Aktual.co.id – Penyiar Noh Hong Chul menarik perhatian setelah mengunggah foto bersama seekor singa di Afrika. Ada tuduhan jika hewan buas tersebut telah dibius.
Sebuah agen perjalanan yang khusus menangani tur Afrika mengunggah foto Noh berpose di belakang seekor singa yang sedang tidur.
“Apakah singa ini terlihat normal bagi Anda? Tidak peduli bagaimana Anda mencoba mengemasnya sebagai momen dongeng dengan seekor singa yang sedang tidur, hewan ini tampaknya sedang dibius,” ungkap akun tersebut mengklaim,
Unggahan selanjutnya menuduh singa itu sering disuntik dengan obat penenang atau sedatif, yang membuat lesu dan tidak responsif.
Unggahan itu mendesak para penonton memperhatikan mata dan perilaku singa, dengan alasan kontak fisik dengan predator liar, termasuk menyentuh atau berjalan di samping mereka, tidak mungkin dilakukan dalam kondisi alami tanpa intervensi kimia.
Akun tersebut merujuk pada film dokumenter tahun 2015 ‘Blood Lions‘ yang mengungkap dugaan praktik di beberapa bagian Afrika yang melibatkan pemberian obat-obatan kepada singa dengan kedok program konservasi atau panti asuhan.
Film dokumenter tersebut mengaitkan operasi dengan industri perburuan dalam kandang yang kontroversial di mana singa yang dibiakkan di penangkaran kemudian diburu.
Sebelumnya, Noh membagikan video di media sosialnya sendiri yang menunjukkan dirinya menyentuh seekor singa yang sedang beristirahat di pohon, berbaring di belakangnya, dan berjalan di sampingnya.
Ia memberi keterangan pada unggahan tersebut dengan frasa seperti “Menyentuh bulu singa yang sedang tidur” dan “Mengincar akhir yang baik,” yang menimbulkan kejutan di antara para penonton.
Sebagian mengkritik praktik yaitu membius hewan liar untuk pariwisata, mempertanyakan standar etika dan kesadaran akan hak-hak hewan.
Yang lain berpendapat bahwa Noh tidak menyadari adanya dugaan penggunaan obat-obatan dan menyatakan tidak jelas apakah sadar berpartisipasi dalam kegiatan yang tidak etis.
Seiring berlanjutnya perdebatan, insiden tersebut memicu kembali diskusi yang lebih luas tentang wisata satwa liar, kesejahteraan hewan, dan tanggung jawab tokoh publik ketika berbagi pengalaman seperti itu di media sosial. (ndi/allkpop)
