• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Putus Cinta Memicu Aktivitas Otak Trauma pada Anak Muda Dewasa
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Putus Cinta Memicu Aktivitas Otak Trauma pada Anak Muda Dewasa

Redaktur III Selasa, 22 Juli 2025
Share
2 Min Read
Ilustrasi patah hati / Foto : freepik
Ilustrasi patah hati / Foto : freepik

Aktual.co.id – Sebuah studi terhadap orang dewasa muda yang mengalami putus cinta menemukan peningkatan reaktivitas di hipokampus dan amigdala ketika partisipan diperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan putus cinta.

Peningkatan aktivitas otak ini bergantung pada karakteristik spesifik dari putus cinta tersebut, seperti siapa yang memulainya atau apakah partisipan merasa dikhianati. Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders .

Hubungan romantis memainkan peran penting dalam masa dewasa awal, periode yang ditandai dengan eksplorasi identitas dan perkembangan emosional.

Banyak individu mengalami hubungan serius dan jangka panjangnya yang dapat menawarkan dukungan emosional, keintiman, dan rasa stabilitas.

Baca Juga:  Alasan Orang Pintar Emosional Cenderung Meremehkan Diri Sendiri, Menurut Psikolog

Namun, putus cinta umum terjadi selama masa ini dan sangat menyusahkan. Para dewasa muda mengalami rasa sakit emosional yang hebat, kesedihan, dan penurunan harga diri setelah putus cinta.

Peristiwa ini dapat menyebabkan gejala depresi, kecemasan, dan, dalam beberapa kasus, stres pascatrauma terutama ketika hubungan tersebut sangat bermakna.

Putus cinta juga dapat merusak kepercayaan pada calon pasangan atau memengaruhi keyakinan tentang cinta dan komitmen.

Penulis utama ASJ Van der Watt dan rekan-rekannya menyelidiki bagaimana para dewasa muda yang menganggap putus cinta sebagai trauma psikologis merespons stimulus terkait putus cinta dalam pemindai fMRI.

Baca Juga:  Tanda Tersembunyi Seseorang Mengalami Gangguan Mental Depresi

Secara khusus, mereka memeriksa respons yang bergantung pada kadar oksigen darah (BOLD) di amigdala, hipokampus, dan insula area otak yang terlibat dalam memori emosional, deteksi ancaman, dan pemrosesan saliensi.

Para peneliti berhipotesis bahwa partisipan akan menunjukkan peningkatan aktivasi di area otak ketika melihat gambar terkait putus cinta.

Studi ini melibatkan 94 peserta berusia 18 hingga 25 tahun yang melaporkan mengalami gejala stres pascatrauma (PTSS).

Studi ini juga menemukan ada perbedaan individu yang memengaruhi respons otak. Pada kelompok yang putus cinta maka terjadi peningkatan aktivasi hipokampus dan amigdala.

Baca Juga:  Orang-orang yang Tertutup Terhadap Perubahan Sering Menunjukkan Perilaku Ini

Gaya keterikatan, pengabaian di masa kecil, dan orientasi seksual juga dikaitkan dengan perbedaan aktivasi otak.

Studi ini menunjukkan bahwa putus cinta di kalangan anak muda bisa menjadi peristiwa traumatis. Namun, studi ini dilakukan pada sekelompok kecil orang dewasa muda. (ndi/psypost)

SHARE
Tag :gangguan jiwakesehatan mentalMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Madonna dan Sabrina Carpenter/ Foto: variety
Madonna Berkolaborasi dengan Sabrina Carpenter Bikin Heboh di Coachella
Sabtu, 18 April 2026
Anjungan kilang minyak/ Foto: Ist
Pembukaan Selat Hormuz Menurunkan Harga Minyak Mentah Dunia
Sabtu, 18 April 2026
Samsung Galaxy Tab A11+ / Foto: GSM Arena
Samsung Meluncurkan Galaxy Tab A11+ Kids Edition Khusus buat Anak
Sabtu, 18 April 2026
Peta Selat Hormuz/ Foto: ANTARA
Kapal Mulai Beroperasi Pasca Dibukanya Teluk Hormuz oleh Iran
Sabtu, 18 April 2026
Kapal di Selat Hormuz/ Foto: the guardian
Ketua Parlemen Iran Pembukaan Selat Hormuz Tidak Permanen Selama Blokade Pelabuah oleh AS Berlajut
Sabtu, 18 April 2026

Mental Health

Ilustrasi penyakit Chagas/ Foto: national today

Mengenal Penyakit Chagas yang Diperingati 14 April untuk Menekan Penyebaran

Main games strategi bisa meningkatkan kinerja otak/ Foto: freepik

Begini Cara Meningkatkan Kerja Otak Menjadi Maksimal

Ilustrasi cara melihat orang lain / Foto: freepik

Berikut Melihat Karakter Seseorang dari Cara Bersikap

ILustrasi sombong/ Foto: freepik

Berikut Cara Menghadapi Orang yang Sombong

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Yulia Baltschun Beri Pesan Kepada yang Terjebak Cinta Segitiga Setelah Suaminya Selingkuh

Ketua Ombudsman RI Ditetapkan Tersangka Korupsi Tambang oleh Kejakgung RI

Berikut Curahan Animator Film The Legend of Aang: The Last Airbender yang Kecewa Film Bocor

Ford Reorganisasi dengan Meninggalkan Doug Field Sosok Dibalik Kesuksesan Kendaraan Listrik

Film Salmokji: Whispering Water Mencapai Box Office dalam 10 Hari

More News

Memiliki tujuan hidup membuat seseorang awet muda/ Foto: freepik

Tetap Sehat Mental dan Awet Muda di Usia Tua Menurut Psikologi

Senin, 27 Oktober 2025
ilustrasi depresi dengan ponsel/ Foto: freepik

Berikut Alasan Rindu Sulit Terobat Akibat Luka Dikecewakan

Jumat, 13 Maret 2026
Ilustrasi tersinggung / Foto : geediting

Melatih Diri dari Sikap yang Mudah Tersinggung

Minggu, 7 Desember 2025
Introvert lebih menyukai kesendirian untuk mengisi ulang energi / Foto : freepik

Hal-hal yang Dinikmati Kebanyakan Orang Namun Tidak untuk Kaum Introvert

Minggu, 8 Juni 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id