Aktual.co.id – Direktur Jenderal WHO Ghebreyesus menyatakan kasus hantavirus yang terdeteksi di kapal penumpang berbendera Belanda MV Hondius, tidak ada kasus baru yang dilaporkan sejak 25 Mei 2026.
Menurut laporan Anadolu, Ghebreyesus menyatakan bahwa kontak terakhir dari seseorang yang terpapar hantavirus di kapal pesiar berbendera Belanda “MV Hondius” telah menyelesaikan masa karantinanya, hasil tesnya negatif, dan telah kembali ke rumah.
”Tidak ada kasus lebih lanjut yang dilaporkan sejak 25 Mei. Oleh karena itu, kami sangat senang mengumumkan bahwa WHO menganggap wabah ini telah berakhir. Jumlah total kasus yang berasal dari wabah ini tetap 13, termasuk tiga kematian. Lebih dari 650 kontak telah diidentifikasi dan dilacak oleh otoritas kesehatan di 33 negara dan wilayah. Meskipun wabah telah berakhir, WHO akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan mitra untuk meningkatkan pemahaman kita tentang wabah ini dan hantavirus secara umum,” katanya
Ghebreyesus menyatakan bahwa mereka sedang mengoordinasikan sebuah studi yang mencakup 21 negara untuk memahami bagaimana penyakit ini berkembang, dan menekankan bahwa studi ini akan mendukung pengembangan diagnostik, pengobatan, dan vaksin untuk wabah di masa mendatang.
Direktur Ghebreyesus menyampaikan terima kasihnya kepada semua negara yang mendukung respons terhadap hantavirus sesuai dengan Peraturan Kesehatan Internasional.
“Di DRC, rata-rata 38 kasus Ebola baru telah dikonfirmasi setiap hari selama dua minggu terakhir.” Ghebreyesus, mencatat wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) terus menyebar, menyatakan, “Selama dua minggu terakhir, rata-rata 38 kasus baru telah dikonfirmasi setiap hari. Hingga hari ini, 1406 kasus telah dikonfirmasi dan 438 orang telah meninggal,” ungkapnya
Ghebreyesus menekankan terus memperkuat respons di bawah kepemimpinan pemerintah DRC, dan mencatat kapasitas pengujian telah ditingkatkan menjadi 10 laboratorium.
Ghebreyesus menjelaskan pelacakan kontak telah ditingkatkan di DRC. “Sekarang 4 dari 5 kontak sedang dilacak, tetapi masih banyak kontak lain yang perlu diidentifikasi per kasus. Kapasitas perawatan juga telah diperluas, dengan sekitar 650 tempat tidur tersedia di 22 pusat kesehatan. Namun, sekitar 96 persen tempat tidur saat ini terisi, dan kami sedang berupaya untuk menambah 300 tempat tidur lagi,” jelasnya
Ghebreyesus menyatakan telah memberikan otorisasi penggunaan darurat tes diagnostik molekuler pertama untuk virus Bundibugyo, yang menyebabkan wabah Ebola. (ndi/Anadolu)
