Aktual.co.id – Sejarah crepes bermula pada abad ke-13 di Brittany, Prancis. Menurut beberapa sumber, seorang ibu rumah tangga secara tidak sengaja menumpahkan bubur ke atas kompor datar yang panas, karena tidak ingin membuang-buang maka dijadikannya makanan.
Hari Crepes, yang dikenal sebagai la Chandeleur di Prancis dirayakan setiap tanggal 2 Februari. Awalnya sebagai hari raya keagamaan yang terkait dengan Candlemas berasal dari tradisi pagan.
Nah pada hari tersebut, masyarakat Prancis melakukan tradisi makan Crepes. Dipercaya bahwa crepes melambangkan matahari, dan komposisinya mewakili tepung hasil panen yang akan membawa kemakmuran di tahun mendatang.
Crepes dibuat dengan telur, tepung, mentega, susu, dan sedikit garam. Meskipun berasal dari Prancis, crepes kini terkenal di beberapa negara di seluruh dunia. Termasuk bagian Eropa dan Afrika Utara, dengan memiliki modifikasi crepes, seperti crepes apel kayu manis dan crepes cokelat chip.
Ada kepercayaan menangkap crepe dengan wajan setelah melemparkannya ke udara dengan tangan kanan sambil memegang koin emas di tangan kiri akan membuat kaya pada tahun itu.
Bentuk bulat dan warna keemasan crepe menyerupai matahari dan sinarnya, mengisyaratkan perubahan cuaca yang akan dibawa oleh Candlemas.
Untuk sarapan, bisa mencoba crepes diisi dengan buah-buahan, sayuran, keju, dan telur untuk makan siang, diisi dengan kacang rebus atau kalkun, keju, dan salsa. Sebagai hidangan penutup, diisi dengan krim kocok atau isian pai apa pun dan diberi siraman saus beri atau cokelat di atasnya. (ndi/national today)
