Terkadang kita merasakan degup jantung tidak teratur, atau mendadak merasa dada berdegup kencang, ataupun sensasi melayang seperti akan pingsan.
Hal-hal tersebut bisa merupakan gejala dari aritmia. Apa itu aritmia? Aritmia adalah kondisi jantung di mana terjadi kelainan pada irama jantung.
Aritmia terjadi ketika sinyal listrik yang seharusnya bekerja memerintahkan jantung untuk berdetak tidak bekerja sebagaimana seharusnya. Aritmia sendiri dapat berbentuk jantung yang terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.
Akan tetapi, sering kali gejala aritmia hanya berlangsung sementara, sehingga sering keluhan pasien sudah menghilang tiba di layanan kesehatan.
Hal ini menyebabkan rekaman listrik jantung / EKG tidak tampak kelainan. Untuk mengatasi kelemahan EKG yang hanya dapat menangkap kelainan irama jantung sesaat, diciptakanlah alat yang dinamakan Holter monitoring.
Holter Monitoring/ Foto: Ist 
Holter monitoring adalah pemeriksaan untuk merekam aktivitas listrik jantung secara terus-menerus menggunakan alat portabel yang ditempelkan di dada sehingga diharapkan dapat menangkap kelainan listrik jantung yang jarang-jarang munculnya.
Pemeriksaan ini umumnya dilakukan selama 24 jam, tetapi pada kondisi tertentu dapat berlangsung hingga 48 jam atau lebih sesuai dengan kebutuhan.
Holter monitoring dapat mengevaluasi aktivitas listrik jantung selama pasien melakukan aktivitas sehari-hari di luar fasilitas kesehatan.
Atrial Fibrillation yang sering disingkat sebagai AF, adalah contoh lain dari aritmia. Atrial Fibrillation sendiri meningkatkan resiko stroke secara signifikan di mana AF menyumbang 40% angka stroke pada pasien di atas usia 80 tahun.
Sebuah penelitian di Amerika Serikat pada tahun 2012 menunjukkan AF menyebabkan lebih dari 70 ribu kasus stroke baru per tahunnya dan mencakup 10-12% dari seluruh kasus stroke.
Diperkirakan terdapat sekitar 33 juta manusia di seluruh dunia yang menderita AF. Angka tersebut dianggap terlalu rendah karena sering kali AF tidaklah bergejala dan banyak orang yang tidak menyadari dirinya menderita AF sampai sudah terjadi insiden stroke.
Pemeriksaan Holter monitoring juga dapat digunakan untuk pemeriksaan awal untuk evaluasi keberadaan Atrial Fibrillation.
Apabila ditemukan AF, maka dokter jantung akan melakukan langkah pencegahan stroke sesuai dengan tingkat resiko masing masing orang.
Pemasangan Holter Monitoring dilakukan di rumah sakit dan klinik Widjaja Asthma Centre dengan prosedur pemasangan yang relatif sederhana sekitar 10-15 menit, tidak menimbulkan rasa sakit, dan dapat dilakukan secara rawat jalan.
Pasien akan pulang melanjutkan aktivitas dengan tetap terpasang holter sambil mencatat keluhan dan jam kejadiannya.
Lalu keesokan harinya pasien kembali untuk melepas mesin holter dan memasukkan data rekaman jantung 24 jam ke dalam computer.
Setelah itu dokter spesialis jantung akan melakukan evaluasi terhadap rekaman holter 24 jam tersebut sembari mencocokkan dengan catatan dan keluhan pasien.
Jika masih memiliki pertanyaan terkait penggunaan holter monitoring atau ingin memastikan apakah pemeriksaan ini sesuai dengan kondisi Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung, dokter spesialis syaraf, atau dokter spesialis penyakit dalam anda. Anda juga dapat melakukan reservasi untuk pemeriksaan holter monitoring pada klinik Widjaja Asthma Centre.

dr. Vianney Tedjamulia, Sp.JP(K), FIHA, FASE
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Klinik Widjaja Asthma Centre
Klinik Widjaja Asthma Centre :
Jl. Dharmahusada Indah Timur No. 7 Surabaya
