• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Cara Mengenali dan Meredam Mengeluh pada Diri Sendiri
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Cara Mengenali dan Meredam Mengeluh pada Diri Sendiri

Redaktur III Kamis, 15 Januari 2026
Share
4 Min Read
Ilustrasi mengeluh / Foto; Freepik
Ilustrasi mengeluh / Foto; Freepik

Aktual.co.id – Mengeluh itu mudah, memahami itu sulit. Tapi ironisnya, hidup sering diisi dengan keluhan justru membuat semakin tidak paham apa yang sebenarnya perlu diperbaiki.

Sebuah riset dari Stanford University menunjukkan mengeluh secara rutin dapat merusak koneksi saraf otak yang berhubungan dengan kemampuan berpikir jernih.

Artinya, setiap kali mengeluh tanpa refleksi, otak kehilangan kemampuan untuk berpikir solutif. Mengeluh membuat merasa benar sementara saja, tapi tidak membuat untuk bertumbuh:

Pahami keluhan adalah sinyal, bukan identitas

Banyak orang menjadikan keluhan sebagai gaya hidup, bukan sebagai tanda yang perlu dibaca. Mereka berkata “aku capek banget”, tanpa pernah bertanya apa yang sebenarnya melelahkan.

Padahal, keluhan adalah bahasa tubuh dan pikiran sedang mencari makna. Saat seseorang jenuh dengan rutinitas, itu bukan semata-mata karena aktivitasnya berat, tapi karena tidak menemukan makna di baliknya.

Baca Juga:  Cara Orang Cerdas Emosional Menangani Suasana Hati Orang Lain yang Buruk

Sadari bahwa dunia tidak diciptakan untuk memenuhi ekspektasimu

Sebagian besar keluhan muncul karena realitas tidak berjalan sesuai harapan. Semua ingin dunia bekerja seperti rencana, padahal dunia tidak punya kewajiban untuk itu.

Saat seseorang merasa kecewa banyak yang sering lupa bahwa kehidupan tidak tunduk pada keinginannya, tapi pada dinamika yang jauh lebih kompleks. Memahami bahwa dunia tidak bisa diatur sesuai kehendak membuat lebih rendah hati dalam menerima kenyataan.

Fokus pada kendali, bukan pada keluhan

Salah satu akar keluhan adalah fokus pada hal-hal yang tidak bisa dikendalikan. Banyak orang membuang energi untuk mengeluh tentang politik kantor, cuaca, atau sikap orang lain, padahal tidak ada satu pun yang bisa mereka ubah.

Ketika fokus berpindah ke hal yang bisa dikontrol, misalnya reaksi diri, cara berpikir, atau keputusan yang bisa diambil, hidup menjadi jauh lebih ringan.

Baca Juga:  Kepribadian Sehat Ketika Menjalin Sebuah Hubungan Menurut Psikolog

Belajar membaca makna di balik kesulitan

Setiap kesulitan hidup membawa pelajaran, tapi banyak orang menutup diri dari pelajaran itu karena terlalu sibuk mengeluh.

Ketika seseorang gagal, ia cenderung berkata “hidup ini tidak adil”, padahal hidup sedang mengajarinya sesuatu tentang kesabaran, strategi, atau kedewasaan.
Kurangi keluhan dengan meningkatkan pemahaman

Keluhan sering muncul karena kurangnya informasi dan refleksi. Saat seseorang tidak tahu mengapa sesuatu terjadi, ia mengisinya dengan emosi negatif.

Ubah percakapan internalmu

Mengeluh bukan tentang apa yang dikatakan ke orang lain, tetapi bagaimana berbicara kepada diri sendiri. Banyak orang tanpa sadar hidup dalam dialog batin yang penuh penyesalan dan kekesalan.

Mereka mengulang kalimat seperti “kenapa sih selalu aku?” atau “hidup ini susah banget.” Padahal, cara berbicara dengan diri sendiri menentukan kualitas batin.

Baca Juga:  Kebiasaan Kecil yang Membuat Orang Tidak Disukai Seketika

Praktikkan rasa syukur yang rasional, bukan romantic

Syukur sering disalahartikan sebagai sekadar ucapan manis, padahal hakikatnya adalah kesadaran logis terhadap apa yang masih berfungsi dalam hidup.

Ketika berhenti mengeluh dan mulai menghargai hal-hal yang bekerja dengan baik, hidup terasa lebih seimbang. Misalnya, meski pekerjaan melelahkan, masih ada rekan kerja yang mendukung, atau tubuh yang tetap kuat untuk melanjutkan hari.

Syukur bukan berarti menolak perubahan, tapi memulai dari titik yang sadar: bahwa tidak semua hal buruk, dan tidak semua hal baik datang tanpa usaha.

Dari kesadaran ini, hidup terasa lebih bisa dijalani, karena fokusnya bukan lagi pada kekurangan, tapi pada peluang untuk memahami lebih dalam. (facebook)

SHARE
Tag :Gangguan PsikologiMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ju Haknyeon / Foto: allkpop
Seorang Jurnalis Didakwa Bersalah Karena Pencemaran Nama Baik Ju Haknyeon
Selasa, 2 Juni 2026
Dadan Hindayana / Foto: Ist
Presiden Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana
Selasa, 2 Juni 2026
Petugas kesehatan sedang mengukur suhu badan warga/ Foto: anadolu
Jumlah Kasus Ebola Melampaui 300 di Republik Demokratik Kongo
Selasa, 2 Juni 2026
Athropic AI/ Foto: engagatged
Claude AI Down: Anthropic Konfirmasi Gangguan Layanan
Selasa, 2 Juni 2026
Nadhiem Makarim / Foto : courtesy iNews
Nadiem Mengaku Sedih Dianggap Koruptor Padahal Tidak Ada Buktinya
Selasa, 2 Juni 2026

Mental Health

Ilustrasi pengidolaan terhadap selebriti/ Foto: psypost

Penelitian Menyebutkan Keterkaitan Obsesi Terhadap Selebriti dengan Kecemasan Masa Kecil

Ilustrasi Phubbing/ foto: freepik

Individu dengan Kecemasan Cenderung Depresi Ketika Diabaikan oleh Pasangan

Ilustrasi makan/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Makan Secara Teratur Bisa Meredam Gejala Depresi

Ilustrasi introvert / Foto : freepik

Banyak Tidak Sadar Kelemahan Justru Kekuatan di Dalam Diri

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Seorang Netizen Menerima Hukuman Berat Akibat Ujaran Kebencian Terhadap Artis IU

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berpotensi Berawan

LEMONADE Masuk Puncak Lagu iTunes dan Spotify

Individu dengan Kecemasan Cenderung Depresi Ketika Diabaikan oleh Pasangan

Meta Tengah Mengembangkan Liontin Bertemakan AI

More News

Kelelahan mental bisa menyebabkan depresi / Foto : freepik

Mengatasi Trauma Psikologis yang Mengganggu Keseharian

Jumat, 17 Oktober 2025
Ilustrasi ngobrol bersama teman / Foto : geediting

Jika Memiliki Kebiasaan Menyelesaikan Kalimat Orang Lain Memiliki Kepribadian Ini.

Sabtu, 19 Juli 2025
Ilustrasi kepemimpinan / Foto: Freepik

Penelitian : Pemimpin Radikal Meningkatkan Loyalitas pada Pendukung

Sabtu, 13 September 2025
ilustrasi

Berbohong Disangkutkan Soal Keburukan, Padahal Bisa untuk Kebaikan

Selasa, 11 Februari 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id