Aktual.co.id – Sebuah tim di Boston College mengatakan di studinya bahwa bekerja empat hari seminggu dapat membantu pekerja melindungi kesehatan mental.
Peneliti telah melibatkan 100 perusahaan dan hampir 2.900 pekerja di AS, Inggris, Australia, Kanada, dan Irlandia, mengungkapkan perubahan dikaitkan dengan tingkat kepuasan yang di pihak pengusaha dan karyawan.
Hal ini mencakup peningkatan produktivitas dan pertumbuhan pendapatan terhadap dampak positif pada kesehatan fisik dan mental, serta mengurangi stres dan kelelahan .
Sebuah jajak pendapat tahun 2024 terhadap lebih dari 2.000 pekerja purnawaktu di AS menemukan bahwa lebih dari separuh responden melaporkan kelelahan akibat stres di tempat kerja dalam setahun terakhir.
“Ketika orang yang saya wawancarai seseorang klien yang memberi tahu bahwa dirinya tidak akan bekerja lagi di hari Jumat hingga Minggu. Tanggapan yang diterimanya adalah ‘Bagus sekali!’” kenang Juliet Schor, profesor sosiologi yang menjabat di dewan akademis lembaga nirlaba 4 Day Week Global.
Kelompok 4 Day Week Global didirikan untuk menyediakan platform bagi pendukung minggu kerja empat hari.
“Saya pikir itu merupakan lambang bagaimana orang-orang telah mengubah cara berpikir tentang hakikat pekerjaan,” ungkapnya.
Perusahaan-perusahaan tersebut berpartisipasi dalam serangkaian uji coba selama enam bulan yang diselenggarakan oleh 4 Day Week Global.
Program percontohan ini tidak mengurangi gaji pekerja. Data terbaru studi dari uji coba pertama dan kedua, yang melibatkan hampir 33 perusahaan.
Para peneliti, yang juga berasal dari University College Dublin, mengumpulkan informasi dari karyawan melalui survei dan wawancara.
Tim peneliti mengatakan kepada perusahaan bahwa sedang menganalisis perubahan sebelum dan sesudah uji coba. Serta di berbagai negara dan perusahaan, dalam hal demografi karyawan, dan jenis pekerjaan.
“Jam kerja berkurang, kesejahteraan meningkat, dan hasil utama organisasi tetap terjaga. Libur selama 3 hari bisa efektif untuk meningkatkan kinerja karyawan,” jelas profesor madya Wen Fan.
Di hari libur tersebut dapat digunakan karyawan untuk untuk membuat janji dengan dokter dan mengurus urusan pribadi lainnya yang mungkin akan tidak bisa dilakukan pada saat jam kerja.
Namun, pendekatan ini tidak bisa dilakukan oleh semua pekerjaan. Beberapa tempat kerja seperti perusahaan manufaktur, akan kesulitan menerapkan empat hari kerja seminggu.
Peneliti juga belum menguji empat hari kerja seminggu di perusahaan yang sangat besar dengan jumlah karyawan di atas 5.000 orang. (ndi/ independent)
