Aktual.co.id – ada beberilaku anak ketika tidak mendapatkan orang tua yang bisa dihandalkan dalam tumbuh kembang kehidupannya. Kenyataan ini menyakitkan pada anak ketika menapaki kehidupan dewasa kelak.
Menarik Diri dari Situasi Sosial
melihat anak terus-menerus menghindari situasi sosial atau lebih suka menyendiri, bisa jadi ada masalah dalam kehidupannya.
Penarikan diri ini adalah cara mengatasinya atau bentuk perlindungan diri. Dalam dirinya percaya lebih aman menyimpan perasaan daripada membuka diri dan tidak dipahami.
Kemarahan yang Tidak Dapat Dijelaskan
Di permukaan tampak marah namun setelah ditelusuri lebih dalam baru sadar itu bukan luapan marah, melainkan tekanan emosional.
Ketika anak tidak didukung atau disalahpahami, perasaan ini berubah menjadi frustrasi atau kemarahan karena anak kesulitan mengungkapkan perasaannya.
Kuncinya adalah mengenali pola ini. Pahami bahwa kemarahan anak tidak selalu ditujukan kepada orang yang ada disekitarnya, melainkan ekspresi emosi kekacauan batinnya.
Terlalu Bergantung
Perilaku ini berasal dari rasa tidak aman secara emosional. Anak bergantung pada orang tua karena takut sendiri.
Dalam dirinya mencari kepastian seseorang yang bisa memahaminya dan tidak meninggalkannya. Maka luangkan waktu meyakinkan dirinya dan tunjukkan tempat berlindung yang aman di tengah emosi yang bergejolak
Problem Tidur
Ketika anak tidak didukung emosionalnya maka tidurnya akan terganggu. Tidak sedikit yang mengalami kesulitan tidur, terbangun di malam hari, dan mengalami mimpi buruk.
Masalah tidur dapat menyebabkan kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, dan perubahan suasana hati. Jangan anggap remeh hal soal tidur, karena mekanisme bawah sadar mengekspresikan tekanan emosionalnya.
Perubahan Dalam Prestasi Akademik
Anak-anak yang tidak didukung emosional akan menunjukkan perubahan dalam prestasi. Tekanan emosional membuat anak sulit fokus pada akademis.
Gejolak emosinya mengganggunya sehingga sekolah menjadi hal yang tidak penting. Penelitian menunjukkan kesejahteraan emosional anak terkait keberhasilan akademisnya.
Jika ada perubahan prestasi akademis pada anak segera cermati lebih dekat. Bisa jadi teriakan minta tolong sedang berjuang melawan emosi dalam diri.
Kritik Diri Berlebihan
Sangat berbahaya jika anak mencaci diri sendiri atas kesalahan kecil yang dilakukan. Perilaku mengkritik diri adalah berasal dari perasaan tidak aman.
Perasaan ini muncul tentang dirinya tidak cukup baik atau sempurna. Tujuannya untuk mendapatkan cinta serta diterima apa adanya.
Tunjukkan bahwa kesalahan hal yang biasa dan bisa diperbaiki. Beri tahu kepadanya harga diri tidak ditentukan oleh keberhasilan atau kegagalan. Kesalahan adalah kesempatan belajar dan tumbuh bukan sebagai kegagalan pribadi.
Kurangnya Minat pada Kegiatan yang Sebelumnya Dinikmati
Anak-anak biasanya memiliki semangat hidup, menikmati waktu bermain, hobi, dan kegiatan dengan antusias. Namun, saat merasa tidak didukung ama, bisa kehilangan minat pada hal-hal yang pernah disukainya.
Tekanan emosional dapat menghabiskan energi dan fokus anak, sehingga waktu bersenang-senang berkurang. Bukan berarti kehilangan minat melainkan cara mengekspresikan gejolak emosionalnya
Jangan paksa kembali ke kegiatan yang diminati, melainkan dorong untuk lebih bahwa hobinya bisa meredam gejolak emosinya. (ndi)
