa. Dirinya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata tentang pencairan anggaran beasiswa tersebut. (ndi)
