Aktual.co.id – Penelitian menunjukkan membaca mungkin lebih ampuh dari yang disadari. Membaca secara teratur dikaitkan dengan tingkat stres yang lebih rendah, daya ingat yang lebih kuat, perlindungan terhadap penurunan kognitif dan demensia, dan umur yang lebih panjang.
“Ketika Anda larut dalam sebuah buku, Anda sering memasuki keadaan seperti trans yang mirip dengan meditasi, dan keadaan itu sangat melindungi,” kata Zoe Shaw, seorang psikoterapis yang berbasis di Los Angeles yang mempelajari membaca dan umur panjang.
Jadi, jika resolusi adalah membaca lebih banyak, mungkin melakukan lebih dari sekadar memperkaya rak buku. Bisa berinvestasi untuk ketahanan emosional dan umur panjang. Berikut hal-hal yang perlu diketahui ketika otak dipakai untuk membaca buku.
Efek Umur Panjang
Para ilmuwan memberikan bobot pada gagasan ini dalam sebuah studi penting dari Yale School of Public Health. Para peneliti mengikuti 3.635 orang dewasa berusia 50 tahun ke atas selama 12 tahun dan meneliti kebiasaan membaca berhubungan dengan kelangsungan hidup.
Peneliti menemukan orang yang teratur membaca buku hidup 23 bulan lebih lama daripada yang tidak membaca sama sekali. Alasan lain mengapa membaca meningkatkan umur panjang adalah karena merupakan bentuk pengurangan stres yang nyata.
Ketika orang membaca, mereka memasuki keadaan mental yang fokus namun kontemplatif. Bagi sebagian orang, membaca menjadi bentuk meditasi.
Seperti bentuk meditasi lainnya, ketenangan yang diberikan oleh membaca dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan umur Panjang.
Membaca Perisai Terhadap Penurunan Kognitif
Hidup lebih lama hanyalah sebagian dari cerita, karena kebanyakan orang juga ingin menjaga kesehatan otaknya seiring bertambahnya usia.
Di sinilah pengaruh membaca menjadi lebih kuat. Sebuah studi penting selama 14 tahun yang diterbitkan pada tahun 2020 menemukan orang dewasa yang secara teratur terlibat dalam aktivitas yang merangsang mental seperti membaca mengalami penurunan kognitif yang jauh lebih lambat daripada mereka yang tidak melakukannya.
Studi besar lainnya yang diterbitkan tahun yang sama menunjukkan membaca dan menulis sepanjang hidup dikaitkan penurunan daya ingat yang lebih lambat. Bahkan di antara orang-orang yang otaknya menunjukkan tanda-tanda penyakit Alzheimer.
Bembaca Memperkuat Daya Ingat, Perhatian, dan Kecerdasan Emosional
Tahun 2022, Stine-Morrow memimpin studi di mana orang dewasa tua ditugaskan membaca novel atau menyelesaikan teka-teki verbal selama delapan minggu.
Kelompok yang membaca menunjukkan peningkatan yang lebih besar baik dalam memori kerja maupun memori jangka panjang.
“Memori kerja adalah kapasitas perhatian yang dibutuhkan untuk mengingat. Inilah yang memungkinkan menyimpan informasi dalam pikiran sambil memproses sesuatu yang baru, yang terus-menerus dibutuhkan saat membaca,” katanya.
Studi ilmu saraf menunjukkan membaca novel meningkatkan konektivitas di wilayah otak yang terkait dengan bahasa dan pemrosesan sensorik. Perubahan ini bertahan bahkan beberapa hari setelah selesai membaca buku.
Nick Buttrick, seorang asisten profesor psikologi sosial di Universitas Wisconsin–Madison, menjelaskan lebih lanjut efek ini. “Orang yang lebih banyak membaca cenderung melihat dunia sosial melalui lensa yang lebih kompleks,” jelasnya, yang membantu dalam memahami dunia sehari-hari dengan cara yang lebih kaya dan tidak terlalu stereotip.
Buku Audio dan Kecintaan Otak Terhadap Kata-Kata
Sebuah studi The Journal of Neuroscience menemukan bahwa otak memproses cerita hampir identik, baik dibaca maupun didengar. Disampaika oleh peneliti bahwa ini bukan menggerakkan mata di atas halaman ini bergulat dengan perbedaan, tantangan, dan hal-hal baru.
Buku audio menawarkan keunggulan unik. Buku audio memungkinkan orang menggabungkan cerita dengan gerakan, seperti berjalan kaki atau berolahraga Kombinasi itu dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan sekaligus meningkatkan daya ingat.
Singkatnya, terlepas dari medianya, membaca adalah aktivitas seluruh otak. Ini melibatkan memori, perhatian, makna, emosi, dan imajinasi sekaligus.
Cara Memulai Membaca Lebih Banyak
Untuk menuai manfaat membaca ini, perlu menjadikannya kebiasaan tetapi tidak perlu melakukan perubahan drastis. Sepuluh hingga 30 menit sehari sudah cukup menciptakan manfaat yang berarti jadi kiat terbaik untuk membaca bukuk secara konsisten.
Penting juga memastikan kebiasaan tersebut menyenangkan bagi diri sendiri. “Pilihlah buku yang benar-benar menarik minat, bukan buku yang menurut buku yang harus baca,” saran peneliti.
Karena, membaca memberikan manfaat yang melampaui sekadar hiburan, tidak peduli kapan mulai. Tidak pernah terlambat untuk menemukan atau menemukan kembali kegembiraan dan manfaat jangka panjang dari membaca. (ndi/national geographic)
