• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Literasi HAM di Dunia Maya Mendesak dan Terabaikan
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Big Data

Literasi HAM di Dunia Maya Mendesak dan Terabaikan

Redaktur Senin, 26 Mei 2025
Share
5 Min Read
Ilustrasi Hak Asasi Manusia (HAM)/dok.aktual.co.id
Ilustrasi Hak Asasi Manusia (HAM)/dok.aktual.co.id

Aktual.co.id – Teridentifikasi melalui pembacaan YouTube Video Network tentang Hak Asasi Manusia (HAM), ditemukan pola yang menarik sekaligus mengkhawatirkan: sebagian besar diskursus tentang HAM di dunia maya terjadi secara terfragmentasi, bersifat reaktif terhadap peristiwa, dan belum mengarah pada pemahaman sistemik tentang hak-hak dasar manusia.

Visualisasi jaringan daring ini memperlihatkan bahwa isu-isu HAM menyebar dalam berbagai simpul yang terhubung lemah satu sama lain—mulai dari kasus kekerasan aparat, pengabaian kelompok rentan, hingga eksploitasi di ruang digital. Ini menunjukkan bahwa literasi HAM di dunia maya adalah kebutuhan mendesak, namun belum menjadi kesadaran kolektif.

Dalam pembacaan lanjutan terhadap narasi yang berkembang di media sosial dan platform video digital, muncul banyak isu HAM baru yang sebelumnya tidak terpikirkan namun kini tampak sangat nyata seperti pelanggaran hak atas privasi dalam bentuk penyalahgunaan data pribadi, kekerasan berbasis gender online, atau bahkan “pengadilan digital” yang menghancurkan martabat seseorang dalam sekejap.

Kita sebenarnya menyaksikan sendiri bagaimana kehidupan digital telah menciptakan bentuk-bentuk pelanggaran HAM yang tidak kasat mata namun sangat merusak.

YouTube Video Network tentang Hak Asasi Manusia/dok.aktual.co.id
YouTube Video Network tentang Hak Asasi Manusia/dok.aktual.co.id

Di tengah dinamika tersebut saya ingin menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) yang baru dibentuk dalam Kabinet Prabowo Subianto. Ini bukan duplikasi dari Komnas HAM, melainkan pelengkap dan penguat ekosistem penegakan HAM nasional. Komnas HAM dan LSM tetap menjadi pengawas dan pendorong sementara Kementerian HAM hadir sebagai tangan eksekutif pemerintah dalam merumuskan, menjalankan, dan mengevaluasi kebijakan HAM secara sistematis.

Baca Juga:  Kontestasi Makna ‘Nonaktif’ Anggota DPR: Framing Elit, Sentimen Publik, dan Krisis Wacana Digital

Dengan struktur kelembagaan yang jelas dan mandat yang kuat, kementerian ini berpotensi menjadi penggerak utama perubahan sistemik di bidang HAM. Ia tidak hanya diharapkan menyentuh pelanggaran HAM masa lalu tetapi juga mampu menjawab tantangan kontemporer yang muncul dari perkembangan masyarakat digital dan teknologi disruptif.

Kita hidup di era network society (Manuel Castells) di mana kehidupan sosial, ekonomi, dan politik berlangsung melalui jaringan digital global. Dalam realitas ini transformasi makna HAM tidak terelakkan. Hak atas akses internet, hak atas perlindungan data pribadi, hak atas identitas digital, serta hak untuk bebas dari kekerasan siber kini harus masuk ke dalam definisi perlindungan HAM yang lebih progresif.

Beberapa fenomena baru yang layak diperhatikan seperti Deepfake dan penyalahgunaan identitas digital yang melanggar hak atas martabat pribadi, Cancel culture dan pengadilan netizen yang mencabut hak atas keadilan dan rehabilitasi sosial, Poverty porn yang mengeksploitasi penderitaan masyarakat miskin untuk kepentingan viralitas konten, Sharenting yang mengorbankan privasi anak-anak demi kebutuhan eksistensi orang tua di media sosial, Diskriminasi algoritmik yang memarjinalkan kelompok tertentu dalam sistem informasi digital, dan banyak hal lainnya yang bertebaran di dunia digital khususnya media sosial. Tampat nyata namun belum tersentuh, hal yang sangat mudah terbaca melalui analisis komunikasi big data (ASIGTA). Fenomena-fenomena ini menuntut negara untuk hadir dan responsif tidak dengan pendekatan hukum represif, tetapi dengan kebijakan yang edukatif, preventif, dan kolaboratif.

