Aktual.co.id – Merasa kesal atau jengkel pada hal kecil sebenarnya menjadi isyarat arus emosional atau psikologis yang tidak terkontrol. Psikolog Tara Whitemore memberikan ciri orang yang merasa terganggu akibat hal kecil di akun blogherald.
Mengalami Stres Dasar
Gangguan dasar, sekecil apa pun, seperti terasa dipukul. Masalahnya stres tingkat rendah membuat sistem alarm otak menjadi sangat sensitif.
Pada dasarnya, seseorang telah menghabiskan sebagian besar bandwidth emosional, sehingga hal-hal kecil yang mengganggu memicu reaksi yang besar.
Memiliki Frustrasi yang Belum Terselesaikan
kekesalan adalah masalah besar yang dialami semua orang, seperti merasa tidak dihargai atau membenci peran yang dipaksakan.
Mengidentifikasi sumber kemarahan dapat membantu meredakan emosi, sehingga kekesalan sehari-hari tidak menjadi medan perang.
Perfeksionis yang Tersembunyi
Berorientasi pada detail memang ada keuntungannya, tetapi dapat menjadi sifat mudah tersinggung yang kronis ketika sudut pandang perfeksionis membesar setiap terjadi perbedaan.
Perfeksionisme juga dapat menciptakan rasa ketegangan seperti dunia tidak “bekerja sama” dengan internal batin seseorang.
Sensitif Kelebihan Sensorik
Ciri ini dapat dikaitkan dengan sifat introvert atau kepekaan yang tinggi. Mengenali lingkungan yang bisa menstimulasi seperti pencahayaan yang lembut, headphone peredam bising, atau pergi ke tempat yang tenang. Mengurangi bombardir sensorik tersebut dapat menenangkan ketegangan dan membuat ketidaknyamanan kecil terasa tidak terganggu.
Tidak Menyuarakan Kebutuhan
Belajar menetapkan batasan atau mengatasi masalah dengan baik bisa mencegah ledakan amarah. Berterus terang pada diri sendiri dapat menyelamatkan dalam memendam dari berbagai kekesalan hal kecil.
Kekurangan Cadangan Emosi Positif
Jika hidup kekurangan kegembiraan, waktu senggang, atau asupan emosi yang teratur, gangguan-gangguan kecil akan mudah muncul.
JIka energy terkuras seperti melewatkan tidur, koneksi sosial, atau outlet kreatif maka bisa menjadi sumbu pendek.
Menanamkan lebih banyak kesenangan atau istirahat ke dalam rutinitas dapat meningkatkan ketahanan terhadap stresor yang membuat stres.
Kebiasaan Mudah Tersinggung
Teknik perilaku kognitif menyarankan untuk mengganti mengeluh dengan pikiran yang positif dan solusif. Ketika mendapati akan marah maka luangkan waktu sejenak untuk bertanya, “Apakah hal ini benar-benar masalah besar?” secara bertahap dapat melatih otak agar lebih tenang. (ndi)
