• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Tanda Seseorang Berpura-pura Menjadi Korban Hanya Untuk Manipulasi Orang
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Tanda Seseorang Berpura-pura Menjadi Korban Hanya Untuk Manipulasi Orang

Redaktur III Sabtu, 21 Juni 2025
Share
2 Min Read
Ilustrasi posting di medsos untuk mendapatkan validasi / Foto : Freepik
Ilustrasi posting di medsos untuk mendapatkan validasi / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Penelitian menekankan bahwa mengenali tanda-tanda mentalitas seolah menjadi korban, mempraktikkan belas kasih terhadap diri sendiri, dan diri sendiri perlu dikenali langkahnya untuk membentengi mental diri sendiri.

Dengan mengenali kepribadian manipulasi ini setidaknya bisa meredam agar tidak menjadi bagian dari lingkaran manipulasi.

Polanya utamanya adalah memancing kesedihan, depresi dan trauma bagi yang terlibat dengan orang manipulative tersebut. Berikut ciri – ciri orang yang berperilaku sebagai korban di rangkum dari berbagai sumber tulisan para terapis psikologi.

Mencari Simpati Sebelum Pertemanan

Bila bertemu seseorang secara daring dan tidak sabar untuk menceritakan kisah sedih tentang dirinya, hati hati bisa jadi orang ini melakukan manipulasi untuk menarik perhatian sebagai korban.

Baca Juga:  Neurosains Menjawab Mengapa Menangis Saat Bahagia

Orang ini ingin mendapatkan simpati sebelum mengendal dirinya. Sering kali, ada motif tersembunyi untuk mempengaruhi seseorang agar masuk dalam lingkaran manipulasinya.

Posting di Media Sosial untuk Menarik Perhatian

Perilaku ini akan membagikan pesan yang samar dan ambigu untuk menunjukkan betapa dirinya butuh perhatian.

Pesan yang disampaikan pun samar yang intinya memberikan kesan seolah dia adalah orang yang paling dikasihani. Cara ini dilakukan untuk menebarkan pengaruh agar semua orang memperhatikan dirinya.

Terus Menerus Mencari Validasi

Secara konsisten orang ini memposting tentang keadaan emosionalnya dan secara eksplisit meminta suka, komentar , atau pesan dukungan.

Baca Juga:  Melupakan Rasa Sakit Karena Dighosting

Pencarian validasi adalah cara paling utama bagi orang yang ingin posisinya diakui. Bagi yang tidak mengenali, tentu akan dianggap sebagai sosok yang harus dikasihani.

Menanggapi Komentar Secara Emosional

Karena kategori personal yang rapuh orang ini menanggapi komentar secara emosional untuk memberikan perhatian kepada lingkungan sosial.

Komentarnya pun bisa memicu belas kasihan atau sebaliknya membuat orag yang membacanya terpengaruh emosi yang dilancarkannya.

Secara Konsisten Menunjukkan Perilaku Kontradiktif

Perilaku kontradiktif di sini adalah antara yang diposting di media sosial tidak sama dengan perilaku yang sesugguhnya.

Ini adalah manipulasi agar orang yang mengenalnya sebagai sosok yang baik dan perlu mendapatkan perhatian penuh. (ndi)

SHARE
Tag :gangguan kepribadianGangguan narsisistikMental healthNarsisistik Personality Disorder
Ad imageAd image

Berita Aktual

iPhone 17 / Foto: GSM Arena
Menurut Rumor Bobot iPhone 18 Pro Lebih Tebal 2 Milimeter
Jumat, 10 Juli 2026
Jet tempur F-16 / Foto: anadolu
Pesawat Jet Tempur F-16 Milik Angkatan Udara Yunani Mengalami Kebakaran Saat Terbang
Jumat, 10 Juli 2026
Joko Widodo/ Foto: ANTARA
Joko Widodo Bertakziah ke Rumah Duka Rachmat Gobel di Jakarta
Jumat, 10 Juli 2026
Rahmat Gobel/ Foto: Kompas
Almarhum Rahmat Gobel Dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta
Jumat, 10 Juli 2026
IU dan Lee Jong Suk/ Foto: soompi
IU dan Lee Jong Suk Dikabarkan Putus
Jumat, 10 Juli 2026

Mental Health

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ilustrasi depresi/ Foto: freepik

Peristiwa Negatif Memicu Gejala Depresi pada Remaja Putri dan Putra.

