Aktual.co.id –Sebagian orang memiliki kebiasaan mondar mandir saat menelepon. Menurut Isabella Case ada beberapa kepribadian yang dimiliki oleh orang yang memiliki kebiasaan mondar mandir ketika bertelepon.
Ada psikologi dibalik fenomena ini. Sebab banyak yang tidak menyadari tentang kebiasaan ini dikaitkan dengan psikologi.
Merangkul Gerakan
Hal terpenting yang perlu dipahami tentang mengatur tempo selama panggilan adalah bahwa hal itu bukanlah kebiasaan buruk. Itu adalah respons alami yang digunakan tubuh mengelola beban kognitif, meningkatkan kreativitas, menangani stres, dan meningkatkan komunikasi.
Jadi, jika mondar-mandir saat menelepon, jangan melawannya adalah gerak alami bagi pemilik tubuh. Menurut psikologi gerakapn itu untuk membantu otak berfungsi dengan baik.
Kekuatan Bahasa Tubuh
Beberapa orang merasa ketika diam, menelepon terasa kurang bersemangat. Namun, saat mulai melangkah, tubuh menjadi lebih terlibat dalam percakapan. Keterlibatan fisik ini tercermin dalam suara, membuatnya lebih dinamis dan ekspresif.
Pikirkan saat merasa gembira atau bersemangat tentang sesuatu. Gerakan menambah lapisan ekspresi ekstra pada komunikasi, meskipun itu hanya panggilan telepon. Lain kali jika mondar-mandir saat menelepon menunjukkan sikap progresif dari penelepon tersebut.
Gerakan Gangguan
Suatu hari, saat sedang melakukan panggilan yang menegangkan, orang ini mondar-mandir tanpa henti. Menurut orang tersebut, selalu bergerak ketika menelepon menujukkan adanya kecemasan di dalam dirinya.
Fenomena ini dikenal sebagai ‘gangguan’. Berjalan cepat atau melakukan gerakan apa pun akan menghabiskan sumber daya kognitif, sehingga mengurangi ruang yang tersedia untuk berpikir berlebihan atau khawatir. Ini seperti memberi pikiran untuk difokuskan, sehingga mengurangi intensitas
Pemicu Stres.
Berjalan ke sana kemari selama panggilan yang intens, adalah bentuk pikiran alam bawah sadar. Bisa jadi selama menelepon orang tersebut menemukan kenyamanan dalam irama Gerakan.
sebagaian orang mengatakan menelepon dengan bergetak ke sana kemari memberikan kenyamana untuk berbicara serta memudahkan mengingat sesuatu.
Terhubung dengan Ketegangan
Di saat stress, tubuh melepaskan adrenalin, hormon yang mempersiapkan respons “lawan atau lari”. Lonjakan adrenalin ini menghasilkan gerakan fisik, seperti mondar-mandir.
Mengatur kecepatan dapat membantu meredakan lonjakan adrenalin, membuat merasa tidak terlalu cemas dan mampu mengendalikan situasi.
Hubungan dengan Kreativitas
Saat mondar-mandir selama menelepon, tidak hanya membakar energi berlebih atau membuat otak bekerja lebih baik, namun berpotensi meningkatkan kreativitas.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Stanford menemukan bahwa berjalan kaki, bahkan hanya di sekitar kantor atau ruang tamu, dapat meningkatkan hasil kreativitas hingga 60 persen.
Hal ini karena gerakan fisik membuat darah mengalir, yang pada gilirannya membuat otak bekerja secara maksimal.
Kebutuhan untuk Bergerak
Semua pernah mengalami ketika menerima panggilan telepon yang panjang dan tampa sengaja kaki mulai bergerak.
Teori beban kognitif, sebuah konsep yang dikembangkan oleh John Sweller pada tahun 1980-an, menunjukkan bahwa otak memiliki kapasitas beban mental tertentu.
Saat sedang menelepon, terutama yang intens, otak bekerja keras untuk memproses semua informasi. Pemrosesan ini memerlukan energi dan diyakini pengaturan kecepatan dapat membantu meningkatkan sirkulasi oksigen ke otak, meningkatkan kemampuan berpikir dan berkonsentrasi.
Jadi ketika mondar-mandir saat menelepon, menujukkan otak membantu untuk memproses pembicaraan ketika bertelepon. Otak perlu sedikit bergerak agar proses kognitif berjalan lancar dan tajam. (ndi)
