Aktual.co.id – Konser comeback besar-besaran BTS di pusat kota Seoul sudah memicu kontroversi, sebelum acara dimulai. Pihak berwenang sedang mempersiapkan tingkat keamanan dan pengendalian lalu lintas yang belum pernah terjadi sebelumnya di Lapangan Gwanghwamun.
Rekayasa lalu lintas ini memicu keluhan dari beberapa warga dan komentator daring yang mengatakan bahwa tindakan tersebut berlebihan.
Konser yang bertajuk “BTS THE COMEBACK LIVE | ARIRANG” ini sendiri berlangsung tanggal 21 Maret 2026 di alun-alun pusat kota Seoul.
Mengutip dari Korean Times, penyelenggara, polisi dan pemerintah kota memperkirakan sebanyak 260.000 penggemar akan berkumpul menyaksikan pertunjukan tersebut.
Guna mempersiapkan menghadapi kerumunan, para pejabat menetapkan 31 bangunan di dekat alun-alun sebagai lokasi pemantauan prioritas.
Pihak berwenang meminta penutupan sebagian pintu masuk bangunan dan pembatasan akses ke atap dan lantai atas. Langkah ini bertujuan mencegah potensi jatuh korban dari tempat-tempat tinggi dan menghentikan penumpang gratis yang menonton konser dari atap-atap terdekat tanpa tiket.
Persiapan keamanan sangat ekstensif dengan mengerahkan 6.500 petugas polisi dari berbagai divisi termasuk polisi anti huru hara, unit lalu lintas, detektif, tim pencegahan kejahatan, dan pasukan khusus.
Detektor logam juga dipasang di 31 gerbang masuk resmi.
Jalan utama Sejong-daero antara Gwanghwamun dan Balai Kota Seoul, akan ditutup untuk kendaraan mulai pukul 21.00 pada tanggal 20 Maret hingga pukul 06.00 pada tanggal 22 Maret 2026.
Operasi kereta bawah tanah juga akan terpengaruh. Sore hari tanggal 21 Maret 2026, kereta di jalur terdekat akan melewati beberapa stasiun, yaitu Gwanghwamun, City Hall, dan Gyeongbokgung, untuk mengurangi kepadatan penumpang.
Kritik mulai beredar secara daring seiring munculnya detail rencana keamanan tersebut. Beberapa komentator menganggap langkah tersebut berlebihan, menggambarkannya sebagai terlalu berlebihan.
“Jika serumit ini, adakan saja di gedung konser,” ungkap warga di media sosial
“Mengapa menutup jalan dan bisnis yang ramai untuk sebuah konser pop?,” ungkap yang lain
Sebagian lainnya mempertanyakan pemilihan tempat tersebut dengan mencatat Lapangan Gwanghwamun yang terletak di salah satu distrik pemerintahan dan bisnis tersibuk di Seoul.
Sebelumnya, penyelenggara acara telah membahas poin perdebatan lainnya: durasi konser selama satu jam, yang dikritik oleh sebagian penggemar sebagai durasi yang terlalu singkat.
HYBE mengatakan keputusan itu tidak diamanatkan oleh otoritas kota. Sebaliknya, perusahaan tersebut mengatakan mempertimbangkan sifat unik dari ruang publik, keselamatan penonton, pengendalian kerumunan, kemudahan transportasi umum, dan masalah kebisingan di malam hari.
Beberapa gedung di sekitarnya juga mengambil tindakan pencegahan secara mandiri. Gedung KT West, yang terletak di sebelah Lapangan Gwanghwamun, berencana tutup sepenuhnya pada hari konser dengan alasan keamanan.
Restoran dan kafe di dalam gedung juga akan menangguhkan operasionalnya. Sementara, pernikahan yang dijadwalkan di Korea Press Center terdekat akan tetap berlangsung sesuai rencana, meskipun para tamu akan menjalani pemeriksaan keamanan tambahan dengan pemindai genggam.
Terlepas dari keluhan tersebut, beberapa orang di internet mengatakan langkah-langkah keamanan yang ketat diperlukan mengingat skala acara tersebut yang mengerahkan banyak massa.
Beberapa orang menunjuk pada insiden desak-desakan massa saat Halloween di Seoul yang menewaskan lebih dari 150 orang sebagai pengingat pengendalian massa harus ditanggapi secara serius.
Yang lain juga menyebutkan kekhawatiran keamanan global yang lebih luas ketika membahas perlunya peningkatan kewaspadaan.
Konser ini bertepatan dengan kembalinya BTS ke dunia musik yang sangat dinantikan. Grup ini akan merilis album penuh kelima mereka, ‘ARIRANG,’ pada pukul 1 siang tanggal 20 Maret 2026.
Tiket offline untuk pertunjukan di Gwanghwamun terjual habis seketika setelah mulai dijual, yang menegaskan popularitas global grup tersebut yang berkelanjutan. Acara ini juga akan disiarkan langsung secara global di Netflix. (ndi/Korean times)
