• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Keyakinan Tentang Kesuksesan yang Ternyata Salah
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Keyakinan Tentang Kesuksesan yang Ternyata Salah

Redaktur III Kamis, 1 Mei 2025
Share
3 Min Read
Kesuksesan selalu diartikan dengan karir, padahal disitu sumber depresi / Foto : Freepik
Kesuksesan selalu diartikan dengan karir, padahal disitu sumber depresi / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Sukses adalah istilah subjektif, yang sering kali terjerat dalam jalinan norma sosial dan keyakinan. Banyak yang meyakini sukses diidentikkan dengan karir, uang, serta kekuasaan.

Berikut ini kesuksesan yang dianggap salah oleh psikolog Alex Navarro yang menjadi pandangan di masyarakat. Padahal pandangan ini menjebak yang bisa membuat orang depresi dibuatnya.

Sukses Adalah Kunci Kebahagiaan

Kepercayaan yang dianggap berbahaya adalah sukses menjamin kebahagiaan. Kepercayaan ini menyiratkan bahwa tingkat kesuksesan adalah pencapaian yang membuat seseorang menjadi nyaman.

Pandangan ini sama sekali tidak benar. Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang diraih di puncak; melainkan sesuatu yang dapat dikembangkan di setiap langkah.

Kesuksesan yang Instan

Dalam dunia yang serba cepat, kerap dibombardir kisah-kisah kesuksesan dalam waktu singkat. Narasi-narasi ini membuat percaya bahwa kesuksesan datang dengan cepat dan mudah. ​​Namun, mari bersikap realistis – kejadian seperti itu merupakan pengecualian daripada aturan.

Baca Juga:  Kecemasan dan Kemarahan Anak Dapat Dilihat dari Pola Asuh Orang Tua

Kesuksesan merupakan hasil dari usaha yang konsisten, ketahanan, dan banyak kesabaran. Ini adalah proses yang lambat yang melibatkan pembelajaran dari kesalahan, mengatasi tantangan, dan bertahan dalam menghadapi kesulitan.

Harus Mengikuti Jalur Tertentu

Banyak yang beranggapan sukses harus melalui tahapan seperti studi di universitas, menjadi sarjana, atau mengikuti standar sertifikasi yang membuat stres.

Ketahuilah mencapai sukses membutuhkan banyak proses panjang melewati haling rintang. Artinya tidak harus linier dengan proses studi yang dijalani. Kesuksesan datang dalam berbagai bentuk dan rupa, dan terkadang, kesuksesan ditemukan di tempat yang paling tidak terduga.

Kesuksesan Bukan Pencapaian Individu

Kita sering mendengar frasa “berhasil dengan usaha sendiri” dilontarkan orang-orang sukses .Keyakinan ini mengabaikan peran penting kolaborasi dan kerja sama tim dalam mencapai kesuksesan.

Baca Juga:  Berikut Self Healing untuk Meredam Rasa Kecewa

Sebenarnya, tidak ada seorang pun yang mencapai kesuksesan sendirian. Di balik setiap orang yang sukses, ada komunitas yang mendukung dan berkontribusi dalam perjalanan.

Belajarlah menghargai orang-orang di sekitar dan kontribusi terhadap perjalanan kesuksesan. Bagaimanapun, kesuksesan lebih manis jika dibagikan.

Kegagalan Dianggap Ketidakmampuan

Ketakutan kegagalan merupakan kepercayaan umum di semua kalangan. Banyak yang beranggapan kegagalan adalah tanda kelemahan atau ketidakmampuan. Padahal kegagalan adalah proses belajar mencapai titik tertinggi kesuksesan

Belajar dari Thomas Edison yang melakukan 1.000 kali percobaan yang gagal untuk menemukan bola lampu.  Ketika reporter bertanya kepadanya bagaimana rasanya gagal 1.000 kali, Edison menjawab, “Saya tidak gagal 1.000 kali. Bola lampu adalah sebuah penemuan dengan 1.000 langkah.”