Baca Juga:  PBB Ikut Mengutuk Serangan Air Keras kepada Andrie Yunus
misery activism di media sosial Twitter/Dok.aktual.co.id
misery activism di media sosial Twitter/Dok.aktual.co.id

Salah satu tantangan terbesar saat ini adalah rendahnya literasi HAM di ruang digital. Banyak pengguna internet tidak menyadari bahwa tindakan-tindakan seperti menyebarkan data pribadi orang lain, melakukan doxxing, atau menyebarkan ujaran kebencian adalah bentuk pelanggaran HAM. Tanpa pemahaman ini demokrasi digital yang kita banggakan dapat berubah menjadi anarki digital.

Kementerian HAM harus menjadikan literasi HAM sebagai arus utama dalam program-program kerjanya. Tidak hanya menyasar masyarakat umum tetapi juga kalangan birokrasi, aparat penegak hukum, industri digital, hingga dunia pendidikan. Pendidikan HAM harus menjadi bagian dari kurikulum sekolah dan kampus, sekaligus menjadi fondasi dalam kebijakan transformasi digital nasional.

Baca Juga:  Ghibli Style dan Kartu Lebaran AI: Siapa yang Untung dan Buntung?

Saya percaya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor dalam membangun ekosistem HAM digital yang adil dan inklusif. Kuncinya adalah kolaborasi antara pemerintah, lembaga independen, komunitas sipil, dunia akademik, dan sektor swasta. Kementerian HAM, dengan mandat dan struktur barunya, memiliki peluang untuk menjadi pengarah utama agenda ini—selama ia mampu bergerak dengan lincah, transparan, dan berpihak kepada warga negara yang paling rentan.

Hak asasi manusia hari ini tidak hanya soal kebebasan dari penyiksaan atau penahanan sewenang-wenang. Ia juga tentang siapa yang mendapat ruang bicara di media sosial, siapa yang dimatikan oleh algoritma, siapa yang bisa mengakses internet dengan aman, dan siapa yang dilindungi dari kekerasan digital. Era digital menuntut redefinisi dan perluasan makna HAM. Dan kini kita memiliki struktur kelembagaan yang bisa—dan harus—mengawal pergeseran itu.

Dr. Irwan Dwi Arianto, M.I.Kom.

Pengasuh Rubrik Big Data di Aktual.co.id

Kepala Laboratorium Integrated Digital – FISIBPOL – UPN “Veteran” Jatim

Founder ASIGTA Group

SHARE
Tag :Hak Asasi Manusia (HAM)
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ilustrasi Hari Santri Nasional/dok.istimewa
Refleksi Hari Tani: Menanam Masa Depan Indonesia
Kamis, 24 September 2026
Aktifitas bandara di Timur Tengah/ Foto: vietnam
Irak dan Oman Menangguhkan Penerimaan Penerbangan dari Iran
Rabu, 23 September 2026
RedMagic 11Pro+ / Foto: GSM Arena
Jelang Peluncuran Desain RedMagic 11Pro+ Mulai Dibocorkan
Rabu, 23 September 2026
Sejumlah barang bukti hasil tes DNA temuan Jenazah di Bengkulu/ Foto: ANTARA
Jenazah di Bengkulu Adalah Sukarman ABK KM Arupadatu I yang Membawa 5 Jurnalis
Rabu, 23 September 2026
Steve Witkoff dan Abbas Araghchi / Foto: worldview
Menlu Iran Bertemu Utusan Khusus AS Membahas Syarat Pembukaan Selat Hormuz di PBB
Rabu, 23 September 2026

Mental Health

Ilustrasi peduli terhadap kasus bunuh diri/ Foto: Freepik

Pencegahan Bunuh Diri Menekan Angka Kematian Akibat Bunuh Diri di Dunia

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

KPK Melakukan OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena

Presiden Donald Trump Membantah Kehabisan Amunisi

Pasangan Park Shin Hye dan Choi Tae Joon Menyambut Anak Kedua

Permintaan Produksi Robot Humanoid Meningkat di Tahun 2026

KPK Menyita Uang Tunai dalam OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena

More News

Ilustrasi AI di masa depan/Dok.aktual.co.id

Jebakan Kebenaran Palsu: Ancaman AI terhadap Masa Depan Bangsa

Kamis, 17 April 2025
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat vs China/istimewa

Perang Dagang China-AS: Momentum Emas Kebangkitan UMKM Indonesia

Sabtu, 19 April 2025
Andrie Yunus / Foto: Ist

PBB Ikut Mengutuk Serangan Air Keras kepada Andrie Yunus

Sabtu, 14 Maret 2026
Ilustrasi YouTube

Pentingnya Pemahaman Kuasa Pengetahuan Pemerintah dalam Jaringan Video YouTube di Era Disruptif

Jumat, 21 Februari 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id