Aktual.co.id – Ada perbedaan mencolok antara berkomunikasi secara efektif dan menggunakan kata-kata baik dengan kalimat yang merendahkan.
Bagi yang merasa superioritas dengan melemahkan orang lain menurut para psikologi bukan komunikasi yang baik.
Menurut psikolog Isabella Chase ada beberapa kalimat yang tidak pantas diucapkan ketika terlibat dialog dengan seseorang.
“Kamu Terlalu Sensitif”
Ungkapan “Kamu terlalu sensitif” sering digunakan sebagai alat untuk melemahkan dan meremehkan lawan bicara.
Mengenali frasa ini memungkinkan orang mengendalikan kesejahteraan emosional orang lain.
Hindari kalimat ini karena bisa menjadi alat ketidaknyamanan orang lain untuk berkomunikasi dengan diri.
“Aku Melakukan Ini untuk Kebaikanmu”
Ungkapan ini adalah alat manipulatif yang menyamarkan kontrol sebagai kekhawatiran.
Seolah olah berbuat baik kepada lawan bicara atau pasangan padahal alat manipulatif untuk menguasai emosi orang lain.
“Dengan mengenali frasa ini dapat membantu membedakan antara kekhawatiran asli dan manipulasi tersembunyi,” kata Isabella Chase.
Segera analisa kebenaran ungkapan ini jika pasangan atau teman mengucapkan kalimat tersebut.
“Tidak Ada Orang yang Tahan Denganmu Selain Aku.”
Kalimat ini sangat manipulatif seolah hanya dirinya yang sanggup menghadapinya.
Dampak dari kalimat ini membuat orang tidak punya pilihan dan menganggap partnernya lah yang hanya bisa mengurusinya.
“Ini adalah sentimen kejam yang bertujuan membuat penerima merasa tidak layak mendapatkan cinta atau rasa hormat, membuat merasa terjebak dan bergantung,” kata Isabella Chase.
Ini adalah taktik kontrol yang kuat yang sering digunakan oleh individu yang tidak aman untuk mempertahankan kekuasaan dan dominasi.
“Jika Kamu Mencintaiku, Maka Kamu Akan …”
Ungkapan ini adalah contoh klasik dari manipulasi emosional. Dengan mengikat tindakan seseorang ke konsep cinta, manipulator berusaha mengendalikan dan membuat korban merasa bersalah untuk melakukan apa yang diinginkan.
Orang-orang yang merasa tidak aman dalam hubungan sering menggunakan taktik manipulasi, seperti pernyataan yang menimbulkan rasa bersalah, untuk mempertahankan kendali.
“Cinta yang sehat seharusnya tidak pernah melibatkan manipulasi atau kontrol. Sebaliknya, harus didasarkan pada saling menghormati dan memahami,” ungkap Isabella Chase.
“Inikan Hanya Lelucon?”
Ungkapan ini sering digunakan sebagai cara mengalihkan tanggung jawab atas kata-kata yang menyakitkan. Ini adalah bentuk manipulasi yang membuat penerima merasa sensitif dan salah mengungkapkan perasaannya.
Taktik ini sama sekali bukan tentang humor melainkan penghinaan dan kontrol, membuat orang lain mempertanyakan reaksi dan perasaannya sendiri.
“Aku Hanya Jujur.”
Ungkapan ini sering di dengar ketika berbincang untuk penguatan komitmen.
Ungkapan ini sering digunakan oleh prang yang tidak aman sebagai bentuk kontrol. Ini adalah cara untuk meremehkan orang lain dengan kedok memberikan umpan balik yang ‘jujur’.
“Kalimat ini tentang mempertahankan rasa superioritas,” kata Isabella. Dengan mengenali kalimat ini maka akan bisa membedakan antara umpan balik dengan kejujuran yang asli.
“Kami Terlalu Berlebihan.”
Ungkapan ini adalah teknik gaslighting klasik, digunakan untuk membuat orang tmempertanyakan penilaian dan perspektif dirinya sehingga menegaskan kontrol dan menciptakan keraguan diri.
Gaslighting adalah taktik manipulatif yang membuat orang meragukan ingatan, persepsi, atau kewarasannya. Kalimat ini digunakan untuk mendapatkan kekuatan kontrol. (ndi)