Baca Juga:  Siswa SMK Siapkan Masa Depan Sejak Dini: Kuliah atau Kerja?

Harus Bekerja Tanpa Henti

Kerja keras sangat penting meraih kesuksesan, tetapi ada perbedaan antara bekerja keras dan bekerja berlebihan . Penting menemukan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan kehidupan profesional.

Tidak ada kesuksesan profesional yang sepadan dengan mengorbankan kesehatan atau kebahagiaan pribadi. Jangan biarkan keyakinan harus bekerja tanpa henti menentukan ukuran kesuksesan.

Sukses Sama dengan Uang

Sukses dikaitkan dengan uang diyakini sebuah pandangan yang sempit. Keyakinan ini mengabaikan nilai pertumbuhan pribadi, hubungan, dan kepuasan hidup.

Kesuksesan bukan hanya tentang besarnya gaji. Kesuksesan tentang merasa puas dengan hidup secara keseluruhan. Jangan biarkan tekanan sosial yang menyamakan kesuksesan dengan kekayaan membatasi perspektif hidup. (ndi)

SHARE
Tag :depresikesehatan jiwaMental healthPsikolog
Ad imageAd image

Berita Aktual

Para pemeran film Salmokji: Whispering Water / Foto: soompi
Film Salmokji: Whispering Water Mencapai Box Office dalam 10 Hari
Jumat, 17 April 2026
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq/ Foto: capture ANTARA
Wamendikdasmen Sidak Jelang Pelaksanaan TKA Tingkat SD
Jumat, 17 April 2026
Yulia Baltschun dan suami/ Foto: IG
Yulia Baltschun Beri Pesan Kepada yang Terjebak Cinta Segitiga Setelah Suaminya Selingkuh
Jumat, 17 April 2026
Masyarakat Lebanon merayakan gencatan senjata/ Foto: aljazerra
Gencatan Senjata 10 Hari Israel dan Lebanon Disambut Gembira Masyarakat
Jumat, 17 April 2026
David Anthony Burke/ Foto: capture BBC
Penyanyi D4vd Ditangkap Atas Dugaan Pembunuhan Gadis Remaja
Jumat, 17 April 2026

Mental Health

Ilustrasi penyakit Chagas/ Foto: national today

Mengenal Penyakit Chagas yang Diperingati 14 April untuk Menekan Penyebaran

Main games strategi bisa meningkatkan kinerja otak/ Foto: freepik

Begini Cara Meningkatkan Kerja Otak Menjadi Maksimal

Ilustrasi cara melihat orang lain / Foto: freepik

Berikut Melihat Karakter Seseorang dari Cara Bersikap

ILustrasi sombong/ Foto: freepik

Berikut Cara Menghadapi Orang yang Sombong

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Bocor Secara Online

Jembatan Suramadu Ditutup Sementara untuk Uji Beban Bentang Tengah

Ford Reorganisasi dengan Meninggalkan Doug Field Sosok Dibalik Kesuksesan Kendaraan Listrik

Ketua Ombudsman RI Ditetapkan Tersangka Korupsi Tambang oleh Kejakgung RI

Meski Sempat Pingsan Anwar Usman Mengaku Lega Purna MK

More News

Sikap tidak konsisten orang tua bisa menyebabkan anak tidak hormat / foto : Istimewa

Sikap Orang Tua yang Menyebabkan Tidak Dihormati Oleh Anak

Kamis, 6 Maret 2025
Skrol media sosial memicu perasaan sepi/ Foto : Freepik

Penelitian Menyebutkan Skrol Media Sosial Menjebak Siklus Kesepian.

Senin, 24 Maret 2025
Kekecewaan akan menjadi kuat dikemudian hari / Foto : freepik

Sikap yang Bisa Mengobati Rasa Sakit Setelah Dikhianati Orang Terdekat

Selasa, 13 Mei 2025
Ilustrasi remote controle TV / Foto : Freepik

Perilaku Orang yang Sering Lupa Menaruh Remote Kontrol saat Menonton TV

Senin, 16 Juni 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id