Aktual.co.id – Sebuah studi baru menemukan bahwa individu dengan narsisisme yang nyata cenderung memiliki rasa berhak yang lebih besar. Individu-individu ini menunjukkan persepsi yang lebih rendah terhadap keadilan.
Analisis menunjukkan bahwa individu narsistik cenderung merasakan ketidakadilan karena melebih-lebihkan kontribusinya. Penelitian ini dipublikasikan dalam International Journal of Organizational Analysis .
Narsisme adalah sifat kepribadian yang ditandai dengan kemegahan, kebutuhan kuat untuk dikagumi, dan kurang empati terhadap orang lain.
Orang yang memiliki tingkat narsisme tinggi sering kali memiliki rasa penting yang berlebihan dan percaya merasa istimewa atau unik.
Kepribadian ini sering melebih-lebihkan pencapaiannya dan mengharapkan orang lain mengakui keunggulan meski tanpa prestasi.
Orang-orang seperti itu sering kali menunjukkan rasa berhak yang tinggi, percaya layak mendapatkan perlakuan khusus tanpa memandang prestasi atau keadilan.
Pola pikir ini mendistorsi tentang keadilan, yang memandang perlakuan yang sama sebagai sesuatu tidak adil terhadap diri sendiri. Orang yang narsis bisa saja menawan dan percaya diri, tetapi kesulitan menghadapi kritikan atau hinaan.
Meskipun tingkat kepercayaan diri tertentu hal yang normal namun kepribadian narsisme yang tinggi dapat mengganggu hubungan dan fungsi sosial.
Penulis studi Abdelbaset Queiri dan Hussain Alhejji berusaha mengeksplorasi hubungan antara narsisme dan ketidakadilan yang dirasakan di antara karyawan Oman.
Peserta studi mencakup 150 orang yang bekerja di sektor kesehatan, pendidikan, teknologi informasi, ritel, dan keuangan di Muscat dan Salalah, Oman.
Penulis studi secara resmi meminta izin dari departemen sumber daya manusia organisasi yang berpartisipasi mendistribusikan survei di antara karyawan.
Empat puluh delapan persen peserta berusia di bawah 30 tahun, sementara 30% lainnya berusia antara 30 dan 40 tahun. Sembilan puluh enam peserta adalah wanita.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu dengan ciri narsistik yang menonjol cenderung melaporkan rasa berhak dan adanya ketidakadilan yang dirasakan.
“Studi ini menunjukkan bahwa individu narsisisme memandang ketidakadilan sebagai akibat dari perkiraan yang berlebihan atas kontribusi mereka (yakni, rasa berhak),” simpul penulis studi tersebut.
Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman ilmiah hubungan antara narsisme dan persepsi keadilan, serta menyediakan data dari populasi yang jarang dipelajari dalam penelitian psikologi internasional. (ndi/psypost)
