Aktual.co.id – Amerika Serikat dan Iran saling baku tembak pada Kamis malam dalam ujian paling serius terhadap gencatan senjata yang telah berlangsung selama sebulan.
Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menargetkan dua kapal di Selat Hormuz dan menyerang daerah sipil, sementara AS bersikeras serangan itu dilakukan sebagai balasan.
Militer AS mengatakan pihaknya menargetkan lokasi-lokasi yang bertanggung jawab atas serangan terhadap tiga kapal perang AS yang melintasi selat tersebut.
Press TV Iran melaporkan setelah beberapa jam baku tembak, situasi di pulau-pulau Iran dan kota-kota pesisir di Selat Hormuz kini kembali normal.
Bentrokan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang keberlangsungan gencatan senjata yang yang sebagian besar telah bertahan selama bulan sebelumnya.
Namun Donald Trump, presiden AS, bersikeras gencatan senjata tetap utuh meskipun terjadi serangan, seperti yang di gambarkan wawancara dengan ABC News sebagai sentuhan kasih sayang.
“Mereka mempermainkan kita hari ini,” kata Trump kepada wartawan, saat kunjungan malam hari ke Reflecting Pool di Washington DC.
Ditanya tentang harapan akan penyelesaian konflik melalui negosiasi, Trump mengatakan kesepakatan mungkin tidak akan terjadi, tetapi bisa terjadi kapan saja.
Komando Pusat AS (Centcom) mengkonfirmasi serangan tersebut bahwa Pasukan Iran meluncurkan beberapa rudal, drone, dan perahu kecil saat USS Truxtun (DDG 103), USS Rafael Peralta (DDG 115), dan USS Mason (DDG 87) melintasi jalur laut internasional.
Centcom mengatakan pasukannya telah melenyapkan ancaman yang masuk dan menargetkan fasilitas militer Iran yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan AS, termasuk lokasi peluncuran rudal dan drone, lokasi komando dan kendali, serta pusat intelijen, pengawasan, dan pengintaian.
“Centcom tidak mencari eskalasi tetapi tetap berada di posisi dan siap untuk melindungi pasukan Amerika,” tambahnya.
Militer Iran menuduh AS melanggar perjanjian gencatan senjata dengan menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran dan kapal lain yang memasuki Selat Hormuz.
“Militer AS yang agresif, teroris, dan bajak laut telah melanggar gencatan senjata,” kata seorang juru bicara militer.
Juru bicara tersebut menambahkan bahwa AS melakukan serangan udara di wilayah sipil di sepanjang pantai Bandar Khamir, Sirik, dan pulau Qeshm, dan bahwa serangan tersebut dilancarkan dengan kerja sama beberapa negara regional.
Mereka mengatakan angkatan bersenjata Iran merespons dengan menyerang kapal-kapal militer AS, yang dilaporkan menimbulkan kerusakan signifikan pada kapal-kapal tersebut.
AS telah menekan Iran membuka kembali selat tersebut, dengan memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Dalam unggahan media sosial pada Kamis malam, Trump memuji awak kapal perusak karena berhasil keluar dari jalur perairan saat berada di bawah tembakan.
Kapal-kapal AS tidak mengalami kerusakan, katanya, sambil menggambarkan para penyerang Iran telah dihancurkan sepenuhnya bersama dengan sejumlah perahu kecil serta rudal dan drone.
Bulan lalu, AS dan Iran menyepakati gencatan senjata bersyarat selama dua minggu yang mencakup pembukaan kembali sementara Selat Hormuz setelah intervensi diplomatik yang dipimpin oleh Pakistan. (ndi/the guardian)