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Polisi Menyita Batangan Emas, Mata Uang Asing dan Uang Tunai Rp479 Miliar dari Rumah Sentul

Nadiem Makarim Resmi Mendaftarkan Pengajuan Banding Kasus Chromebook ke PN Jakpus

Militer AS Kembali Melakukan Serangan Terhadap Obyek Vital di Iran

Johnson Menghadiri Pemutaran Perdana Film Moana Bersama Keluarga

Harga Emas Antam Mengalami Penurunan Rp2.643 Juta Per Gram

More News

Ilustrasi pria tua / Foto : Freepik

Berikut Alasan Orang Tidak Tahan Diperintah Saat Bertambahnya Usia

Minggu, 22 Juni 2025
Aktual.co.id – Gatal tidak melulu karena digigit serangga atau alergi, namun rasa gatal di kulit bisa diakibatkan stress, depresi dan kecemasan. Gatal akibat depresi, stress dan kecemasan ini disebut Dermatitis, yakni peradangan atau iritasi di kulit yang umumnya ditandai dengan kulit gatal, kering, dan kemerahan. Umumnya, menurut data yang dihimpun, gatal dermatitis ini dialami oleh orang yang memiliki kecenderungan stress, cemas, dan depresi. Menurut kutipan alodokter, dermatitis bisa karena alergi, faktor genetik, system kekebalan tubuh, kurang tidur, atau mengalami depresi, gangguan cemas, maupun asma. Gejala pada umumnya adalah gatal, ruam dikulit, bersisik, ruam kemerahan, yang lokasinya bisa di berbagai titik di dalam tubuh, mulai kaki, tangan, ketiak bahkan sebagian kulit kepala. Pengobatan dermatitis disesuaikan dengan gejala yang dialami pasien. Sebagai contoh, dermatitis kontak akibat alergi akan hilang dengan sendirinya jika paparan alergen atau iritan penyebabnya dihilangkan. Oleh karena itu, pasien dianjurkan menghindari kontak dengan alergen dan zat iritan. Selain menghindari kontak dengan alergen dan zat iritan, pasien bisa menggunakan krim atau salep pelembap yang mengandung emolien. Pelembap ini bisa digunakan setelah mencuci tangan, mandi, atau saat kulit kering. Sementara untuk pencegahannya antara lain : -. Tidak mandi menggunakan air yang terlalu panas -. Menggunakan sabun dan sampo yang lembut atau khusus untuk kulit sensitif -. Mengoleskan pelembap dan tabir surya dengan rutin -. Menggunakan sarung tangan ketika mencuci jika mengalami iritasi terhadap deterjen atau sabun cuci -. Berolahraga rutin dan menerapkan pola makan sehat untuk memperbaiki sistem imun -. Berobat dan kontrol secara rutin ke dokter jika menderita asma atau penyakit terkait alergi lainnya Jika ada gejala yang semakin berat segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan yang lebih baik. (ndi)

Dermatitis, Gatal Akibat Tekanan Depresi dan Kecemasan

Rabu, 20 Agustus 2025
Ilustrasi diam/ Foto: freepik

Cara Berkelas Agar Menyesal Dan Gelisah Kehilangan Seseorang

Senin, 2 Maret 2026
Ilustrasi kepribadian gelap / Foto : freepik

Penelitian Mengungkapkan Ciri Kepribadian Gelap Memiliki Kemampuan Melawan Depresi

Kamis, 19 Juni 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id